Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Viral video ukhti mukena pink.

Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya

Minggu, 15 Maret 2026 19:00 WIB

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Minggu, 15 Maret 2026 18:48 WIB

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

Minggu, 15 Maret 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ramadan 2026 Heboh! Link Video Mukena Pink No Sensor Tersebar, Begini Isi Videonya
  • Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!
  • Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026
  • Alwi Farhan dan Putri KW Tembus Final Swiss Open 2026, Indonesia Bidik Dua Gelar
  • Selisih 4 Poin di Klasemen, Persib vs Borneo FC Jadi Laga Krusial Perebutan Gelar
  • Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Jadi Viral, Part 2 Paling Dicari Warganet
  • Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan
  • Pertarungan Dua Raksasa! Persib vs Borneo FC, Siapa yang akan Kuasai Puncak?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 15 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kinerja Fiskal Jabar Turun, Sekda Bilang Hoaks, Pakar: Itu Fakta dan Ada Dampak Kebijakan KDM

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 15:05 WIB3 Mins Read
Dedi Mulyadi dan Herman Suryatman
Gubernur Jawa Barta, Dedi Mulyadi dan Sekda Jabar, Herman Suryatman. (Foto: Diskominfo Bogor)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penurunan kinerja keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di pertengahan 2025 menuai perhatian nasional. Meski masih berada di tiga besar secara nasional, posisi Jabar yang biasa bertengger di puncak kini tergeser oleh DIY dan NTB. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan menyoroti langsung kinerja fiskal ini dalam rapat koordinasi nasional, Senin (7/7/2025).

“Dulu Jawa Barat nomor satu, sekarang Kang Dedi Mulyadi (KDM) kalah sama Ngarso Dalem Sri Sultan. Dan Pak Lalu Iqbal dari NTB sekarang di atas Jawa Barat,” ujar Tito dalam pernyataan yang disiarkan di kanal YouTube Kemendagri.

Data Kemendagri per Juni 2025 menunjukkan realisasi pendapatan Jawa Barat sebesar 44,72 persen dan belanja 38,79 persen. Di sisi lain, Yogyakarta unggul dengan pendapatan 57,43 persen dan belanja 41,92 persen, diikuti NTB dengan pendapatan 46,26 persen dan belanja 38,99 persen.

Namun, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, membantah keras isu bahwa kondisi fiskal Jabar mengalami kemerosotan tajam.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Klaim Sudah Bayar Pajak Mobil Mewah dan Mutasi Rp70 Juta

“Warga Jawa Barat itu istimewa, aya-aya wae, hoaks muncul di beranda media sosial seolah-olah belanja APBD Jabar merosot, pendapatan anjlok. Itu tidak benar, alias kabar bohong,” tegas Herman melalui Instagram pribadinya, Kamis (10/7/2025).

Ia juga menyebut bahwa posisi ketiga nasional masih layak diapresiasi. “Memang bulan ini DIY dan NTB berada di atas kita. Tapi tidak terlalu jauh. Kita masih top tiga nasional. Jadi ini prestasi yang patut diapresiasi, bukan dikritisi dengan hoaks,” imbuhnya.

Namun, pernyataan Sekda Jabar ini dikritisi oleh Pakar Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas), Acuviarta Kartabi, yang menyebutkan bahwa penurunan kinerja memang nyata terjadi — dan tidak bisa dianggap hanya sebagai hoaks.

“Saya melihat memang ada perubahan dampak perubahan kebijakan fiskal dan politik anggaran, karena sekarang terjadi peningkatan di dalam belanja infrastruktur yang cukup signifikan dan itu membutuhkan proses lelang dan juga persiapan yang tidak cepat. Sehingga penyerapan belanja itu menjadi agak sedikit lambat,” ujar Acuviarta saat dihubungi bukamata.id, Kamis (10/7/2025).

Baca Juga:  Sopir Angkot hingga Kusir Delman di Jabar Bakal Dapat Kompensasi Jika Libur Saat Mudik Lebaran 2026

Namun, hal yang lebih krusial menurutnya adalah kebijakan-kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang dinilai mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya kalangan menengah yang sedang berjuang di tengah tekanan ekonomi.

“Saya kira ada juga efek daripada kebijakan-kebijakan itu terhadap pendapatan, terutama tadi berkaitan dengan industri pertambangan. Kalau dari sisi perhotelan sebetulnya tidak, karena pajak hotel itu kan pajak kabupaten/kota, jadi efeknya lebih ke kabupaten/kota,” jelasnya.

Acuviarta menambahkan bahwa sektor perhotelan dan tambang, meskipun sebagian besar berada di bawah kewenangan kabupaten/kota, tetap memberikan efek berganda terhadap ekonomi provinsi.

“Tidak adanya aktivitas dinas di luar kantor, kunjungan sekolah, atau studi banding, itu pasti berdampak. Ditambah dengan kebijakan pembebasan pajak kendaraan bermotor — seharusnya insentif diberikan kepada yang patuh bayar, bukan yang menunggak. Ini malah bisa melemahkan kesadaran pajak masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Hindari Kesan Politis, Bey Machmudin Ingin Sekda Jabar Dipilih Lewat Seleksi Terbuka

Menurutnya, kondisi ekonomi Jawa Barat saat ini juga sedang tidak baik-baik saja.

“Banyak perusahaan tutup, ekspor tidak menggembirakan, dan kebijakan-kebijakan itu mengakumulasi pelemahan ekonomi baik dari sisi makro maupun mikro,” katanya.

Meski optimistis masih ada ruang perbaikan, Acuviarta mengingatkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan fiskal provinsi agar tidak makin membebani masyarakat dan memperlambat pemulihan ekonomi.

“Saya kira peningkatan pendapatan ini harusnya bisa lebih cepat, karena kita berlangsung adanya intensif fiskal yaitu pembebasan tunggakan pajak kendaraan bermotor, karena itu pemasukan terbesar dari pemasukan pajak di Jabar sebagai sumber pendapatan pajak kendaraan bermotor, dan tentu juga pajak-pajak lain harus ditingkatkan terutama dari sisi PAD nya, ini juga saya kira harus dioptimalkan,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar 2025 Dedi Mulyadi ekonomi jawa barat kebijakan fiskal Kinerja Keuangan Daerah Sekda Jabar
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bukan Main Layangan, Bocah 10 Tahun Ini Malah Sibuk Masak dan Urus Orang Tua Sakit!

Doa Buka Puasa dan Jadwal Adzan Maghrib Bandung 15 Maret 2026

CPNS Kemenag

Mobil Dinas Tak Boleh untuk Mudik, ASN Bandung Diminta Patuhi Aturan

Catat Lokasinya! 21 Titik Wi-Fi Gratis Siap Temani Pemudik di Kabupaten Bandung

The Power of Viral! Usai Pesta Bollywood Disindir Habis-habisan, Jalan Sidoarjo Langsung Mulus?

Jumlahnya Besar dan Rentan, Rafael Situmorang Soroti Perlindungan Sosial Pekerja Informal

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh di Media Sosial, Video Ukhti Mukena Pink Bersensor Putih Bikin Netizen Penasaran
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.