Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81

Selasa, 27 Oktober 2026 21:50 WIB

Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil

Selasa, 27 Oktober 2026 20:43 WIB

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Ilustrator, KAI Diduga Andalkan AI untuk Livery HUT ke-81
  • Polisi Amankan 8 Pemuda di Terminal Tegalega, Golok hingga Ganja Ditemukan di Mobil
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Komdigi Ancam Blokir Grok AI Usai Viral Manipulasi Foto Tak Senonoh

By Aga GustianaKamis, 8 Januari 2026 10:55 WIB3 Mins Read
Layanan Grok AI. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) tengah menelusuri dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan Grok AI yang terintegrasi di platform media sosial X. Teknologi berbasis AI milik Elon Musk tersebut belakangan disorot karena dimanfaatkan untuk membuat dan menyebarkan konten bermuatan asusila, termasuk manipulasi foto pribadi tanpa persetujuan pemiliknya.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menegaskan bahwa setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memiliki kewajiban menghadirkan sistem perlindungan yang kuat bagi pengguna. Upaya tersebut meliputi penyempurnaan moderasi konten, pencegahan pembuatan deepfake bermuatan pornografi, serta mekanisme penanganan cepat terhadap laporan pelanggaran privasi dan hak citra diri.

“Setiap PSE wajib memastikan bahwa teknologi yang mereka sediakan tidak menjadi sarana pelanggaran privasi, eksploitasi seksual, maupun perusakan martabat seseorang,” kata Alexander dalam keterangan tertulis, Rabu (7/1/2026).

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap regulasi di Indonesia merupakan kewajiban mutlak bagi seluruh PSE yang beroperasi di dalam negeri. Jika ditemukan pelanggaran atau sikap tidak kooperatif, Komdigi memiliki kewenangan menjatuhkan sanksi administratif hingga penghentian akses terhadap layanan Grok AI maupun platform X.

Baca Juga:  Begini Kata TikTok Usai Izin Dibekukan Gara-gara Tolak Beri Data

Pemanfaatan Grok AI sendiri memicu diskursus luas soal etika kecerdasan buatan di ruang digital. Sejumlah pengguna diketahui memberikan perintah tertulis agar sistem AI tersebut memodifikasi foto individu, termasuk mengubah pakaian tertutup menjadi busana terbuka seperti bikini, meski foto asli tidak menampilkan hal tersebut.

Berdasarkan penelusuran awal Komdigi, Grok dinilai belum memiliki sistem pengamanan yang cukup tegas untuk mencegah produksi konten pornografi berbasis manipulasi foto. “Hal ini berisiko menimbulkan pelanggaran serius terhadap privasi dan hak citra diri warga,” tutur Alexander.

Baca Juga:  Komdigi Klaim Blokir Ratusan Ribu Situs Judol dalam 17 Hari

Menurutnya, praktik semacam ini tidak sekadar persoalan manipulasi visual, melainkan bentuk perampasan kontrol individu atas identitas dirinya. Dampaknya pun dapat meluas, mulai dari tekanan psikologis, stigma sosial, hingga kerusakan reputasi korban.

Alexander menegaskan bahwa baik penyedia layanan AI maupun pengguna yang terbukti membuat atau menyebarkan konten pornografi serta manipulasi citra pribadi tanpa hak dapat dikenai sanksi administratif dan/atau pidana sesuai hukum yang berlaku.

Ia juga mendorong masyarakat yang menjadi korban deepfake asusila atau pelanggaran hak citra diri untuk menempuh jalur hukum yang tersedia, termasuk melapor kepada aparat penegak hukum serta mengajukan pengaduan resmi ke Kementerian Komdigi.

Baca Juga:  Jagat Ubah Format Permainan ‘Berburu Koin’ Usai Diskusi dengan Komdigi

Regulasi terkait konten pornografi tercantum dalam Pasal 172 dan Pasal 407 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang mulai berlaku sejak 2 Januari 2026. Pasal 172 menjelaskan definisi pornografi sebagai media bermuatan kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan, sedangkan Pasal 407 mengatur ancaman pidana penjara minimal enam bulan dan maksimal sepuluh tahun atau denda sesuai ketentuan.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk menggunakan teknologi akal imitasi secara bertanggung jawab. Ruang digital bukan ruang tanpa hukum, ada privasi dan hak atas citra diri setiap warga yang harus dihormati dan dilindungi,” ujar Alexander.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

komdigi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!

Nikmati Kuliner Lezat di Roemah Legit, bank bjb Hadirkan Promo Diskon Spesial Pengguna DIGI

Ilustrasi emas antam

Antam Meroket Lagi! Cek Rincian Harga Emas Antam, Galeri 24, dan UBS Hari Ini 27 Oktober 2026

Kedekatannya hanya Gimmick? Amanda Manopo Blak-blakan Soal Hubungannya dengan Fajar Sadboy!

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.