Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Sabtu, 12 September 2026 13:16 WIB

Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 12:54 WIB

Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis

Sabtu, 12 September 2026 12:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi
  • Teror Petasan Jelang Big Match: Malam Mencekam Skuad Persib di Hotel Jakarta
  • Persija vs Persib Diprediksi Hujan Gol, Maung Bandung Diunggulkan Menang Tipis
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Khidmat! Malam Imlek di Wihara Dharma Ramsi Penuh Harapan dan Kedamaian

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 16 Februari 2026 21:43 WIB2 Mins Read
Suasana khidmat menyelimuti perayaan malam Imlek 2026 di Wihara Dharma Ramsi, Kampung Toleransi Bandung. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Suasana khidmat dan penuh harapan terasa di Wihara Dharma Ramsi, Kampung Toleransi, saat umat Tionghoa melaksanakan ibadah malam Tahun Baru Imlek, Senin (16/2/2026). Sejak sore hingga malam hari, jemaat datang silih berganti untuk berdoa, menyalakan lilin, serta memanjatkan harapan di tahun baru.

Erna, humas wihara, mengatakan puncak kedatangan jemaat biasanya terjadi pada malam hari. “Dari malam sudah ramai. Jemaat datang bergantian, ada yang pulang lalu datang lagi yang baru, sampai larut malam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya warga Bandung yang hadir. Sejumlah jemaat juga datang dari luar kota, termasuk Jakarta, untuk merayakan Imlek bersama di wihara tersebut. Meski jumlah pasti tidak tercatat, setiap tahun ribuan umat diperkirakan memadati lokasi ibadah ini.

Persiapan menyambut Imlek telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya. Mulai dari membersihkan lampu, patung, hingga mempercantik dekorasi agar suasana benar-benar terasa meriah dan sakral. “Setiap tahun pasti ada kemajuan. Kalau tahun lalu masih ada kekurangan, tahun ini kita perbaiki,” katanya.

Tahun ini, perayaan mengusung semangat Tahun Kuda Api yang dimaknai sebagai simbol keberanian, kesuksesan, dan semangat yang membara. Harapan tersebut diharapkan membawa energi positif bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan di tahun mendatang.

Di halaman wihara, deretan lilin berukuran besar tampak menyala. Lilin tersebut memiliki ukuran berbeda, mulai dari 25 hingga 200 kati. Lilin-lilin ini digunakan untuk ritual khusus, termasuk bagi jemaat yang sedang “ciong” atau mengalami ketidakberuntungan menurut kepercayaan Tionghoa.

Salah satu jemaat, Rudi Handra (49), warga Kota Bandung, memaknai Imlek tahun ini sebagai momentum untuk memohon kelancaran usaha serta kedamaian. “Saya berdoa supaya ke depan semua usaha dilancarkan. Yang paling penting juga ada perdamaian di Indonesia, kita sesama umat beragama bisa rukun,” tuturnya.

Ia mengaku, perayaan tahun ini berlangsung lebih sederhana karena keluarganya sedang berduka. Dalam tradisi Tionghoa, keluarga yang baru kehilangan anggota keluarga biasanya tidak merayakan Imlek secara meriah.

Meski sederhana, tradisi tetap dijalankan. Rudi menyebut makanan khas seperti kue keranjang, jeruk, serta buah-buahan menjadi bagian penting dalam perayaan. “Kue keranjang dibagikan ke keluarga dan relasi. Harapannya, persaudaraan kita bisa lengket seperti kue keranjang dan manis,” katanya.

Bagi dirinya, Imlek tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga momen refleksi dan berbagi. Ia berharap tahun ini membawa kesehatan, rezeki, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Perayaan malam Imlek di Kampung Toleransi ini kembali menunjukkan harmoni keberagaman di Kota Bandung. Di tengah perbedaan, semangat saling menghormati dan kebersamaan terus terjaga, menjadikan Imlek bukan hanya milik satu kelompok, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya bersama.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.