Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB

Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC

Selasa, 27 Oktober 2026 18:05 WIB

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Khidmat! Malam Imlek di Wihara Dharma Ramsi Penuh Harapan dan Kedamaian

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 16 Februari 2026 21:43 WIB2 Mins Read
Suasana khidmat menyelimuti perayaan malam Imlek 2026 di Wihara Dharma Ramsi, Kampung Toleransi Bandung. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana khidmat dan penuh harapan terasa di Wihara Dharma Ramsi, Kampung Toleransi, saat umat Tionghoa melaksanakan ibadah malam Tahun Baru Imlek, Senin (16/2/2026). Sejak sore hingga malam hari, jemaat datang silih berganti untuk berdoa, menyalakan lilin, serta memanjatkan harapan di tahun baru.

Erna, humas wihara, mengatakan puncak kedatangan jemaat biasanya terjadi pada malam hari. “Dari malam sudah ramai. Jemaat datang bergantian, ada yang pulang lalu datang lagi yang baru, sampai larut malam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya warga Bandung yang hadir. Sejumlah jemaat juga datang dari luar kota, termasuk Jakarta, untuk merayakan Imlek bersama di wihara tersebut. Meski jumlah pasti tidak tercatat, setiap tahun ribuan umat diperkirakan memadati lokasi ibadah ini.

Persiapan menyambut Imlek telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya. Mulai dari membersihkan lampu, patung, hingga mempercantik dekorasi agar suasana benar-benar terasa meriah dan sakral. “Setiap tahun pasti ada kemajuan. Kalau tahun lalu masih ada kekurangan, tahun ini kita perbaiki,” katanya.

Tahun ini, perayaan mengusung semangat Tahun Kuda Api yang dimaknai sebagai simbol keberanian, kesuksesan, dan semangat yang membara. Harapan tersebut diharapkan membawa energi positif bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan di tahun mendatang.

Di halaman wihara, deretan lilin berukuran besar tampak menyala. Lilin tersebut memiliki ukuran berbeda, mulai dari 25 hingga 200 kati. Lilin-lilin ini digunakan untuk ritual khusus, termasuk bagi jemaat yang sedang “ciong” atau mengalami ketidakberuntungan menurut kepercayaan Tionghoa.

Salah satu jemaat, Rudi Handra (49), warga Kota Bandung, memaknai Imlek tahun ini sebagai momentum untuk memohon kelancaran usaha serta kedamaian. “Saya berdoa supaya ke depan semua usaha dilancarkan. Yang paling penting juga ada perdamaian di Indonesia, kita sesama umat beragama bisa rukun,” tuturnya.

Ia mengaku, perayaan tahun ini berlangsung lebih sederhana karena keluarganya sedang berduka. Dalam tradisi Tionghoa, keluarga yang baru kehilangan anggota keluarga biasanya tidak merayakan Imlek secara meriah.

Meski sederhana, tradisi tetap dijalankan. Rudi menyebut makanan khas seperti kue keranjang, jeruk, serta buah-buahan menjadi bagian penting dalam perayaan. “Kue keranjang dibagikan ke keluarga dan relasi. Harapannya, persaudaraan kita bisa lengket seperti kue keranjang dan manis,” katanya.

Bagi dirinya, Imlek tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momen refleksi dan berbagi. Ia berharap tahun ini membawa kesehatan, rezeki, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Perayaan malam Imlek di Kampung Toleransi ini kembali menunjukkan harmoni keberagaman di Kota Bandung. Di tengah perbedaan, semangat saling menghormati dan kebersamaan terus terjaga, menjadikan Imlek bukan hanya milik satu kelompok, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.