bukamata.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan ketersediaan tempat tidur atau bed di sejumlah rumah sakit masih dalam kondisi aman meski terjadi peningkatan kunjungan pasien di berbagai fasilitas kesehatan.
Peningkatan jumlah pasien terjadi di tengah tren kasus Influenza A di Cimahi yang saat ini juga mengalami kenaikan. Namun, Dinkes menegaskan peningkatan kunjungan pasien di rumah sakit belum dapat secara khusus dikaitkan dengan Influenza A.
Kepala Dinkes Kota Cimahi Mulyati mengatakan, masyarakat dapat memeriksa ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara daring melalui sistem informasi Kementerian Kesehatan di kanal keslan.kemkes.go.id.
Informasi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengetahui tingkat keterisian tempat tidur sebelum mendatangi rumah sakit yang dituju.
“Jadi masyarakat bisa ngecek langsung keterisian bed lewat sistem. Misalnya mau ke RSUD Cibabat nanti tinggal cek aja langsung,” kata Mulyati saat dikonfirmasi.
Kunjungan Pasien di Rumah Sakit Meningkat
Mulyati mengakui hampir seluruh rumah sakit di Kota Cimahi mengalami peningkatan jumlah pasien. Kondisi serupa juga terlihat di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas.
Lonjakan kunjungan tersebut berdampak pada kepadatan pelayanan, terutama di bagian instalasi gawat darurat (IGD).
Meski demikian, Dinkes Cimahi belum menyimpulkan bahwa peningkatan pasien tersebut disebabkan oleh Influenza A.
“Hampir semua rumah sakit pada intinya ada peningkatan pasien meski tidak spesifik disebabkan Influenza A. Tapi Influenza A sekarang memang lagi naik, namun demikian masyarakat tidak perlu panik,” ujar Mulyati.
Untuk mengantisipasi bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan, seluruh puskesmas di Kota Cimahi tetap disiagakan.
Bahkan, empat puskesmas telah menyediakan layanan rawat jalan pada sore hari. Keempatnya yakni Puskesmas Padasuka, Puskesmas Cipageran, Puskesmas Cimahi Utara, dan Puskesmas Cibeureum.
Layanan tambahan tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB.
Kenali Gejala Influenza A
Mulyati menjelaskan, Influenza A merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Penularannya dapat terjadi melalui percikan dari penderita ketika batuk, bersin, atau berbicara.
Virus juga dapat berpindah melalui tangan maupun permukaan benda yang telah terkontaminasi.
Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain demam atau meriang, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, badan pegal, hingga tubuh terasa lemas dan mudah lelah.
Pada sebagian kasus, gejala juga dapat disertai mual, muntah, atau diare.
Meski demikian, Mulyati mengingatkan bahwa munculnya gejala tersebut tidak serta-merta menunjukkan seseorang terinfeksi Influenza A.
Kapan Harus ke Rumah Sakit?
Masyarakat diminta segera mendapatkan pertolongan medis apabila kondisi kesehatan memburuk. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan yakni ketika pasien mengalami kesulitan minum atau menunjukkan tanda kekurangan cairan berat.
Demam atau gejala yang kembali memburuk setelah sebelumnya sempat membaik juga perlu menjadi perhatian.
Kewaspadaan lebih tinggi diperlukan apabila kondisi tersebut dialami bayi, anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, maupun masyarakat yang memiliki penyakit tertentu.
“Kalau kondisi anak, bayi, lansia, ibu hamil, atau orang dengan penyakit tertentu memburuk atau mengkhawatirkan harus segera dibawa ke rumah sakit,” kata Mulyati.
Sementara bagi masyarakat yang hanya mengalami gejala ringan, pemeriksaan dapat dilakukan terlebih dahulu di puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
Tenaga kesehatan nantinya akan menentukan penanganan sesuai kondisi pasien. Pasien bisa saja cukup menjalani perawatan di rumah, mendapatkan pemeriksaan atau pengobatan lebih lanjut, maupun dirujuk ke rumah sakit jika membutuhkan penanganan lebih intensif.
Imbauan Dinkes Cimahi untuk Warga
Bagi masyarakat yang menjalani perawatan di rumah karena mengalami gejala ringan, istirahat yang cukup dan konsumsi air dalam jumlah memadai dianjurkan untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Penggunaan masker juga penting, terutama ketika berada di sekitar orang lain saat sedang mengalami gejala.
Masyarakat juga diminta menerapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut serta hidung. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir perlu dilakukan secara rutin.
Selain itu, orang yang sedang sakit sebaiknya menghindari kontak dekat dengan bayi, lansia, maupun orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu untuk mengurangi risiko penularan.
Di tengah meningkatnya kasus Influenza A, Dinkes Cimahi mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik serta memanfaatkan fasilitas kesehatan sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










