bukamata.id – Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra memastikan pihaknya akan melakukan pemeriksaan psikologi terhadap pelaku pembunuhan pelajar SMP berinisial ZAAQ (14) yang ditemukan tewas di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Langkah ini diambil untuk menggali lebih dalam motif dan kondisi mental pelaku saat melakukan aksi keji tersebut.
“Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, khususnya eksekutor, oleh psikolog. Pemeriksaan ini untuk mendalami pemicu atau motif sebenarnya dari perbuatannya terhadap korban,” ujar Niko.
Motif Sakit Hati Jadi Pemicu
Dua pelaku yang telah diamankan yakni YA (16) sebagai eksekutor dan APM (17) yang turut membantu. Keduanya merupakan warga Kampung Ciduga-Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Salah satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Korban disebut ingin mengakhiri hubungan pertemanan dengan pelaku.
Menurut Kapolres, keluarga korban sebelumnya merasa khawatir atas pergaulan anaknya hingga memutuskan memindahkan sekolah korban ke Bandung. Korban kemudian berusaha menjaga jarak dan menyatakan ingin mengakhiri pertemanan.
“Hal itulah yang menjadi pemicu emosi pelaku. Ia merasa sakit hati hingga akhirnya merencanakan aksi tersebut bersama APM,” jelas Niko.
Kronologi Pembunuhan di Eks Kampung Gajah
Peristiwa tragis ini bermula saat YA dan APM menemui korban sepulang sekolah di kawasan SMPN 26 Sukajadi, Kota Bandung. Setelah itu, korban diajak menuju area bekas wisata Kampung Gajah di Parongpong.
Di lokasi yang kini terbengkalai tersebut, YA mengajak korban masuk lebih dalam ke area wahana lama, sementara APM menunggu di gerbang untuk mengawasi situasi.
Diduga terjadi percekcokan antara korban dan pelaku. Dalam kondisi emosi, YA memukul kepala korban menggunakan botol yang ditemukan di sekitar lokasi. Saat korban melemah, pelaku kemudian menusukkan pisau sangkur yang telah dibawanya dari Garut sebanyak delapan kali.
Setelah memastikan korban tak berdaya, pelaku membawa ponsel dan jaket korban sebelum meninggalkannya di lokasi hingga akhirnya meninggal dunia.
Ditemukan oleh Kreator Konten
Jasad ZAAQ ditemukan pada Jumat, 13 Februari 2026, oleh seorang kreator konten yang tengah melakukan siaran langsung di media sosial di kawasan tersebut. Sebelumnya, korban telah dilaporkan hilang oleh keluarga sejak Senin, 9 Februari 2026.
Penemuan itu menjadi titik terang pengungkapan kasus yang sempat menghebohkan warga Bandung dan sekitarnya.
13 Saksi Diperiksa, Termasuk Ahli Psikologi
Hingga kini, kepolisian telah memeriksa sedikitnya 13 saksi untuk memperkuat konstruksi perkara, termasuk saksi ahli dari psikolog.
Pemeriksaan psikologis terhadap pelaku dinilai penting, mengingat keduanya masih di bawah umur dan motif kejahatan dipicu faktor emosional.
Kasus pembunuhan pelajar SMP di Kampung Gajah ini menjadi peringatan serius bagi orang tua dan sekolah tentang pentingnya pengawasan pergaulan remaja serta kewaspadaan terhadap lokasi terbengkalai yang rawan tindak kriminal.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











