bukamata.id – Mengapa kepemimpinan memiliki peran penting dalam manajemen karena kepemimpinan (leadership) dapat dikatakan sebagai sesuatu yang penting dari manajemen karena kepemimpinanlah yang dapat menentukan arah dan tujuan sebuah organisasi dengan memberikan arahan dalam menciptakan iklim kerja yang mendukung bagi pelaksanaan proses manajemen secara keseluruhan Lalu bagaimana hubunganya dengan peningkatan mutu sebuah pendidikan hal ini pun menjadi permasalahan yang sangat penting, karena keberhasilan pendidikan diantaranya sangat ditentukan oleh pengelola manajemen yang baik. Tanpa adanya manajemen yang baik, pendidikan tidak akan tercapai dengan baik dan maksimal. kepemimpinan dalam pendidikan memiliki kriteria-kriteria yang harus dimiliki.
Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi individu atau kelompok orang untuk melakukan sesuatu sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. Dalam sebuah kepemimpinan pendidikan diperlukan pemimpin yang efektif. Kepemimpinan pendidikan yang efektif adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan pendidikan. Hal ini melibatkan kemampuan untuk memotivasi, mengarahkan, dan memberdayakan seluruh stakeholer lembaga pendidikan. Karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang leader pemimpin yaitu memiliki integritas, keberanian, rasa hormat, kesadaran diri, empati, dan rasa syukur. Mereka juga harus memiliki kecekatan dalam mengambil keputusan dan mengetahui bagaimana mendelegasikan dan berkomunikasi secara efektif.
Selain daripada itu, peran kepemimpinan begitu penting dalam upaya mengatasi perubahan serta mempertahankan dan mengembangkan eksistensi organisasi atau Lembaga karena Kepemimpinan dipercaya sebagai satu kekuatan kunci penggerak organisasi yang mampu membangun suatu budaya baru yang sesuai dengan perubahan. Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu membuat masalah sulit menjadi mudah, mengubah waktu yang lama menjadi sebentar, menjadikan sesuatu yang kompleks menjadi lebih sederhana. Kesederhanaan memudahkan kita dalam mengambil keputusan, menghemat energi, dan meningkatkan daya fokus. Dalam hal ini peran pemimpin yaitu seberapa baik menerapkan pola dan sistem kerja yang ringkas, praktis, mudah, dinikmati dan berdampak pada hasil secara signifikan ada dua aspek penting yang esensial dalam konsep kepemimpinan yaitu pengaruh dan hubungan interpersonal. Kemampuan mempengaruhi dan menjalin hubungan interpersonal dengan kelompok atau tim yang dipimpinnya sangat menentukan kesuksesan pemimpin.
Salah satu konsep kepemimpinan yang bisa digunakan adalah kepemimpinan yang menerapkan konsep berorientasi fokus juga didasari pada dua aspek ini. Seberapa baik pemimpin memberikan pengaruh pada bawahan berupa tingkat fokus atau konsentrasi tertentu dalam pekerjaan dan seberapa baik pemimpin membangun hubungan positif yang dapat menumbuhkan perilaku kerja yang produktif terutama pencapaian hasil-hasil yang lebih baik. Sehingga dapatlah dibuat definisi tentang kepemimpinan berorientasi fokus (focus oriented leadership) sebagai aktivitas interaksi yang dilakukan pemimpin untuk membantu bawahan menjadi lebih fokus dalam bekerja sehingga menghasilkan produktivitas terbaik. Peran pemimpin berorientasi fokus yang dikembangkan dengan empat dimensinya yaitu: menghilangkan gangguan, membatasi target, menyederhanakan tugas, dan mengoptimalkan flow dan hal tersebut merupakan gagasan penting bagi para pemimpin dalam memaksimalkan kinerja bawahan.
1. Menghilangkan gangguan maksunya adalah pemimpin dapat pula meminimalisir kondisi demikian yaitu tidak membiasakan bawahan bekerja dalam tekanan, memastikan standar waktu dan segera menindaklanjuti pekerjaan bawahan agar bawahan tidak menunda-nunda, menetapkan job description yang lebih jelas dan memastikan bawahan bertanggungjawab penuh mengerjakan tupoksi masing-masing, mengarahkan bawahan untuk terbiasa menolak secara sopan jika seandainya tugas tambahan yang diberikan membuat karyawan tidak fokus dalam menuntaskan pekerjaan utamanya
2. Membatasi target maksudnya yaitu seberapa baik pimpinan menetapkan batasan sasaran yang menjadi sedikit kegiatan prioritas terpenting yang memberikan dampak maksimal bagi organisasi. Perlu dibatasi karena kapasitas manusia memiliki keterbatasan dalam mengerjakan beberapa aktivitas sekaligus dalam waktu bersamaan. Hal ini bertolakbelakang dengan pandangan sebagian kalangan yang setuju dengan konsep multitasking. Asumsi pendukung multitasking yaitu manusia memiliki kapasitas otak memproses informasi secara paralel sehingga mampu menyelesaikan beberapa pekerjaan secara bersamaan dalam satu waktu.
3. kegiatan yang bisa dilakukan dalam menyederhanakan yaitu: (1) menciptakan lingkungan kerja yang rapi sebab stres visual karena lingkungan yang berantakan menurunkan semangat kerja, (2) bekerja perlahan untuk mencapai kualitas maksimal tanpa harus selalu diburu-buru deadline, (3) menerima perubahan dan ketidaksempurnaan sebab jika selalu memaksa perfect dan sesuai keinginan akan membuat frustasi, (4) bersikap fleksibel dengan banyak alternatif yang lebih baik agar tidak monoton, (5) tidak mencoba mengendalikan apa yang tidak sanggup untuk dikontrol demi menghindari konflik yang tidak produktif dan berujung pada perselisihan, (6) mengantisipasi kesulitan dengan mengelola kemudahan, dan (7) memilih untuk mengerjakan aktivitas sesuai dengan passion (gairah) ketimbang terpaksa melakukan hal yang dibenci.
4. Bagi para pemimpin, mengoptimalkan flow berarti membantu bawahan untuk dapat berkonsentrasi penuh dengan melibatkan kesadaran utuh pribadinya dalam suatu tugas atau pekerjaan yang dikerjakan dengan motivasi internal yang kuat dan perasaan nikmat (enjoy). Beberapa aktivitas berikut dapat dikerjakan untuk mengoptimalkan flow: (1) membantu bawahan memahami secara sadar apa yang dilakukan, (2) mengajarkan dan melatih bagaimana cara melakukannya, (3) memberitahu bawahan seberapa baik mereka dapat melakukannya, (4) memberitahu bawahan ke mana arah dan tujuan yang hendak dicapai, (5) memberikan pemahaman terkait tantangan yang ada, (6) memahamkan tentang keterampilan yang diperlukan, dan (7) membebaskan dari gangguan dalam pekerjaan.Pemimpin dan managemen memiliki keterkaitan dalam membangun pengelolaan yang baik dalam proses mutu Pendidikan dan Managemen Pendidikan membutuhkan pemimpin yang efektif berkarakteristik serta memahami konsep berorientasi focus dengan 4 dimensi menghilangkan gangguan, membatasi target, menyederhanakan tugas, dan mengoptimalkan flow sebagaimana telah dijelaskan di atas.
Penulis: ILFI JOHAR NAFISAH,S.Pd.I,M.Pd, Dosen Tetap STAI ASSHIDDIQIYAH KARAWANG
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











