Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Maung Bandung Full Senyum! Skuad Persib Kian Mewah Jelang Duel Lawan Persik Kediri di GBLA

Sabtu, 7 Maret 2026 14:11 WIB

Profil Zendhy dan Evi, Pasutri yang Bikin Nabilah O’Brien Ketakutan!

Sabtu, 7 Maret 2026 13:40 WIB

bank bjb syariah Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial

Sabtu, 7 Maret 2026 13:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Maung Bandung Full Senyum! Skuad Persib Kian Mewah Jelang Duel Lawan Persik Kediri di GBLA
  • Profil Zendhy dan Evi, Pasutri yang Bikin Nabilah O’Brien Ketakutan!
  • bank bjb syariah Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial
  • Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Maret 2026: Galeri 24 dan UBS Stabil, Cek Daftar Lengkapnya
  • Endingnya Bikin Nangis! Nenek di Magetan Bayar Utang Pakai Beras, Akhirnya Dilunasi Netizen
  • PSSI Ungkap Alasan Elkan Baggott Lama Absen dari Timnas Indonesia, Bukan Gara-gara Pelatih
  • Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak
  • Jadwal Pekan 25 BRI Super League 2026: Persib Bandung Incar Kemenangan, Borneo FC Tantang Persebaya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 7 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kejayaan Pasar Baru Bandung Memudar: Wisata Belanja Ikonik Tertekan

By Aga GustianaSelasa, 16 September 2025 15:42 WIB3 Mins Read
Pasar Baru Bandung
Pasar Baru Trade Center Kota Bandung. (Foto: Dok Humas Pemkot Bandung)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pasar Baru Trade Center, yang selama ini menjadi ikon wisata belanja Kota Bandung, kini menghadapi tantangan berat. Jumlah pengunjung merosot hingga 70 persen, menyebabkan denyut perdagangan yang dulu menjadi kebanggaan pedagang semakin melemah.

Penurunan Pengunjung Bukan Sekadar Belanja Online

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B), Iwan Suhermawan, menekankan bahwa penurunan pengunjung bukan hanya karena persaingan dengan platform belanja online. Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang kurang stabil dan melemahnya daya beli masyarakat turut menjadi faktor utama.

“Pasar Baru itu bukan pasar biasa, tapi destinasi wisata belanja. Ketika ekonomi goyah, dampaknya langsung terasa di sana,” ujar Iwan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jumat (12/9/2025).

Karakter Unik Pasar Baru yang Membuatnya Istimewa

Iwan menambahkan, Pasar Baru memiliki karakter unik yang membedakannya dari pusat perbelanjaan lain. Hampir 80 persen pengunjung berasal dari luar kota, mulai dari wisatawan domestik hingga mancanegara. Proses tawar-menawar, mengecek langsung kualitas barang, dan pengalaman berbelanja tradisional-modern menjadi daya tarik utama.

Baca Juga:  Bandung Rugi! Farhan Minta Bandara Husein Aktif Lagi

“Itu yang membedakan Pasar Baru dengan belanja online. Orang datang bukan hanya membeli, tapi juga menikmati pengalaman berbelanja,” jelas Iwan.

Tantangan yang Menggerus Keistimewaan Pasar Baru

Namun, keunikan itu kini mulai tergerus. Insiden aksi massa di pusat kota beberapa waktu lalu membuat wisatawan enggan datang. Selain itu, wisatawan dari Malaysia dan Singapura yang rutin berkunjung kini jumlahnya menurun drastis karena tidak ada penerbangan langsung ke Bandung.

“Mereka harus transit dulu di Jakarta. Itu pun membuat jumlah kunjungan berkurang drastis,” tambahnya.

Bandara Husein Sastranegara Kunci Kebangkitan

Iwan menilai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara menjadi kunci untuk membangkitkan kembali wisata belanja Bandung. Dengan dibukanya kembali penerbangan internasional, peluang menarik wisatawan asing, khususnya dari Malaysia dan Singapura, akan meningkat.

Baca Juga:  Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

“Kami sangat berharap serta menunggu bandara aktif lagi. Itu bisa jadi napas kembali bagi Pasar Baru dan pariwisata Bandung,” ungkap Iwan.

Keterisian Kios Masih Stabil, Omzet Turun

Meski jumlah pengunjung menurun, tingkat keterisian kios di Pasar Baru relatif masih stabil. Dari total 4.200 ruang dagang, sekitar 65 persen masih terisi. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pusat perbelanjaan lain di Bandung.

“ITC hanya 15 persen, Kosambi 10 persen, bahkan Tanah Abang di Jakarta hanya sekitar 40 persen. Pasar Baru masih bertahan karena statusnya sebagai wisata belanja,” kata Iwan.

Namun, okupansi yang tinggi tidak berbanding lurus dengan omzet pedagang. Banyak pemilik kios mengaku pendapatan menurun drastis. Long weekend, yang dulu menjadi momen panen, kini tidak lagi ramai.

Baca Juga:  Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

“Sekarang long weekend pun sepi. Dulu sampai penuh sesak, sekarang biasa saja. Banyak pedagang kesulitan membayar gaji karyawan,” jelasnya.

Harapan dan Strategi Menghidupkan Kembali Pasar Baru

Iwan berharap pemerintah kota dan pelaku pariwisata tidak mengabaikan potensi Pasar Baru. Dengan branding sebagai destinasi wisata belanja, Pasar Baru bukan hanya menjadi penopang ekonomi pedagang, tetapi juga wajah Bandung di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kalau Pasar Baru kembali ramai, dampaknya akan terasa pada hotel, transportasi, kuliner, hingga UMKM di sekitar Bandung,” pungkas Iwan.

Ia menekankan, wisata belanja harus dijadikan strategi utama untuk menghidupkan kembali ekonomi kota. Selain perbaikan akses transportasi, promosi terpadu yang menonjolkan keunikan Pasar Baru sebagai destinasi belanja bersejarah sekaligus modern menjadi langkah penting.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

destinasi belanja ekonomi bandung Husein Sastranegara Pasar Baru Bandung pedagang Pasar Baru perdagangan menurun wisata belanja Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bank bjb syariah Gelar Santunan Anak Yatim di Bulan Ramadan, Perkuat Kepedulian Sosial

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa

Purbaya Blak-blakan Soal Ramai THR Swasta Kena Pajak Tapi ASN Tidak

Cek Aturan THR PNS 2026: Cair Sebelum atau Setelah Lebaran?

Hari ke-17 Ramadhan 1447 H: Jadwal Imsak di Bandung Hari Ini!

Persis Ramadan Expo 2026: Ajang UMKM Lokal Tembus Pasar Lebaran di Bandung!

Data Mudik 2026: Lebih dari 25 Juta Warga Jabar Siap Mudik, Bogor Jadi Titik Terpadat

Terpopuler
  • Link Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Netizen Ramai Cari Versi Asli
  • Jadwal Penukaran Uang Baru di Bandung 2026 Resmi Dibuka, Ini 4 Lokasi Program SERAMBI BI
  • ‘Mukena Pink’ Viral di TikTok: Pencarian Link Video Tanpa Sensor Ramai Jadi Sorotan
  • ‎Jangan Sampai Terlewat! Ini Waktu Adzan Maghrib Bandung Minggu 1 Maret 2026
  • Link Video No Sensor Ukhti Mukena Pink Viral, Versi Panjang Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.