Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two

Senin, 14 September 2026 03:00 WIB

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Senin, 14 September 2026 01:00 WIB

Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi

Minggu, 13 September 2026 19:20 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Mulai Perang Asia! FC Seoul Jadi Ujian Pertama Maung Bandung di ACL Two
  • Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari
  • Bukan Cuma Polemik Batam, Jejak Digital Uan Juicy Luicy Ramai Dikulik Lagi
  • Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun
  • BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan
  • Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 14 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Fenomena Rojali dan Rohana di Bandung: Tanda Daya Beli Turun atau Gaya Hidup Baru?

By Aga GustianaSenin, 28 Juli 2025 09:00 WIB3 Mins Read
Rojali-Rohana di Bandung
Rojali-Rohana di Mall Bandung. (Foto: ChatGPT)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Fenomena Rojali (Rombongan Jarang Beli) dan Rohana (Rombongan Hanya Nanya) kini menjadi sorotan di pusat-pusat perbelanjaan, khususnya di kota-kota besar seperti Bandung. Munculnya perilaku konsumen yang lebih “lihat-lihat dulu” ini ternyata mencerminkan tren baru dalam pola konsumsi masyarakat.

Fenomena ini dianggap sebagai bentuk kecermatan konsumen dalam berbelanja, seiring meningkatnya kesadaran terhadap kondisi ekonomi dan kemudahan akses ke platform e-commerce yang menawarkan harga lebih kompetitif.

“Kami melihat ini bukan tanda lesunya pasar, melainkan bentuk adaptasi konsumen yang lebih cerdas. Warga Bandung tetap antusias datang ke mall, mereka nggak cuma makan, tapi juga belanja. Bahkan trafik di Summarecon Mall Bandung terus meningkat sejak dibuka,” ujar Juni Hadi Hasan, Centre Head Summarecon Mall Bandung kepada bukamata.id, Sabtu (26/7/2025).

Tetap Ramai Meski Banyak yang “Cuma Lihat-Lihat”

Summarecon Mall Bandung, yang baru memasuki tahun kedua operasional, justru mencatat lonjakan jumlah pengunjung. Menurut Juni, peningkatan ini tak lepas dari upaya pihak mall dalam menciptakan suasana yang nyaman, serta menyelenggarakan berbagai event menarik.

Baca Juga:  Darurat Mental Pelajar Jawa Barat: Antara Hiruk Pikuk Politik dan Lanskap Pendidikan yang Sakit

“Kalau nyaman, pengunjung datang lagi. Tenant-tenant juga happy karena traffic naik. Ke depan kami bahkan akan bangun hotel agar pengunjung dari luar kota bisa menikmati pengalaman lengkap di kawasan ini,” tambahnya.

Rojali-Rohana dan Pergeseran Gaya Hidup

Acuviarta Kartabi, pakar ekonomi dari Universitas Pasundan, menilai bahwa fenomena Rojali dan Rohana tak lepas dari pergeseran gaya hidup masyarakat urban dan tekanan ekonomi yang dihadapi sebagian lapisan masyarakat.

“Masyarakat sekarang jauh lebih selektif. Banyak yang datang ke mall sekadar ‘window shopping’, lalu mencari barangnya di marketplace yang lebih murah. Di sisi lain, nongkrong di café atau update status di media sosial kini menjadi bagian dari hiburan tersendiri,” jelasnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi: Gubernur Rasa Raja di Jabar

Menurut Acuviarta, era digital dan sosial media telah mengubah fungsi mall dari pusat belanja menjadi tempat berkumpul, berburu konten, dan gaya hidup. Kopi dan selfie di mall kini menjadi bentuk ‘status sosial’ baru.

Tantangan Bagi UMKM dan Ritel

Fenomena ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM dan sektor ritel. Mereka dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan harga, strategi pemasaran, dan segmentasi pasar.

“UMKM harus pintar membaca pasar. Harga harus masuk akal, jangan sampai kena stigma ‘getok harga’. Bandung punya potensi besar, terutama dari wisatawan luar kota yang daya belinya lebih tinggi,” katanya.

Namun demikian, pergeseran pola konsumsi ini juga dinilai sebagai bentuk ketahanan finansial masyarakat. Meski belum sepenuhnya menunjukkan literasi keuangan yang matang, setidaknya konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran.

Baca Juga:  Karut Marut Keuangan Pemprov Jabar, Salah Kelola atau Drama Fiskal?

Kemiskinan di Kota Meningkat, Ketimpangan Ekonomi Makin Lebar

Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, jumlah penduduk miskin pada Maret 2025 mengalami penurunan tipis sebesar 0,06 persen dibandingkan September 2024. Namun, penurunan ini tidak berlaku merata antara wilayah perdesaan dan perkotaan.

Angka kemiskinan di perdesaan turun 0,70 persen poin, namun di perkotaan justru naik 0,11 persen poin.

Indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami peningkatan, menunjukkan bahwa warga miskin kota hidup semakin jauh dari standar hidup layak. Konsumsi beras premium dan biaya Pendidikan yang menjadi penyumbang utama naiknya garis kemiskinan.

“Di kota, pengangguran bertambah, harga kebutuhan pokok makin tinggi, dan biaya pendidikan semakin mahal,” jelas Plt. Kepala BPS Jabar, Darwis Sitorus.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

HL UMKM Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, 6 Orang Tewas dan 140 Masih Dicari

Bukan Cuma Susu! Serba Susu Lembang Hadirkan 12 Produk Baru di Usia 17 Tahun

BRT Bandung Bikin Jalan Makin Sempit? Ini Penjelasan soal 28 Halte di Tengah Jalan

Kecelakaan Maut di AH Nasution Bandung, Motor Terpental dan Pengendara Tewas di Tempat

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.