Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Video Hari Pertama Masuk Neraka: Konten AI yang Picu Kontroversi Keagamaan

By Aga GustianaKamis, 5 Juni 2025 19:15 WIB4 Mins Read
Viral video AI hari pertama di neraka. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Video dengan judul “Hari Pertama Masuk Neraka” yang menggunakan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan atau AI tengah menyita perhatian masyarakat Indonesia. Video tersebut viral di media sosial karena menampilkan ilustrasi neraka dengan nuansa komedi yang dinilai menyinggung nilai-nilai keagamaan. Kata kunci Hari Pertama Masuk Neraka menjadi perbincangan hangat di jagat maya sejak awal Juni 2025.

Video AI dan Kehebohan di Media Sosial

Video ini pertama kali diunggah oleh akun TikTok @veo3sesat pada 2 Juni 2025. Dalam video berdurasi singkat itu, tampak seorang pria duduk berendam di kolam lava dengan latar neraka yang digambarkan secara dramatis namun disisipkan unsur humor. Ia berkata, “Hari pertama masuk di neraka,” sambil memperlihatkan mimik santai.

Konten ini kemudian dibagikan ulang oleh akun Instagram @rizkyaulia, dan langsung menyebar luas di berbagai platform seperti X (sebelumnya Twitter), YouTube Shorts, hingga grup WhatsApp. Unggahan itu memicu reaksi beragam, mulai dari cemoohan hingga kecaman keras terhadap pembuat konten.

Reaksi Publik dan Netizen

Mayoritas netizen menilai video tersebut tidak pantas karena menggambarkan sesuatu yang sakral sebagai bahan lelucon. Salah satu pengguna X menulis, “Cemas plus MUAK BGT sampe ada yg bikin suasana neraka pake AI generate. NERAKA LOH INI NERAKA!! Bisa-bisanya dibercandain sebercanda itu!”

Baca Juga:  Menag Soroti Efisiensi Pengelolaan Dana Haji dan Koordinasi BPKH-MUI

Tidak sedikit pula warganet yang menilai video ini sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol keimanan umat Islam. Mereka mengingatkan bahwa neraka adalah konsep serius dalam berbagai agama, khususnya Islam, dan tidak pantas dijadikan materi humor.

Tanggapan Tokoh Agama dan MUI

Video Hari Pertama Masuk Neraka turut mengundang tanggapan dari para tokoh agama di dalam dan luar negeri. Ustaz Adi Hidayat, dalam salah satu ceramahnya, menegaskan bahwa neraka bukanlah bahan candaan. “Sejak kapan neraka jadi bahan candaan? Padahal neraka itu ditampilkan dalam Al-Qur’an sebagai ancaman yang sangat mengerikan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Utang Ranuwijaya, menyebut video tersebut sebagai bentuk pendangkalan akidah. Ia menegaskan bahwa penggambaran neraka yang disederhanakan lewat teknologi AI bisa menjadi bentuk penyesatan umat dan melecehkan ajaran agama.

Baca Juga:  Video Rok Hijau Jadi Tren Pencarian, Ini Bahaya Tersembunyi di Baliknya

Tokoh agama asal Malaysia, Azhar Idrus, mengecam keras video tersebut. Ia menyatakan bahwa jika pembuat konten adalah seorang Muslim, maka perbuatannya bisa dikategorikan sebagai murtad karena meremehkan azab Allah.

Teknologi AI dan Penyalahgunaannya

Video ini diduga menggunakan teknologi AI generatif terbaru dari Google, Veo, yang mampu membuat video otomatis hanya berdasarkan teks atau gambar. Meskipun teknologi ini memberi kemudahan dalam produksi visual, penggunaannya tetap harus mempertimbangkan konteks sosial, etika, dan keagamaan.

Konten AI seperti ini menjadi bukti bahwa regulasi dan edukasi terhadap penggunaan AI sangat dibutuhkan. Dalam kasus ini, teknologi yang seharusnya membantu kreativitas justru disalahgunakan untuk membuat konten kontroversial yang menyinggung kepercayaan publik.

Permintaan Maaf dan Penghapusan Konten

Setelah menerima banyak kecaman, pemilik akun @veo3sesat akhirnya meminta maaf secara terbuka. Ia juga telah menghapus video dari akun TikTok-nya dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan serupa.

Namun, jejak digital konten tersebut tetap tersebar di berbagai platform. Para tokoh dan netizen mengingatkan agar kreator konten lebih berhati-hati dalam membuat materi, terutama yang berkaitan dengan hal-hal sensitif seperti agama.

Baca Juga:  Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?

Edukasi dan Literasi Digital Jadi Solusi

Kasus ini menegaskan pentingnya literasi digital di era kecanggihan teknologi AI. Edukasi kepada masyarakat mengenai batas etika dalam berkarya dengan bantuan AI sangat dibutuhkan agar tidak menimbulkan keresahan publik.

Pemerintah dan lembaga terkait juga perlu segera membuat regulasi yang tegas terkait penggunaan AI dalam pembuatan konten, terutama yang menyangkut YMYL (Your Money or Your Life), yakni topik yang berdampak pada kesejahteraan, keselamatan, atau nilai-nilai masyarakat.

Kesimpulan: Gunakan AI dengan Bijak

Konten viral “Hari Pertama Masuk Neraka” adalah pelajaran penting bahwa kreativitas harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab moral. Teknologi seperti AI bukan sekadar alat hiburan, tapi juga bisa menjadi sarana pendidikan atau penyesatan tergantung pada penggunanya.

Dengan memperhatikan norma sosial dan nilai keagamaan, kita dapat memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab. Video Hari Pertama Masuk Neraka seharusnya menjadi momen refleksi, bukan sekadar sensasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

literasi digital MUI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar

Harga Emas Antam Hari Ini 27 September 2026 Stabil, 1 Gram Tembus Rp2,61 Juta

Bansos

Jadwal & Cara Cair Bansos PKH-BPNT Tahap IV 2026: Simak Syarat dan Dokumen yang Wajib Dibawa!

Jangan Cuma Puncak! Ini 15 Destinasi Wisata Cianjur Paling Hits dari Air Terjun hingga Pantai Eksotis

3 Tempat Nongkrong Hits di Cianjur Terbaru 2026, Menu Lezat Harga Mulai Belasan Ribu!

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.