Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
The Great Asia Africa 2.0

Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On

Sabtu, 4 April 2026 21:07 WIB

Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini

Sabtu, 4 April 2026 20:16 WIB

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Sabtu, 4 April 2026 20:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Sekadar Jalan-Jalan! Ini 10 Spot ‘Healing’ Terbaik di Bandung yang Bikin Gagal Move On
  • Rumor Kencan Bernadya dan Iqbaal Ramadhan Pecah! Berawal dari Foto ‘Blur’, Netizen Temukan Bukti Ini
  • Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI
  • Prediksi Persib vs Semen Padang: Bobotoh Cantik Ini Ingatkan Maung Bandung Jangan Jemawa
  • Adu Sabar! Aksi Petugas Rekam KTP ODGJ Ini Malah Bak Shooting Film Action
  • Cantik Saja Enggak Cukup! Mojang Bandung Ini Pilih ‘Jalur Langit’ demi Orang Tua
  • Kisah Mantan Kanit Tipidkor Pilih Jadi Tukang Kopi: Lebih Baik Patah Daripada Bengkok!
  • Sergio Ramos Dirumorkan Gabung Persija Jakarta Musim Depan, Siap Digaji Rp70 Miliar?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 4 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Konflik Internal Keraton Solo Memuncak, Dualisme Kepemimpinan Kembali Jadi Sorotan

By SusanaSenin, 19 Januari 2026 14:02 WIB3 Mins Read
Saatnya! Berikut adalah output sesuai permintaan Anda:.
Keraton Surakarta Hadiningrat. Foto: Wikipedia.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Situasi di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memanas saat Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Nomor 8 Tahun 2026 terkait penunjukan pelaksana pengelolaan cagar budaya, Minggu (18/1/2026).

Namun acara yang seharusnya berlangsung khidmat itu berubah ricuh ketika GKR Panembahan Timoer Rumbai, putri tertua Paku Buwono XIII (PB XIII), naik ke mimbar menyampaikan keberatan.

Ketegangan meningkat saat mikrofon yang digunakannya dimatikan, memicu teriakan protes dari undangan, Sentono, dan Abdi Dalem Keraton. Menanggapi situasi, Fadli Zon menghampiri GKR Timoer Rumbai dan berdiskusi dengan Permaisuri PB XIII, sebelum tetap melanjutkan penyerahan SK secara simbolis.

Menurut Fadli Zon, penunjukan pelaksana dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan pelestarian dan pemajuan kebudayaan Keraton Surakarta sekaligus memastikan penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Kita melihat dari sisi pemerintah, tujuannya untuk melakukan penjagaan terhadap cagar budaya ini,” ujar Fadli Zon.

Keberatan Keluarga PB XIV Purboyo

Baca Juga:  Fadli Zon dan Komeng Saling Dukung Hadapi Kompetisi Pemilu 2024

Kubu PB XIV Purboyo menyatakan keberatan karena merasa tidak dilibatkan dalam agenda penyerahan SK. GKR Timoer Rumbai dan GRAy Devi Lelyana Dewi terdengar meminta bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan RI di lokasi acara.

“Kami keluarga besar Pakubuwono XIII sebetulnya seperti tidak diorangkan, tidak diundang, dan tidak dianggap. Padahal keraton ini ada tuan rumahnya,” ujar GKR Timoer Rumbai.

Pihak PB XIV Purboyo telah melayangkan surat keberatan ke Kementerian Kebudayaan dan Presiden, serta menyiapkan langkah hukum melalui kuasa hukum yang ditunjuk oleh Sinuhun PB XIV.

Kronologi Insiden Penyerahan SK

Sejak pagi hari sebelum acara, ketegangan sudah muncul. Rombongan dari kubu tertentu berupaya membuka Kori Gajahan yang terkunci dari dalam, disusul aksi dorong antar pihak dan intervensi aparat kepolisian.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Kucurkan Rp25 Miliar untuk Lindungi Pekerja Informal dan Pelaku Seni

Saat prosesi resmi dimulai, SK penunjukan KGPH Tedjowulan sebagai pelaksana pengelolaan cagar budaya diserahkan, meski tanpa prosesi simbolis, karena keberatan terbuka dari anggota keluarga keraton. Adu mulut antar kubu memuncak, mempertegas dualisme internal yang belum terselesaikan.

Akar Konflik Dualisme Kepemimpinan Keraton Solo

Perpecahan di Keraton Kasunanan Surakarta bukan fenomena baru. Konflik ini berakar dari wafatnya PB XIII pada 2 November 2025, meninggalkan kekosongan kepemimpinan karena tidak ada penunjukan pewaris yang tegas. Dua putra PB XIII masing-masing mengklaim legitimasi sebagai penerus takhta, memunculkan dua kubu bersaing:

  1. Kubu senioritas: Berpegang pada anak laki-laki tertua sebagai penerus sah sesuai paugeran (aturan adat).
  2. Kubu titah raja: Mengacu pada titah lisan PB XIII yang menunjuk putra mahkota.
Baca Juga:  Pemprov Jabar Kucurkan Rp25 Miliar untuk Lindungi Pekerja Informal dan Pelaku Seni

Ketiadaan penunjukan tertulis dan perbedaan interpretasi hak waris memperdalam konflik. Penunjukan pelaksana cagar budaya oleh Menteri Kebudayaan semakin memperumit situasi karena dinilai memihak salah satu kubu.

Dampak Konflik terhadap Keraton dan Budaya

Konflik berkepanjangan membawa sejumlah dampak serius:

  • Dualisme kepemimpinan: Dua pihak mengklaim status Paku Buwono XIV, membingungkan publik dan internal keraton.
  • Ancaman terhadap pelestarian budaya: Koordinasi internal yang terganggu bisa menghambat perawatan aset budaya dan ritual adat.
  • Retaknya hubungan keluarga dalem: Persaudaraan terpecah, menimbulkan luka sosial yang sulit dipulihkan.

Meski demikian, banyak pihak menilai musyawarah keluarga menjadi kunci untuk mengakhiri dualisme dan memulihkan martabat Keraton Solo sebagai warisan budaya bangsa.

Tanpa penyelesaian yang bijak, perpecahan berisiko terus berlarut, mengancam nilai-nilai luhur yang dijaga selama berabad-abad.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dualisme Kepemimpinan Keraton Solo Fadli Zon GKR Timoer Rumbai Keraton Kasunanan Surakarta Konflik Keraton Solo PB XIV Purboyo Penyerahan SK Menteri Kebudayaan
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mandat Suci di Lebanon Berakhir di Tanah Air: Momen Haru Kepulangan Jenazah 3 Prajurit TNI

Komisi IV DPRD Jabar Soroti LKPJ 2025: Gini Ratio hingga Tunda Bayar Jadi Catatan

Cuaca Ekstrem Bandung Makan Korban! Pohon Tumbang di Caringin Tewaskan Pengendara

Musda Golkar Jabar Berakhir, Daniel Mutaqien Resmi Jadi Ketua

pembunuhan

Tragis! Bocah 11 Tahun Tewas Terserempet Kereta saat Menuju Rumah Nenek

Cuaca Ekstrem Hantam Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan

Terpopuler
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit, Link Palsu Mengintai Warganet, Cek Aslinya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.