Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis

Sabtu, 28 Maret 2026 07:36 WIB
Kode Redeem FF

Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up

Sabtu, 28 Maret 2026 06:00 WIB

Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?

Sabtu, 28 Maret 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Performa Gemilang Beckham Putra di FIFA Series 2026: Penantian Panjang yang Berbuah Manis
  • Update Besar! 63 Kode Redeem FF Max 28 Maret 2026: Sikat Bundle Panther & AK47 Unicorn Ice Age Tanpa Top Up
  • Link Telegram ‘Full Video’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Bertebaran, Part 2 Ada yang Janggal?
  • Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah
  • Persib Wajib Waspada! Guillermo Fernandez Siap Jadi Mimpi Buruk di Padang
  • Terbongkar Rahasia Gelap di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Konten Luar Negeri?
  • AWAS JEBAKAN! Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Ternyata Umpan Hacker Curi Data Pribadi, Jangan Klik!
  • Dulu Viral, Sekarang Abadi! Kisah Dibalik Patung ‘Rantai Manusia’ di Kazakhstan yang Bikin Haru
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kematian Munir dan Jalan Panjang Pencarian Keadilan yang Belum Usai

By Aga GustianaSenin, 8 September 2025 07:31 WIB3 Mins Read
Munir
Almarhum Munir. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Munir Said Thalib dikenal sebagai aktivis hak asasi manusia (HAM) yang tak kenal kompromi. Ia juga tercatat sebagai salah satu pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Namun, perjalanan panjang perjuangannya terhenti tragis pada 7 September 2004, ketika ia meninggal dalam penerbangan Garuda Indonesia GA 974 rute Jakarta–Amsterdam.

Hari itu, Munir berangkat ke Belanda untuk melanjutkan studi. Pesawat yang ditumpanginya sempat transit di Bandara Changi, Singapura, sekitar pukul 00.40 WIB. Ia sempat terlihat duduk di Coffee Bean sebelum kembali melanjutkan penerbangan ke Amsterdam pukul 01.50 WIB.

Beberapa jam setelah pesawat lepas landas, Munir mengalami sakit perut hebat hingga bolak-balik ke toilet. Kru akhirnya memindahkannya dari kursi 40G ke kursi 1J agar mendapat perawatan lebih intensif. Padahal, ia berangkat dalam kondisi sehat. Ketika pesawat tiba di Bandara Schiphol, Belanda, pukul 10.00 waktu setempat, otoritas bandara segera melakukan pemeriksaan ketat dan melarang seluruh penumpang turun sampai investigasi awal selesai.

Hasil autopsi dari Institut Forensik Belanda (NFI) kemudian menemukan jejak racun arsenik dalam tubuh Munir, yang menguatkan dugaan bahwa ia menjadi korban pembunuhan. Jenazahnya dibawa kembali ke Indonesia pada 12 September 2004 untuk dimakamkan.

Baca Juga:  Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?

Upaya Pengusutan yang Berliku

Istri Munir, Suciwati, sempat meminta otopsi ulang ke Mabes Polri, namun ditolak. Tekanan publik yang semakin besar mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) pada 23 Desember 2004. Tim ini menilai penyelidikan kepolisian terlalu lamban serta menuding pihak Garuda Indonesia tidak transparan.

TPF menemukan adanya indikasi pemalsuan surat tugas pilot Garuda, Pollycarpus Budihari Priyanto, yang saat itu ikut dalam penerbangan. Pollycarpus akhirnya dijatuhi hukuman 14 tahun penjara pada 20 Desember 2005. Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Indra Setiawan divonis satu tahun penjara karena menempatkan Pollycarpus sebagai extra crew di penerbangan Munir.

Baca Juga:  Temui Otorita IKN, Komnas HAM Dorong Penyelesaian Sengketa Lahan Tanpa Abaikan Hak Rakyat

Meski demikian, dugaan keterlibatan pejabat Garuda maupun Badan Intelijen Negara (BIN) tidak pernah benar-benar terbukti di pengadilan. Hingga kini, kasus tersebut dinilai tidak tuntas.

Janji yang Tak Pernah Usai

Di era pemerintahan Joko Widodo, janji untuk menuntaskan kasus Munir kembali digaungkan. Namun, hingga dua periode kepemimpinannya berakhir, kebenaran tetap belum terungkap. Kini, di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, harapan keluarga dan aktivis HAM semakin menipis.

Komnas HAM saat ini melanjutkan penyelidikan melalui tim ad hoc untuk menentukan apakah kasus Munir dapat digolongkan sebagai pelanggaran HAM berat. Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyebut pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi dari kalangan aktivis, maskapai Garuda, hingga aparat penegak hukum. Hasil penyelidikan tersebut nantinya akan diserahkan ke Kejaksaan Agung.

Baca Juga:  KontraS Soroti Citra Pemerintah yang Seolah Patuh dalam Pemenuhan dan Penegakan HAM

Aksi Mengenang Munir

Dua puluh satu tahun setelah kepergiannya, kasus Munir tetap menjadi luka terbuka. Pada 4 September 2025, Suciwati bersama ratusan massa kembali menggelar Aksi Kamisan ke-876 di depan Istana Merdeka, Jakarta. Dengan berpakaian hitam, mereka mengangkat spanduk dan poster bertuliskan tuntutan agar negara segera menuntaskan kasus pembunuhan Munir.

“Peringatan ini bukan hanya mengenang, tapi juga mengingatkan publik bahwa negara belum menyelesaikan kasus ini,” tegas Suciwati. Ia juga menilai, pergantian presiden dari waktu ke waktu tidak membawa perubahan nyata.

Selain mengenang Munir, aksi tersebut juga menyoroti kondisi HAM terkini, termasuk kasus tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob. Menurut Suciwati, situasi HAM di Indonesia masih jauh dari kata membaik.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aksi Kamisan HAM Indonesia kasus Munir Komnas HAM KontraS Munir pembunuhan Munir tragedi Munir
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Mencekam! Langit Israel Dipenuhi Gagak Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Kecelakaan Maut di Nagreg, Satu Orang Tewas Usai Tertabrak Mobil Boks

Dua Pelajar Terseret Ombak di Pangandaran, Satu Selamat Satu Masih Hilang

Ilustrasi emas antam

Harga Emas Antam Turun Tajam! Kini Rp 2,81 Juta per Gram, Ini Daftarnya

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.