Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Kelola 65,4 Ton Sampah di GBLA, Komitmen Wujudkan Stadion Zero Waste

Kamis, 30 Juli 2026 12:32 WIB

Bos Persib Buka Kartu! Transfer Mariano Peralta Bukan Akhir, Ada Nama Besar Menanti

Kamis, 30 Juli 2026 12:02 WIB

Bansos PKH Juli-September 2026 Sudah Jalan, Data Penerima Berubah! Ini Cara Ceknya

Kamis, 30 Juli 2026 11:48 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Kelola 65,4 Ton Sampah di GBLA, Komitmen Wujudkan Stadion Zero Waste
  • Bos Persib Buka Kartu! Transfer Mariano Peralta Bukan Akhir, Ada Nama Besar Menanti
  • Bansos PKH Juli-September 2026 Sudah Jalan, Data Penerima Berubah! Ini Cara Ceknya
  • Pemkot Bandung Tertibkan 36 PKL dan Bangunan Liar di Jalan Rajiman
  • Persebaya ke Semifinal! El Clasico Indonesia Persib vs Persija Masih Bisa Terjadi
  • Buruan Klaim! Kode Redeem Free Fire 30 Juli 2026 Resmi Dirilis, Diamond Gratis Menanti
  • Kapan Timnas Indonesia Main Lagi? Cek Jadwal Lengkap Piala AFF 2026 di Sini!
  • Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

By Aga GustianaSenin, 28 Juli 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Rojali-Rohana di Bandung
Rojali-Rohana di Mall Bandung. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) kini menjadi sorotan di pusat-pusat perbelanjaan, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung. Munculnya perilaku konsumen yang lebih “lihat-lihat dulu” ini ternyata mencerminkan tren baru dalam pola konsumsi masyarakat.

Fenomena ini dianggap sebagai bentuk kecermatan konsumen dalam berbelanja, seiring meningkatnya kesadaran terhadap kondisi ekonomi dan kemudahan akses ke platform e-commerce yang menawarkan harga lebih kompetitif.

“Kami melihat ini bukan tanda lesunya pasar, melainkan bentuk adaptasi konsumen yang lebih cerdas. Warga Bandung tetap antusias datang ke mall, mereka nggak cuma makan, tapi juga belanja. Bahkan trafik di Summarecon Mall Bandung terus meningkat sejak dibuka,” ujar Juni Hadi Hasan, Centre Head Summarecon Mall Bandung kepada bukamata.id, Sabtu (26/7/2025).

Tetap Ramai Meski Banyak yang “Cuma Lihat-Lihat”

Summarecon Mall Bandung, yang baru memasuki tahun kedua operasional, justru mencatat lonjakan jumlah pengunjung. Menurut Juni, peningkatan ini tak lepas dari upaya pihak mall dalam menciptakan suasana yang nyaman, serta menyelenggarakan berbagai event menarik.

“Kalau nyaman, pengunjung datang lagi. Tenant-tenant juga happy karena traffic naik. Ke depan kami bahkan akan bangun hotel agar pengunjung dari luar kota bisa menikmati pengalaman lengkap di kawasan ini,” tambahnya.

Rojali-Rohana dan Pergeseran Gaya Hidup

Acuviarta Kartabi, pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, menilai bahwa fenomena Rojali dan Rohana tak lepas dari pergeseran gaya hidup masyarakat urban dan tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian lapisan masyarakat.

“Masyarakat sekarang jauh lebih selektif. Banyak yang datang ke mall sekadar ‘window shopping’, lalu mencari barangnya di marketplace yang lebih murah. Di sisi lain, nongkrong di café atau update status di media sosial kini menjadi bagian dari hiburan tersendiri,” jelasnya.

Menurut Acuviarta, era digital dan sosial media telah mengubah fungsi mall dari pusat belanja menjadi tempat berkumpul, berburu konten, dan gaya hidup. Kopi dan selfie di mall kini menjadi bentuk ‘status sosial’ baru.

Tantangan Bagi UMKM dan Ritel

Fenomena ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM dan sektor ritel. Mereka dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan harga, strategi pemasaran, dan segmentasi pasar.

“UMKM harus pintar membaca pasar. Harga harus masuk akal, jangan sampai kena stigma ‘getok harga’. Bandung punya potensi besar, terutama dari wisatawan luar kota yang daya belinya lebih tinggi,” katanya.

Namun demikian, pergeseran pola konsumsi ini juga dinilai sebagai bentuk ketahanan finansial masyarakat. Meski belum sepenuhnya menunjukkan literasi keuangan yang matang, setidaknya konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.

Kemiskinan di Kota Meningkat, Ketimpangan Ekonomi Makin Lebar

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen dibandingkan September 2024. Namun, penurunan ini tidak berlaku merata antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

Angka kemiskinan di perdesaan turun 0,70 persen poin, namun di perkotaan justru naik 0,11 persen poin.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa warga miskin kota hidup semakin jauh dari standar hidup layak. Konsumsi beras premium dan biaya Pendidikan yang menjadi penyumbang utama naiknya garis kemiskinan.

“Di kota, pengangguran bertambah, harga kebutuhan pokok makin tinggi, dan biaya pendidikan semakin mahal,” jelas Plt. Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi bandung gaya hidup urban HL konsumen cerdas mall bandung rohana rojali tren belanja 2025 UMKM Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos PKH Juli-September 2026 Sudah Jalan, Data Penerima Berubah! Ini Cara Ceknya

Pemkot Bandung Tertibkan 36 PKL dan Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Begal

Viral! Wanita di Bandung Kehilangan Nmax Rp36 Juta usai Percaya Pria Ngaku Petugas Leasing

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Warga Ramai Cari BLT Kesra Rp900 Ribu, Benarkah Dana Cair Akhir Juli 2026?

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.