Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Minggu, 29 Maret 2026 11:40 WIB

Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai

Minggu, 29 Maret 2026 11:00 WIB

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap
  • Persib Gerak Cepat Amankan Bojan Hodak, Negosiasi Kontrak Baru Dimulai
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kota Bandung Raih Status Universal Health Coverage dengan Kepesertaan BPJS Kesehatan Hampir 100 Persen

By SusanaJumat, 3 Januari 2025 04:00 WIB3 Mins Read
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebanyak 2.569.985 jiwa dari total 2.579.837 penduduk Kota Bandung kini terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, menjadikan kota ini mencapai status Universal Health Coverage (UHC) dengan tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar 99,62%.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Anhar Hadian, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan langkah besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh warga.

“Capaian ini menunjukkan komitmen kami untuk memastikan setiap warga Kota Bandung memperoleh akses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. Namun, kami tidak akan berhenti di sini. Fokus kami ke depan adalah meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas kerja sama dengan fasilitas kesehatan,” ujar Anhar di Balai Kota Bandung, Kamis (2/1/2025).

Universal Health Coverage (UHC) adalah sistem penjaminan kesehatan yang bertujuan memberikan akses layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. UHC menekankan dua elemen utama:

  1. Akses Pelayanan Kesehatan yang Adil: Semua warga dapat mengakses layanan kesehatan tanpa diskriminasi.
  2. Perlindungan Risiko Finansial: Mengurangi beban biaya kesehatan bagi masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.
Baca Juga:  PN Bandung Sita Eksekusi Logo BB 1% MC di Pajajaran Bandung

Kepesertaan BPJS Kesehatan mencakup beberapa segmen masyarakat, antara lain:

  1. Penerima Bantuan Iuran (PBI): Fakir miskin dan orang tidak mampu.
  2. Penduduk yang Didaftarkan Pemerintah Daerah: Warga yang biayanya ditanggung oleh pemerintah.
  3. Pekerja Penerima Upah (PPU): ASN, pegawai swasta, dan lainnya.
  4. Pekerja Mandiri (PBPU): Pekerja di luar hubungan kerja.
  5. Bukan Pekerja (BP): Termasuk investor, pensiunan, veteran, dan lainnya.
Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Kamis 20 Februari 2025, Jangan Sampai Kelewatan!

Saat ini, Kota Bandung memiliki 33 rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, meskipun lima di antaranya belum terintegrasi sepenuhnya untuk layanan UHC, yakni RS Bedah Halmahera Siaga, RSIA Melinda, RSIA Limijati, RSIA Graha Bunda, dan RS Mata BEC. S

elain itu, 80 UPTD Puskesmas di Kota Bandung telah siap melayani masyarakat sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).

“Upaya untuk meningkatkan kerja sama dengan fasilitas kesehatan terus dilakukan. Kami juga mendorong agar rumah sakit yang belum bergabung segera melengkapi proses administrasinya,” tambah Anhar Hadian.

Manfaat dan Keunggulan UHC Kota Bandung:

  1. Jaminan pembiayaan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
  2. Kemudahan akses layanan kesehatan di berbagai fasilitas, baik di dalam maupun luar Kota Bandung.
  3. Status kepesertaan aktif langsung tanpa masa tunggu 14 hari.
  4. Bantuan keuangan sebesar 40% dari anggaran UHC yang diberikan oleh Pemprov Jawa Barat.
  5. Dana kapitasi untuk operasional puskesmas yang mengurangi beban anggaran daerah.
Baca Juga:  Lokasi dan Jadwal SIM Keliling Kota Bandung 27 Maret 2025

Anhar memastikan, pemerintah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Dengan status UHC, kami ingin memastikan bahwa tidak hanya akses yang terjamin, tetapi juga mutu pelayanan kesehatan yang terus meningkat,” tutup Anhar Hadian.

Capaian ini menjadikan Kota Bandung sebagai salah satu daerah yang berhasil mewujudkan pelayanan kesehatan inklusif, sekaligus menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Anhar Hadian BPJS Kesehatan kesehatan Kota Bandung UHC
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pria Gagal Bunuh Diri di Flyover Kiaracondong Bandung, Motif Asmara Terungkap

Pengelola Wisata Rahong Sigap Tangani Bencana Pohon Tumbang di Pangalengan, Evakuasi Berjalan Cepat

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.