Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral! Link Video ‘Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor’ Ramai Dicari Warganet Ramadan 2026

Rabu, 4 Maret 2026 11:30 WIB

Persib Kirim Surat Protes ke I.League, Wasit Eko Saputra Tuai Kontroversi!

Rabu, 4 Maret 2026 11:00 WIB

Geger! Dua Mayat Pasangan Suami Istri Ditemukan di Mobil Tertutup Karung di Bandung Barat

Rabu, 4 Maret 2026 10:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral! Link Video ‘Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor’ Ramai Dicari Warganet Ramadan 2026
  • Persib Kirim Surat Protes ke I.League, Wasit Eko Saputra Tuai Kontroversi!
  • Geger! Dua Mayat Pasangan Suami Istri Ditemukan di Mobil Tertutup Karung di Bandung Barat
  • Ojek Online Jadi Korban Begal di Pameungpeuk, Motor Raib di Malam Hari
  • Kapan Nuzulul Quran 2026? Intip Jadwal, Sejarah, dan Rahasia Keutamaan Malam Turunnya Al-Qur’an
  • Aksi Satir Bu Guru Sukabumi: Bongkar Paket MBG yang Tak Manusiawi, Jeruk Satu Biji Buat Tiga Hari!
  • Siap-siap! Gaji ke-13 ASN dan Pensiunan Cair, Intip Bocoran Komponen yang Bakal Masuk Rekening
  • Juri Dubai sampai Menangis! Detik-detik Aisyah Al-Rumy Raih Juara Dunia Hafalan Al-Qur’an
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 4 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus Perdagangan Bayi ke Singapura: Orang Tua Tergiur Uang, Polda Jabar Ungkap Fakta Baru

By SusanaRabu, 16 Juli 2025 14:50 WIB2 Mins Read
Ilustrasi penculikan bayi. Foto: Istimewa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru dalam kasus perdagangan bayi ke Singapura yang melibatkan sindikat human trafficking.

Berdasarkan hasil penyelidikan, mayoritas orang tua tega menjual bayinya karena desakan kebutuhan ekonomi.

“Keterangan dari salah satu korban menyebutkan motifnya karena faktor ekonomi,” ujar Direktur Ditreskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, Rabu (16/7/2025).

Namun, penyidik masih belum berhasil mengidentifikasi seluruh orang tua dari para bayi yang telah dijual. Proses penelusuran asal-usul bayi yang menjadi korban sindikat ini masih terus berlangsung.

“Kami masih menelusuri asal bayi-bayi itu, siapa orang tuanya, dan apa motif sebenarnya,” imbuhnya.

Modus: Bujuk Ibu Hamil, Bayar Persalinan, Lalu Jual Bayi

Baca Juga:  Polisi Bongkar Lagi Kasus Promosi Situs Judi Online yang Libatkan Mojang Bandung

Menurut Surawan, pelaku sindikat biasanya menarget perempuan hamil dengan pendekatan halus. Para pelaku membujuk, merayu, dan menawarkan imbalan uang. Setelah orang tua menyetujui, pelaku bahkan menanggung seluruh biaya persalinan.

Orang tua korban disebut menerima uang berkisar Rp11 juta hingga Rp16 juta sebagai imbalan atas penyerahan bayi.

Setelah bayi lahir, mereka dibawa ke rumah penampungan dan dirawat hingga usia 3 bulan. Kemudian sindikat membuatkan dokumen palsu seperti akta kelahiran, kartu keluarga, dan paspor di Pontianak.

“Pontianak menjadi tempat pembuatan dokumen-dokumen. Bayi dimasukkan ke kartu keluarga orang lain dan dibuatkan paspor,” jelas Surawan.

Baca Juga:  Stela Lengkapi Anjing Pendeteksi Narkoba di Polda Jabar

Penangkapan Tersangka Baru di Bandara Soekarno-Hatta

Penyidik kini telah menangkap tersangka baru berinisial Y, seorang perempuan WNI yang tiba dari luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. Tersangka langsung diamankan oleh petugas imigrasi setelah sebelumnya dicekal.

“Dia kembali ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dan langsung diamankan semalam,” ungkap Surawan.

Belum Ditemukan Dugaan Penjualan Organ

Saat ditanya mengenai potensi keterlibatan sindikat dalam penjualan organ tubuh bayi, Kombes Surawan menyebut hingga saat ini belum ada indikasi ke arah tersebut.

“Rata-rata tersangka menyatakan bayi dijual untuk diadopsi. Belum ada bukti soal penjualan organ,” tegasnya.

Baca Juga:  Ciri-ciri Pegi Setiawan Tidak Sesuai DPO, Saksi Ahli: Itu Salah Tangkap

Kasus Terbongkar Setelah Orang Tua Lapor Bayinya ‘Diculik’

Kasus ini awalnya terbongkar karena salah satu orang tua bayi melapor ke polisi bahwa anaknya diculik. Namun, setelah penyelidikan, diketahui bahwa bayi tersebut memang dijual, namun belum dibayar oleh sindikat.

“Orang tuanya justru melaporkan bayinya diculik karena belum terima pembayaran dari pelaku,” beber Kombes Surawan.

Polda Jabar Terus Dalami Jaringan Human Trafficking

Polda Jabar kini tengah mendalami lebih lanjut jalur sindikat, mulai dari keuntungan finansial, struktur jaringan, hingga kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam praktik perdagangan bayi lintas negara ini.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

human trafficking modus jual bayi Polda Jabar sindikat perdagangan bayi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! Dua Mayat Pasangan Suami Istri Ditemukan di Mobil Tertutup Karung di Bandung Barat

Ojek Online Jadi Korban Begal di Pameungpeuk, Motor Raib di Malam Hari

Aksi Satir Bu Guru Sukabumi: Bongkar Paket MBG yang Tak Manusiawi, Jeruk Satu Biji Buat Tiga Hari!

Juri Dubai sampai Menangis! Detik-detik Aisyah Al-Rumy Raih Juara Dunia Hafalan Al-Qur’an

Segera Cek! Besaran THR ASN 2026, Golongan IV Bisa Dapat Rp7,8 Juta

Jangan Terlewat! Jadwal Imsak Bandung Raya 4 Maret 2026

Terpopuler
  • Gaji dan THR Pensiunan Cair Tepat Waktu, Ini Jadwal Resmi Taspen 2026
  • ‎THR Pensiunan 2026 Sudah Cair? Ini Cara Cek Resminya di Taspen‎
  • Link Video Ukhti Mukena Pink Guncang TikTok: Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor?
  • Viral No Sensor Link Video Ukhti Mukena Pink, Apa Isinya?
  • ‎Heboh Link Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor di TikTok, Benarkah Ada Versi Lengkap?‎
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.