bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah mempersiapkan kebijakan baru yang cukup unik, yakni memindahkan kepala sekolah agar lokasi tugas mereka lebih dekat dengan tempat tinggal. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi beban perjalanan harian, memberi lebih banyak waktu bersama keluarga, serta meningkatkan fokus dalam mengelola sekolah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyampaikan bahwa kebijakan ini saat ini sudah masuk tahap akhir. Usulan dari Dinas Pendidikan telah diajukan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan tinggal menunggu finalisasi.
“Ini lagi difinalisasi, dari Disdik, usulan sudah ke BKD. Dalam 1-2 hari ini kami akan finalisasi untuk memastikan sesuai harapan Pak Gubernur, didekatkan, karena memang tidak sesederhana yang dibayangkan. Geser 1 kan pasti rangkaiannya panjang,” ujar Herman, Rabu (20/8/2025).
Manfaat yang Diharapkan
Dengan kebijakan ini, kepala sekolah diharapkan dapat bekerja lebih efektif, memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga, dan memberikan energi penuh dalam memimpin sekolah.
Pada tahap awal, program akan difokuskan untuk kepala sekolah terlebih dahulu. Namun, Herman menegaskan bahwa guru juga berpeluang mendapatkan penempatan yang lebih dekat dengan rumah mereka di masa mendatang.
“Nanti sambil berjalan tentu guru-guru juga kita ikhtiarkan untuk didekatkan ke rumahnya masing-masing. Tentu tanpa mengorbankan kualitas pelayanan pendidikan. Mungkin kita prioritaskan dulu sekarang Kepala Sekolah, nanti guru juga sambil bertahap kita upayakan untuk didekatkan,” jelas Herman.
Pentingnya Distribusi Tenaga Pendidik
Meski terlihat sederhana, kebijakan ini membutuhkan perhitungan yang matang. Herman menekankan bahwa distribusi tenaga pendidik harus tetap seimbang agar tidak ada sekolah yang kekurangan ataupun kelebihan tenaga pengajar, termasuk kepala sekolah.
“Tapi jangan sampai nanti ada kekurangan guru di satu sisi, ada kelebihan guru di yang lain. Kan harus menjamin tadi pelayanan pendidikannya tidak terganggu,” katanya.
Lebih lanjut, ia menambahkan:
“Makanya nanti kita fokus dulu ke kepala sekolah, kepala sekolah didekatkan, tentu nanti tetap ideal, jangan sampai ada sekolah yang kosong, kemudian yang lain mungkin stok kepala sekolahnya berlebih. Kami akan pastikan semua sekolah dipimpin oleh kepala sekolah, sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” tegasnya.
Tidak Harus Sempurna, tapi Tepat Arah
Herman juga mengakui bahwa kebijakan ini mungkin tidak akan sepenuhnya sempurna. Namun, prinsip untuk mendekatkan kepala sekolah dengan domisili tetap menjadi arah utama yang akan dijalankan pemerintah provinsi.
“Kan pasti ini tidak akan ideal banget. Makanya tadi didekatkan. Tapi tidak harus selalu ideal gitu. Karena jangan sampai mengorbankan pelayanan pendidikan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










