Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo

Minggu, 14 Juni 2026 14:07 WIB
Persib

Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24

Minggu, 14 Juni 2026 13:54 WIB

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Minggu, 14 Juni 2026 13:10 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
  • Terungkap! Ini Penyebab Persib Sempat Kacau di Awal Musim 2023/24
  • Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Mantan Kiper Timnas U-23 Nuri Agus Wibowo Hilang Misterius! Keluarga Ungkap Dugaan Mengejutkan
  • Persib Gagal Dekati Tommaso Cassandro? Jurnalis Italia Ungkap Fakta Sebenarnya
  • Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram
  • Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soroti Kinerja BPTPH Cianjur, Komisi II DPRD Jabar Ingatkan Soal ‘Mismatch’ Tenaga Kerja

By Aga GustianaKamis, 5 Maret 2026 21:21 WIB2 Mins Read
Komisi II DPRD Jabar Kritik Penempatan Tenaga Kerja di BPTPH Cianjur. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Layanan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Cianjur kini mendapat catatan khusus dari legislatif. Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menemukan adanya ketimpangan krusial dalam pengelolaan sumber daya manusia dan anggaran di UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Wilayah I Cianjur.

Temuan ini mengemuka saat Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, H. Lina Ruslinawati, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi pada Kamis (5/3/2026). Dalam evaluasi tersebut, ditemukan fakta bahwa penempatan tenaga kerja, khususnya dari unsur PPPK, belum selaras dengan keahlian yang dibutuhkan di sektor pertanian.

Masalah Kompetensi dan Spesifikasi Tugas

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya petugas yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang pertanian. Hal ini menjadi sorotan utama dewan, mengingat unit kerja ini membutuhkan keahlian teknis yang sangat spesifik, terutama dalam memantau dan menangani serangan hama.

Lina menegaskan bahwa penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai ini berisiko menghambat pelayanan kepada petani.

Baca Juga:  Komisi II DPRD Jabar Dorong Pelestarian Penyu Hijau di Pantai Pangumbahan Sukabumi

“Beberapa tenaga yang ditempatkan di sini berasal dari berbagai bidang yang tidak secara langsung berkaitan dengan pertanian. Hal ini tentu perlu menjadi bahan evaluasi karena tugas di unit ini sangat spesifik,” tegas Lina.

Baca Juga:  Pendaftaran PPPK Tahap II Berakhir 15 Januari 2025, Segera Daftar!

Anggaran Operasional yang Mencekik

Selain masalah SDM, Komisi II juga menyoroti minimnya alokasi anggaran operasional. Keterbatasan dana ini berdampak langsung pada ruang gerak petugas saat harus turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan berkala terhadap potensi serangan hama.

Dewan menilai ada paradoks dalam program kerja BPTPH saat ini: di satu sisi target produktivitas pertanian ditingkatkan, namun di sisi lain dukungan logistik bagi petugas di lapangan justru dipangkas.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Imbau Warga Jaga Kondusivitas, Tolak Aksi Anarkis

“Jangan sampai di satu sisi kita mendorong peningkatan produktivitas pertanian, tetapi di sisi lain dukungan untuk kegiatan di lapangan justru terbatas,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini sendiri merupakan rangkaian dari evaluasi mendalam terhadap program dan realisasi APBD tahun anggaran 2025, sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana anggaran pada tahun 2026. Komisi II berharap temuan ini segera dibenahi agar sektor perlindungan pangan di Jawa Barat tidak terganggu oleh masalah internal yang semestinya bisa dihindari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

BPTPH Cianjur DPRD Jawa Barat Komisi II DPRD Jabar Pertanian Jabar PPPK Tenaga Kerja Pertanian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.