bukamata.id – Sebuah bengkel motor sederhana di pinggir Jalur Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul mendadak menjadi perbincangan hangat warganet. Bukan karena teknologi canggih atau layanan super premium, melainkan karena sebuah gelas kopi yang tak pernah dicuci. Gelas itu bukan gelas biasa—di baliknya tersimpan cerita pertemuan tak terduga antara seorang pemilik bengkel dan musisi papan atas Tanah Air, Ariel NOAH.
Pemilik bengkel tersebut bernama Priyanto. Sehari-hari, ia menjalani rutinitas sebagai montir motor di bengkel kecil bernama WJ Motor, melayani pelanggan yang melintas di jalur wisata selatan Yogyakarta. Namun siapa sangka, rutinitas itu berubah menjadi cerita unik yang viral, hanya karena satu kunjungan singkat dari vokalis band NOAH.
Momen tak biasa itu terjadi ketika Ariel NOAH singgah ke bengkel milik Priyanto untuk memperbaiki Vespa kesayangannya. Tak ada rencana besar, tak ada keramaian penggemar. Ariel datang layaknya pelanggan biasa—memarkir motor, berbincang ringan, lalu menunggu motornya ditangani.
Sebagai tuan rumah, Priyanto menyuguhkan secangkir kopi kepada Ariel. Sebuah gestur sederhana yang lazim dilakukan di bengkel-bengkel pinggir jalan. Namun, siapa sangka, gelas kopi itu kelak menjadi “artefak bersejarah” bagi sang pemilik bengkel.
Cerita tersebut pertama kali dibagikan langsung oleh Priyanto melalui akun Instagram pribadinya, @bakul_angin2k. Dalam unggahan itu, ia menceritakan pengalamannya bertemu langsung dengan Ariel NOAH, lengkap dengan foto-foto yang memperlihatkan kebersamaan mereka di bengkel sederhana tersebut. Unggahan itu pun dengan cepat menyebar dan menuai beragam reaksi lucu, kagum, hingga iri dari warganet.
Salah satu hal yang paling mencuri perhatian adalah pengakuan Priyanto yang dengan polos namun jujur mengatakan bahwa ia tidak mau mencuci gelas kopi bekas Ariel. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin terdengar berlebihan. Namun bagi Priyanto, gelas tersebut bukan lagi sekadar alat minum.
Dalam unggahannya, ia mengaku sengaja menyimpan gelas kopi yang sempat digunakan oleh Ariel NOAH saat menunggu motornya diperbaiki. Alih-alih mencucinya seperti gelas lain, Priyanto memilih menyimpannya sebagai kenang-kenangan berharga. Sebuah simbol pertemuan singkat namun membekas.
Bagi Priyanto, kedatangan Ariel ke bengkelnya adalah momen langka yang mungkin tak akan terulang. Ia bukan manajer artis, bukan pula orang yang terbiasa berurusan dengan dunia hiburan. Ia hanyalah seorang montir di Gunungkidul yang mendadak bisa berbincang santai dengan idolanya.
Tak heran jika gelas kopi itu dianggap memiliki nilai sentimental tersendiri. Bukan soal harga atau ketenaran, melainkan soal cerita di baliknya—tentang kebanggaan, kejutan, dan rasa bahagia yang datang tanpa diduga.
Namun kisah unik ini tak berhenti di situ. Priyanto kembali membuat warganet terhibur dengan aksinya memasang sebuah banner besar di area bengkel. Banner tersebut menampilkan foto dirinya bersama Ariel NOAH, lengkap dengan tulisan yang langsung mencuri perhatian siapa saja yang melintas.
“WJ Motor, Bengkelnya Ariel NOAH”
Kalimat sederhana itu sontak mengundang tawa dan komentar kocak dari pengguna media sosial. Banyak yang menilai tulisan tersebut jenaka, jujur, sekaligus cerdas. Sebab tanpa promosi berlebihan, banner itu langsung melekat di ingatan siapa pun yang membacanya.
Bagi Priyanto, banner tersebut bukan sekadar strategi promosi. Ia adalah bentuk kebanggaan. Bengkel kecilnya, yang selama ini hanya dikenal warga sekitar dan para pelintas JJLS, kini punya cerita yang bisa ia ceritakan kepada siapa pun yang datang.
Lokasi bengkel WJ Motor sendiri memang cukup strategis. Terletak di Jalur Lintas Selatan Gunungkidul, bengkel ini kerap menjadi tempat singgah para pengendara motor, terutama wisatawan dan komunitas Vespa yang gemar menjelajah jalur pesisir selatan Jawa.
Sejak unggahan Priyanto viral, bengkel tersebut pun ikut terseret dalam arus perhatian publik. Banyak warganet yang berseloroh ingin mampir ke WJ Motor, sekadar melihat langsung “gelas legendaris” yang tak dicuci itu, atau berfoto di depan banner bertuliskan “Bengkelnya Ariel NOAH”.
Kolom komentar unggahan Priyanto pun dipenuhi reaksi beragam. Sebagian besar merasa terhibur dengan kejujuran dan keluguannya. Ada yang menyebut Priyanto sebagai penggemar sejati, ada pula yang bercanda mengatakan gelas kopi tersebut layak diberi etalase khusus.
Tak sedikit pula yang menganggap tindakan Priyanto sebagai bentuk kecintaan sederhana seorang penggemar kepada idolanya. Tanpa teriak histeris, tanpa meminta tanda tangan berlebihan, ia memilih menyimpan kenangan dengan caranya sendiri—diam, sederhana, namun penuh makna.
Di balik tawa dan komentar lucu, kisah ini juga mencerminkan sesuatu yang lebih dalam. Bahwa figur publik, sehebat apa pun, tetap bisa hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat biasa. Bahwa pertemuan singkat di bengkel pinggir jalan bisa menjadi cerita yang diceritakan berulang kali dengan senyum lebar.
Kisah Priyanto dan gelas kopi Ariel NOAH mungkin terlihat remeh di tengah hiruk-pikuk berita besar. Namun justru dari kesederhanaannya, cerita ini berhasil menghadirkan kehangatan. Ia mengingatkan bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal-hal kecil—secangkir kopi, sebuah pertemuan singkat, dan keberanian untuk mengabadikannya dengan jujur.
Dan di sebuah bengkel kecil di Gunungkidul, sebuah gelas kopi kini bukan lagi sekadar gelas. Ia telah berubah menjadi cerita, kenangan, dan senyum yang terus hidup—selama Priyanto memilih untuk tidak mencucinya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











