Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ramai Dicari, Ternyata Diduga Rekayasa dan Berisiko

Jumat, 3 April 2026 05:00 WIB
ASN

Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026

Jumat, 3 April 2026 04:00 WIB

Banyak Kejanggalan, Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ini Justru Picu Ancaman Digital Serius

Jumat, 3 April 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ramai Dicari, Ternyata Diduga Rekayasa dan Berisiko
  • Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026
  • Banyak Kejanggalan, Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ini Justru Picu Ancaman Digital Serius
  • Viral Video Ibu Tiri vs Anak Tiri No Sensor, Waspada Ancaman Malware Mengintai!
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Dana Desa Dibalas Intimidasi? Wakil Bupati Garut Minta Desa Panggalih Diaudit

By SusanaSenin, 5 Januari 2026 10:30 WIB4 Mins Read
Kasus dugaan intimidasi warga oleh keluarga Kades Panggalih, Garut, Wakil Bupati Garut Putri Karlina menurunkan Inspektorat untuk audit dana desa. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kabupaten Garut mengambil langkah tegas menyusul viralnya video dugaan intimidasi terhadap seorang warga oleh keluarga Kepala Desa (Kades) Panggalih, Kecamatan Cisewu.

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, memastikan Inspektorat Kabupaten Garut diterjunkan untuk melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap pemerintahan desa setempat.

Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sekelompok orang yang disebut sebagai keluarga kepala desa berbicara dengan nada tinggi disertai kata-kata kasar kepada seorang warga bernama Holis Muhlisin (31).

Peristiwa itu diketahui terjadi di Kampung Babakangadoh RT 01 RW 06, Desa Panggalih, pada 27 Oktober 2025.

Kritik Dana Desa Berujung Dugaan Intimidasi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan intimidasi tersebut bermula dari kritik yang disampaikan Holis Muhlisin melalui media sosial terkait pembangunan desa yang dinilai belum berjalan optimal.

Kritik itu kemudian memicu respons emosional dari pihak keluarga kepala desa, yang terekam dalam video dan memantik reaksi luas dari masyarakat.

Viralnya video tersebut menuai kecaman warganet dan mendorong pemerintah daerah turun tangan guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan maupun pelanggaran hak warga dalam menyampaikan kritik.

Baca Juga:  Profil Maula Akbar, Putra Dedi Mulyadi yang Siap Meminang Wakil Bupati Garut

Inspektorat Diminta Audit Dana Desa

Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Inspektorat Kabupaten Garut untuk melakukan audit terhadap pengelolaan dana desa di Desa Panggalih.

“Saya sudah menghubungi Pak Inspektur dari Inspektorat untuk segera datang ke desa dan melakukan audit, seperti yang diminta masyarakat,” ujar Putri Karlina melalui unggahan di akun Instagram resminya, Sabtu (3/1/2026) malam.

Menurut Putri, langkah audit ini bukan ditujukan untuk menjatuhkan atau mencelakakan kepala desa, melainkan sebagai upaya menghadirkan informasi yang objektif dan berimbang kepada publik.

“Mengaudit bukan untuk mencelakakan kepala desa, tetapi untuk memberikan informasi yang adil dan transparan kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, apabila pembangunan dan penggunaan dana desa telah berjalan sesuai aturan dan kebutuhan warga, maka seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari proses audit.

Transparansi Jadi Kunci Penyelesaian

Putri Karlina menegaskan bahwa hasil audit nantinya akan dijelaskan secara terbuka, termasuk kepada pihak-pihak yang mempertanyakan realisasi pembangunan di Desa Panggalih.

Baca Juga:  Janda Tiga Anak Dipinang Putra Dedi Mulyadi, Putri Karlina Siap Menikah Lagi

“Kita harus menjelaskan ke mana dana desa itu dialokasikan. Kalau memang ada pembangunan, harus disampaikan. Kalau tidak ada, juga harus dijelaskan apa kendalanya,” kata Putri.

Ia berharap, hasil audit Inspektorat dapat menjadi dasar penyelesaian masalah sekaligus mencegah konflik serupa terulang di masa mendatang.

Belajar dari Pengalaman dan Kesalahan

Dalam pernyataannya, Putri Karlina juga menyinggung pengalaman pribadinya yang pernah viral akibat berbicara dengan nada tinggi kepada warga yang mengkritiknya secara langsung.

Ia mengakui bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan menjadi pelajaran penting dalam menghadapi kritik publik.

“Sebagai pejabat publik, kita harus belajar menahan diri dan bersikap lebih bijak. Kritik adalah bagian dari demokrasi,” ujarnya.

Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Sorotan terhadap kasus ini semakin kuat setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut angkat bicara. Melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Dedi menyampaikan peringatan keras kepada seluruh aparatur desa agar tidak melakukan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik.

Baca Juga:  Pesta Pernikahan Anak Dedi Mulyadi Makan Korban Jiwa, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Kalau ada warga yang mengkritik jalan rusak, drainase rusak, atau pembangunan yang belum berkeadilan, jangan pernah melakukan intimidasi atau ancaman,” tegas Dedi.

Menurutnya, di era keterbukaan informasi saat ini, aparatur negara wajib memiliki mental terbuka dan siap menerima kritik sebagai bahan evaluasi.

“Kritik itu alarm. Bukan ancaman. Pemerintah harus tahan terhadap kritik dan cacian masyarakatnya,” ujarnya.

Dedi juga meminta Bupati Garut untuk turun langsung menyelesaikan persoalan ini secara adil dan tuntas, serta memastikan tidak ada lagi tindakan represif terhadap warga.

Penegasan Demokrasi dan Pengawasan Publik

Kasus dugaan intimidasi di Desa Panggalih menjadi pengingat pentingnya transparansi pengelolaan dana desa dan perlindungan hak warga untuk menyampaikan kritik.

Pemerintah desa sebagai ujung tombak pelayanan publik dituntut untuk mengedepankan dialog, keterbukaan, dan sikap demokratis.

Langkah audit oleh Inspektorat serta respons tegas pemerintah provinsi diharapkan mampu memulihkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan berkeadilan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

audit dana desa intimidasi warga Garut Kades Panggalih Putri Karlina Wakil Bupati Garut
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ASN

Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.