Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Ketika Generasi Z Memimpin: Kisah Raden Raka, Ketua RW Termuda dari Cimahi

By Aga GustianaKamis, 22 Januari 2026 11:49 WIB4 Mins Read
Raden Raka, Ketua RW termuda di Cimahi. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamat.id – Usianya baru 22 tahun ketika namanya disebut sebagai Ketua RW 03 di Kelurahan Padasuka, Kota Cimahi, Jawa Barat. Di usia ketika sebagian besar anak muda masih sibuk menuntaskan kuliah atau merintis karier pertama, Raden Raka justru memikul tanggung jawab sosial yang selama ini identik dengan figur berusia matang. Ia kini tercatat sebagai salah satu Ketua RW termuda di Kota Cimahi, sekaligus simbol kehadiran generasi Z dalam struktur pemerintahan kewilayahan.

Hari-hari awal kepemimpinannya masih terasa sangat baru. Raka sendiri mengaku belum sepenuhnya menyadari perubahan status yang kini melekat padanya. “Sekarang terhitung baru hari kedua. Baru banget, fresh,” ucap Raden, dikutip Kamis (22/1/2026).

Namun, di balik usia yang terbilang muda, ketertarikan Raka terhadap tata kelola masyarakat bukanlah hal yang muncul tiba-tiba. Minat itu telah tumbuh sejak masa kanak-kanak, dengan cara yang mungkin tak terduga: melalui permainan video. Sejak usia lima hingga sepuluh tahun, Raka akrab dengan game bergenre city builder seperti SimCity, City Skylines, hingga Manor Lords. Dari layar permainan itulah, benih ketertarikan terhadap pengelolaan kota dan masyarakat mulai tumbuh.

“Dari game itu saya belajar bahwa mengelola kota dan masyarakat itu kompleks. Ada banyak masalah yang harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan. Dari situ saya penasaran, apakah cara berpikir itu bisa diterapkan langsung di masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga:  Bey Machmudin Harap GIIAS jadi Media Pembelajaran untuk Anak Muda di Bidang Otomotif

Rasa penasaran itu tidak berhenti sebagai gagasan. Raka memilih untuk turun langsung ke lapangan, menyentuh realitas sosial yang selama ini ia bayangkan lewat simulasi digital. Keputusan mencalonkan diri sebagai Ketua RW menjadi jawaban atas kegelisahannya melihat berbagai persoalan di lingkungannya sendiri.

Salah satu persoalan paling krusial yang menjadi fokus Raka adalah banjir. Selama lebih dari 25 tahun, wilayah RW 03 Padasuka telah menjadi langganan genangan air. Masalah ini bukan sekadar soal rumah yang terendam, melainkan berdampak luas terhadap kehidupan ekonomi dan sosial warga. Melalui konten media sosial yang ia unggah, persoalan banjir itu sempat viral dan ditonton ratusan ribu kali, hingga akhirnya menarik perhatian langsung Wali Kota dan Camat setempat.

“Banjir itu bukan cuma air masuk rumah, tapi ekonomi mati. Orang nggak jadi belanja, usaha tutup, investasi enggan masuk. Itu yang terus saya perjuangkan,” tegasnya.

Di luar perannya sebagai Ketua RW, Raden Raka masih berstatus mahasiswa semester sembilan Jurusan Bisnis di Binus Bandung. Ia tinggal bersama orang tuanya dan ikut mengelola usaha toko kue keluarga. Aktivitas kewirausahaan sudah menjadi bagian dari hidupnya sejak muda. Selain menjadi RW, pria yang masih lajang ini dikenal sebagai wirausaha muda dan kerap mengisi seminar-seminar bisnis. Pada tahun 2020, ia bahkan sempat membuka coffee shop sebagai bentuk eksplorasi awal dunia usaha.

Baca Juga:  Kawani Academy Siap Lahirkan Generasi Gemilang Songsong Indonesia Emas 2045

Namun, jalan menuju kursi Ketua RW tidak sepenuhnya mulus. Faktor usia menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapinya. Saat pertama kali mencalonkan diri, penolakan datang dari sebagian warga yang meragukan kapasitas anak muda dalam memimpin wilayah. Raka menyadari skeptisisme itu, tetapi ia memilih untuk tidak mundur.

Proses pemilihan sendiri awalnya diikuti oleh empat calon, sebelum akhirnya mengerucut menjadi dua kandidat: Raka dan kandidat petahana yang telah menjabat selama lima tahun sebelumnya. Dalam masa sosialisasi, Raka berupaya mendekati warga dari rumah ke rumah, menyampaikan ide, gagasan, serta arah perubahan yang ingin ia bawa.

“Banyak masyarakat yang awalnya belum percaya dengan anak muda. Tapi saya coba jelaskan ide, gagasan, dan arah perubahan yang ingin saya lakukan. Saya bilang, kalau mau perubahan, ayo kita jalan bareng,” katanya.

Pendekatan tersebut perlahan membuahkan hasil. Pada hari pemilihan, dukungan warga mengalir deras. Raden Raka meraih 65 persen suara, angka yang cukup meyakinkan untuk menandai kepercayaan masyarakat kepadanya. Mandat sebagai Ketua RW 03 Padasuka pun resmi berada di pundaknya. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah membuka ruang bagi anak muda untuk memimpin di tingkat paling dasar pemerintahan.

Baca Juga:  Hari Sumpah Pemuda, Ali Syakieb: Milenial dan Gen Z Penentu Kemenangan Pasangan Bedas

Menariknya, pencalonan Raka dilakukan secara mandiri tanpa sokongan finansial dari keluarga. Seluruh biaya kampanye ia kumpulkan dari jejaring dan relasi yang telah dibangunnya selama ini, termasuk dukungan dari para pengusaha yang mengenalnya.

“Modal kampanye sekitar Rp 30 juta rupiah. Saya punya networking sama pengusaha-pengusaha banyak yang support lah dari mereka. Kalau dibandingkan dengan gaji RW yang Rp 500 ribu per bulan, itu mungkin puluhan tahun balik modalnya. Jadi ini memang soal keikhlasan dan tanggung jawab,” ungkapnya.

Bagi Raka, menjadi Ketua RW bukanlah soal jabatan atau keuntungan materi. Posisi ini ia maknai sebagai ruang belajar sekaligus ladang pengabdian. Ia berharap kehadirannya dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya untuk berani terjun ke pemerintahan tingkat akar rumput. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberanian saja tidak cukup.

Anak muda, menurut Raka, perlu datang dengan persiapan, gagasan, dan komitmen yang jelas. Sebab, memimpin masyarakat nyata jauh lebih kompleks dibandingkan simulasi apa pun. Kini, di usia 22 tahun, Raden Raka memulai babak baru: memimpin, mendengar, dan bekerja bersama warganya—mewujudkan gagasan perubahan yang dulu hanya ia bayangkan di layar permainan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak muda Banjir Cimahi Generasi Z Ketua RW Cimahi Ketua RW termuda Pemuda Inspiratif Raden Raka
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan

Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis

Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.