bukamata.id – Ratusan siswa SMA Negeri 1 Cimarga sempat melakukan aksi mogok sekolah setelah mencuatnya dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah, Dini Fitria, terhadap seorang siswa. Peristiwa ini viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Kronologi Dugaan Kekerasan di SMAN 1 Cimarga
Kasus ini bermula saat kegiatan Jumat Bersih di lingkungan sekolah. Seorang siswa berinisial ILP (17) diduga mendapat perlakuan kasar dari sang kepala sekolah.
Menurut penuturan Dini Fitria, insiden terjadi ketika ia melihat asap rokok dari tangan siswa tersebut dari jarak sekitar 20–30 meter. Saat dipanggil, ILP justru berlari menjauh.
Dini mengaku kecewa karena ILP tidak mengakui perbuatannya. Dalam kondisi emosi, ia menegur dengan keras dan menepuk punggung siswa, namun membantah tudingan adanya tindakan pemukulan atau penendangan keras.
Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan
Imbas dari insiden ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menonaktifkan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga untuk sementara waktu.
“Kami berharap semua siswa kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah,” ujar Adang Abdurrahman, Plt. Kepala Bidang SMA Dindikbud Banten saat meninjau sekolah tersebut, Rabu (15/10/2025).
Adang menambahkan, Dindikbud memprioritaskan pemulihan suasana belajar, terutama bagi siswa kelas 12 yang tengah bersiap menghadapi ujian masuk perguruan tinggi.
KBM SMAN 1 Cimarga Kembali Normal
Setelah dinonaktifkannya kepala sekolah, aktivitas belajar di SMAN 1 Cimarga kembali berjalan normal.
“Sebanyak 99 persen siswa sudah mengikuti pelajaran di sekolah,” kata Adang.
Ia menegaskan pihaknya bersama stakeholder terkait tengah melakukan kajian dan pemeriksaan atas kasus tersebut agar kejadian serupa tak terulang.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Lebak, Gugun Nugraha, juga memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 1 Cimarga sudah kembali kondusif.
“Kami minta aksi mogok belajar jangan sampai terulang,” tegasnya.
Guru dan Siswa Apresiasi Kondisi Sekolah yang Kembali Kondusif
Salah satu guru, Dhea, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu penyelesaian kasus tersebut.
“Kami berharap pelaksanaan KBM berjalan lancar, aman, nyaman, dan harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Fikri, siswa kelas 10 SMAN 1 Cimarga, mengaku senang bisa kembali mengikuti pelajaran di sekolah setelah permasalahan diselesaikan oleh pihak Dinas Pendidikan, Komite Sekolah, dan OSIS.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











