Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB

Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia

Sabtu, 28 Maret 2026 18:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

KPU Jabar Ajak Sindikasi Pemilu dan Demokrasi Jadi Agen Kepemiluan

By Putra JuangJumat, 20 September 2024 21:32 WIB3 Mins Read
KPU Jawa Barat menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menyelenggarakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Tahun 2024 Bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD) di Sans Co Space, Kota Bandung, Jumat (20/9/2024).

Kasubag Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU Jabar, Chaeruman Setia Nugraha mengatakan bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 mengukir sejarah baru dalam penyelenggaraan pemilihan umum di Indonesia.

“Ini adalah peristiwa bersejarah, kenapa bersejarah? Karena pertama kalinya di Indonesia Pilkada ini dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia termasuk di Jawa Barat,” ucap Chaeruman.

“Ini adalah momen pertama selama penyelenggaraan Pilkada dari tahun ke tahun, sebelumnya penyelenggaraan Pilkada itu berbeda-beda, untuk di tahun ini diselenggarakan serentak di seluruh daerah,” tambahnya.

Baca Juga:  Mahasiswa DPC GMNI Bandung Siap Jadi Agen Perubahan dalam Pilkada 2024

Oleh karena itu, perlu adanya sosialisasi yang masif guna menyukseskan penyelenggaraan pesta demokrasi yang akan berlangsung pada 27 November 2024 ini.

“Perlu publikasi yang masif, karena penyelenggaraan Pilkada ini menjadi salah satu tolak ukur demokrasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Chaeruman mengaku bangga melihat banyaknya generasi muda yang berminat dan melek akan dunia politik.

“Karena apa? Partisipasi pemilih itu menjadi tolak ukur berjalannya demokrasi, artinya ketika partisipasi meningkat otomatis kualitas demokrasi di suatu daerah akan meningkat juga,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan meningkatnya kualiatas demokrasi maka pemimpin yang dihasilkan dari proses politik tersebut akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, diperlukan sinergi multipihak untuk menyukseskan Pilkada 2024 di Jabar.

“Jawa Barat ini adalah wilayah terbesar dalam hal jumlah pemilih di Indonesia, oleh karena itu kita tidak bisa melakukan sosialisasi ini sendiri dan ini butuh sinergi dari stakeholder salah satunya kita bekerja sama dengan Sindikasi Pemilu dan Demokrasi,” katanya.

Baca Juga:  KPU Jabar Gelar Touring Demokrasi di Bekasi, Ajak Perempuan Aktif Berpartisipasi dalam Pilkada 2024

Chaeruman berharap, kehadiran Sindikasi Pemilu dan Demokrasi ini dapat menjadi agen kepemiluan dalam menyampaikan informasi terkait Pilkada 2024 kepada masyarakat.

“Minimal menyampaikan ke temen-temen yang lain bahwa ada Pilkada serentak di daerah masing-masing pada 27 November 2024. Dan sesuai dengan tagline kita juga, kita harus gembira ke TPS, gembira memilih langsung, jangan sampai pemilu ini dijadikan sebagai ajang polarisasi, jangan ada beda pilihan jadi baper-baperan,” tuturnya.

Sementara itu, Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Putra Satria mengatakan, pihaknya memiliki fokus bagaimana mengajak masyarakat khususnya para generasi muda untuk peduli terhadap demokrasi.

Baca Juga:  Pendaftaran Pilkada Dibuka 27 Agustus, KPU Jabar Imbau Paslon Daftar Lebih Awal

“Saya yakin kita semua menyadari bahwa Pemilu 2024 juga Pilkada 2024 itu waktunya kita, waktunya anak muda ambil peran, karena menurut data, di tahun 2024 ini partisipasi paling besar adalah dari kelompok pemilih pemula, sekitar 50-52% partisipasi dan itu pemilihnya adalah Gen z yang usianya 17 sampai dibawah 30 tahun,” bebernya.

Putra pun mengucapkan terima kasih kepada KPU Jabar yang telah mengajak Sindikasi Pemilu dan Demokrasi untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kali ini.

“Hari ini ada program Sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada seluruh masyarakat terutama Gen Z, kami berterima kasih atas keterbukaan dari penyelenggara pemilu yang peduli terhadap pemilihnya yaitu anak muda,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

KPU Jabar Sindikasi Pemilu dan Demokrasi Sosialisasi Pendidikan Pemilih
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.