Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Jumat, 18 September 2026 17:22 WIB

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Jumat, 18 September 2026 17:21 WIB

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Jumat, 18 September 2026 17:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak
  • 8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ
  • Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon
  • Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang
  • Viral! Suporter FC Seoul Nyaris Tertipu Chant ‘Plesetan’ Bobotoh Usai Laga ACL 2
  • Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar
  • Efek Kemenangan Persib atas FC Seoul, Indonesia Naik di Ranking AFC
  • Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 18 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soroti Kinerja BPTPH Cianjur, Komisi II DPRD Jabar Ingatkan Soal ‘Mismatch’ Tenaga Kerja

By Aga GustianaKamis, 5 Maret 2026 21:21 WIB2 Mins Read
Komisi II DPRD Jabar Kritik Penempatan Tenaga Kerja di BPTPH Cianjur. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Layanan perlindungan tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Cianjur kini mendapat catatan khusus dari legislatif. Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menemukan adanya ketimpangan krusial dalam pengelolaan sumber daya manusia dan anggaran di UPTD Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Wilayah I Cianjur.

Temuan ini mengemuka saat Wakil Ketua Komisi II DPRD Jabar, H. Lina Ruslinawati, melakukan kunjungan kerja langsung ke lokasi pada Kamis (5/3/2026). Dalam evaluasi tersebut, ditemukan fakta bahwa penempatan tenaga kerja, khususnya dari unsur PPPK, belum selaras dengan keahlian yang dibutuhkan di sektor pertanian.

Masalah Kompetensi dan Spesifikasi Tugas

Kondisi di lapangan menunjukkan adanya petugas yang memiliki latar belakang pendidikan di luar bidang pertanian. Hal ini menjadi sorotan utama dewan, mengingat unit kerja ini membutuhkan keahlian teknis yang sangat spesifik, terutama dalam memantau dan menangani serangan hama.

Lina menegaskan bahwa penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai ini berisiko menghambat pelayanan kepada petani.

Baca Juga:  Chaos Melanda Unisba dan Unpas Bandung: Kampus Berubah Jadi Arena Kepanikan

“Beberapa tenaga yang ditempatkan di sini berasal dari berbagai bidang yang tidak secara langsung berkaitan dengan pertanian. Hal ini tentu perlu menjadi bahan evaluasi karena tugas di unit ini sangat spesifik,” tegas Lina.

Baca Juga:  DPRD Jabar Dorong Solusi Jalan dan Lahan Tambahan untuk SMK Negeri 4 Depok

Anggaran Operasional yang Mencekik

Selain masalah SDM, Komisi II juga menyoroti minimnya alokasi anggaran operasional. Keterbatasan dana ini berdampak langsung pada ruang gerak petugas saat harus turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan berkala terhadap potensi serangan hama.

Dewan menilai ada paradoks dalam program kerja BPTPH saat ini: di satu sisi target produktivitas pertanian ditingkatkan, namun di sisi lain dukungan logistik bagi petugas di lapangan justru dipangkas.

Baca Juga:  Kabar Baik! BKN Pastikan Honorer dengan Dua Tahun Pengabdian akan Diangkat Jadi PPPK

“Jangan sampai di satu sisi kita mendorong peningkatan produktivitas pertanian, tetapi di sisi lain dukungan untuk kegiatan di lapangan justru terbatas,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ini sendiri merupakan rangkaian dari evaluasi mendalam terhadap program dan realisasi APBD tahun anggaran 2025, sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana anggaran pada tahun 2026. Komisi II berharap temuan ini segera dibenahi agar sektor perlindungan pangan di Jawa Barat tidak terganggu oleh masalah internal yang semestinya bisa dihindari.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat PPPK
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Polemik Perluasan SMKN 2 Bandung: DPRD Jabar Kawal Status Lahan dan Nasib Warga Terdampak

Komisi III DPRD Jabar Soroti Rendahnya Daftar Ulang Pajak Kendaraan dan Kinerja LDR Bank BJB di Cirebon

Pansus XV DPRD Jabar Soroti Krisis Sampah Open Dumping dan Tambang di Sumedang

Tiga Hari Tak Keluar Rumah, Perempuan di Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Dalam Kamar

Waspada Lonjakan Influenza A di Jabar, IDAI Ungkap Gejala hingga Kelompok Paling Rentan

Kolaborasi Seni dan Digital, Ketua Asosiasi Kreator Konten Jabar Hadiri Pameran “MULASARA” di Bali

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.