Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!

Jumat, 3 April 2026 01:00 WIB

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Kamis, 2 April 2026 21:44 WIB

Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga

Kamis, 2 April 2026 21:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kasus ZAAQ Kian Terkuak! Polisi Periksa Psikologis Pelaku, 13 Saksi Diperiksa

By SusanaSenin, 16 Februari 2026 14:30 WIB3 Mins Read
pembunuhan
Ilustrasi korban meninggal.Foto ilustrasi: Pixabay
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra memastikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku pembunuhan pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) yang ditemukan tewas di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Langkah ini diambil untuk menggali lebih dalam motif dan kondisi mental pelaku saat melakukan aksi keji tersebut.

“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, khususnya eksekutor, oleh psikolog. Pemeriksaan ini untuk mendalami pemicu atau motif sebenarnya dari perbuatannya terhadap korban,” ujar Niko.

Motif Sakit Hati Jadi Pemicu

Dua pelaku yang telah diamankan yakni YA (16) sebagai eksekutor dan APM (17) yang turut membantu. Keduanya merupakan warga Kampung Ciduga-Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Salah satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Korban disebut ingin mengakhiri hubungan pertemanan dengan pelaku.

Menurut Kapolres, keluarga korban sebelumnya merasa khawatir atas pergaulan anaknya hingga memutuskan memindahkan sekolah korban ke Bandung. Korban kemudian berusaha menjaga jarak dan menyatakan ingin mengakhiri pertemanan.

“Hal itulah yang menjadi pemicu emosi pelaku. Ia merasa sakit hati hingga akhirnya merencanakan aksi tersebut bersama APM,” jelas Niko.

Kronologi Pembunuhan di Eks Kampung Gajah

Peristiwa tragis ini bermula saat YA dan APM menemui korban sepulang sekolah di kawasan SMPN 26 Sukajadi, Kota Bandung. Setelah itu, korban diajak menuju area bekas wisata Kampung Gajah di Parongpong.

Di lokasi yang kini terbengkalai tersebut, YA mengajak korban masuk lebih dalam ke area wahana lama, sementara APM menunggu di gerbang untuk mengawasi situasi.

Diduga terjadi percekcokan antara korban dan pelaku. Dalam kondisi emosi, YA memukul kepala korban menggunakan botol yang ditemukan di sekitar lokasi. Saat korban melemah, pelaku kemudian menusukkan pisau sangkur yang telah dibawanya dari Garut sebanyak delapan kali.

Setelah memastikan korban tak berdaya, pelaku membawa ponsel dan jaket korban sebelum meninggalkannya di lokasi hingga akhirnya meninggal dunia.

Ditemukan oleh Kreator Konten

Jasad ZAAQ ditemukan pada Jumat, 13 Februari 2026, oleh seorang kreator konten yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial di kawasan tersebut. Sebelumnya, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Senin, 9 Februari 2026.

Penemuan itu menjadi titik terang pengungkapan kasus yang sempat menghebohkan warga Bandung dan sekitarnya.

13 Saksi Diperiksa, Termasuk Ahli Psikologi

Hingga kini, kepolisian telah memeriksa sedikitnya 13 saksi untuk memperkuat konstruksi perkara, termasuk saksi ahli dari psikolog.

Pemeriksaan psikologis terhadap pelaku dinilai penting, mengingat keduanya masih di bawah umur dan motif kejahatan dipicu faktor emosional.

Kasus pembunuhan pelajar SMP di Kampung Gajah ini menjadi peringatan serius bagi orang tua dan sekolah tentang pentingnya pengawasan pergaulan remaja serta kewaspadaan terhadap lokasi terbengkalai yang rawan tindak kriminal.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah kasus pelajar SMPN 26 Bandung kronologi pembunuhan Parongpong motif sakit hati pembunuhan remaja pelaku pembunuhan pelajar SMP Bandung pembunuhan ZAAQ Kampung Gajah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.