bukamata.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Korps Alumni KNPI Jawa Barat menggelar acara buka puasa bersama dan silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan antar pengurus baru periode empat tahun ke depan di Rooftop Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (22/3/2025). Acara ini menjadi ajang nostalgia dan berbagi ide gagasan bagi para mantan aktivis KNPI.
Ketua DPD Korps Alumni KNPI Jawa Barat, Dian Rahadian, mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mempertemukan kembali para senior dan mantan aktivis KNPI yang telah lama tidak berjumpa.
“Ini adalah wadah nostalgia, wadah kembali berkumpul menyampaikan ide gagasan. Sehingga wadah ini memang bisa dimanfaatkan sebagai wadah yang sudah lama tidak bertemu bisa kumpul-kumpul lagi,” ujarnya.
Dian Rahadian juga menyampaikan komitmen Korps Alumni KNPI untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mewujudkan “Jabar Istimewa”. Ia menegaskan bahwa organisasi ini siap berkontribusi secara mandiri dan profesional, tanpa membebani pemerintah.
“Kami sebagai mantan-mantan pemuda, mantan-mantan KNPI yang kepengurusannya sudah tersebar dimana-mana, ada yang menjadi anggota legislatif, ada yang menjadi kepala daerah, ada yang punya profesi pengacara, punya profesi pengusaha, dokter dan lain sebagainya, lengkap,” jelasnya.
Menanggapi isu terkini, Dian Rahadian menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam memberantas premanisme. Ia menilai bahwa premanisme menghambat investasi dan penyerapan tenaga kerja.
“Kita sambut, kita sangat sambut baik upaya yang dilakukan Pak Gubernur Dedi Mulyadi yang akan bekerja sama dengan Polda dan Kodam dalam rangka melawan aksi premanisme yang memang selama ini marak,” tegasnya.
Sebagai tokoh masyarakat dan tokoh dari organisasi masyarakat Pemuda Pancasila Jawa Barat, Dian Rahadian mengimbau seluruh organisasi masyarakat untuk membina anggotanya dan mencegah tindakan premanisme. Ia juga menegaskan bahwa tindakan premanisme yang dilakukan oleh oknum anggota ormas tidak mencerminkan nilai-nilai organisasi.
“Saya ingatkan bahwa Pemuda Pancasila adalah organisasi yang menyandang nama Pancasila, tentunya dalam berperilaku harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Bagi yang masih berperilaku tidak Pancasila, silakan keluar dan tanggalkan keanggotan,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











