Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Duel Mencekam Subuh di Cimahi: Pasutri Berani Lawan Begal Bercelurit Demi Pertahankan Motor!

Jumat, 3 April 2026 10:02 WIB
penyaluran bansos PKH dan BPNT 2025 di kantor pos

Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Kriteria Terbarunya

Jumat, 3 April 2026 09:46 WIB

Definisi Jalur Langit Itu Nyata! Hafidzah 30 Juz Ini Berhasil Tembus Jurusan Paling Ketat di Indonesia

Jumat, 3 April 2026 08:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Duel Mencekam Subuh di Cimahi: Pasutri Berani Lawan Begal Bercelurit Demi Pertahankan Motor!
  • Siap-siap! Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 Cair April 2026, Cek Jadwal dan Kriteria Terbarunya
  • Definisi Jalur Langit Itu Nyata! Hafidzah 30 Juz Ini Berhasil Tembus Jurusan Paling Ketat di Indonesia
  • Bandung Sabet Peringkat 3 Wisata Terpopuler di Asia, Kalahkan Destinasi Mancanegara!
  • Persib Pincang di Lini Belakang, Bojan Hodak Tetap Pede Curi Poin di Markas Semen Padang
  • Serbu Reward Sultan! Kode Redeem FF 3 April 2026 Terbaru: Ada SG Ungu & SCAR Megalodon
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Ramai Dicari, Ternyata Diduga Rekayasa dan Berisiko
  • Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kritik Gerakan Sapoe Sarebu, PPP Jabar: Terlalu Dipaksakan atas Nama Solidaritas

By SusanaMinggu, 5 Oktober 2025 19:08 WIB2 Mins Read
Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) yang baru saja diluncurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menuai tanggapan dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Zaini Shofari, yang menilai program tersebut terlalu dipaksakan dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.

Menurut Zaini, gerakan solidaritas yang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, dan masyarakat umum untuk menyisihkan uang Rp1.000 per hari itu tampak seperti program yang dijalankan tanpa kajian mendalam.

“Kalau ASN pasti akan ikut apa kata atasannya. Tapi kalau diberlakukan di sekolah, itu bisa jadi masalah. Karena di sekolah, semua bentuk pungutan sudah dilarang. Ini malah seperti dilegalkan atas nama solidaritas,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Jabar Apresiasi Santri Melek Teknologi, Dakwah Kini Menembus Dunia Digital

Kritik atas Inkonsistensi Kebijakan

Zaini juga menilai ide Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu tidak sejalan dengan kebijakan sebelumnya. Ia mencontohkan larangan masyarakat untuk menarik sumbangan di jalan demi pembangunan masjid, sementara solusi konkret dari pemerintah tidak kunjung diberikan.

Baca Juga:  Swasta Bisa Mati Pelan-pelan, Pakar Kritik Kebijakan Rombel Gubernur Jabar

“Sekarang untuk pesantren saja hibahnya nol. Jadi gerakan ini terkesan menutupi ketidakmampuan pemerintah daerah dalam mengelola keuangan,” tegasnya.

Ia menambahkan, masyarakat sudah memiliki kontribusi besar melalui berbagai bentuk pajak. Karena itu, menurutnya, tidak tepat jika kesetiakawanan sosial kembali dibebankan kepada warga.

“Jangan karena banyak masyarakat mengadu ke Lembur Pakuan, lalu digeneralisasi menjadi gerakan solidaritas seperti ini,” kata Zaini.

Latar Belakang Peluncuran

Diketahui, Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) resmi diluncurkan pada Kamis lalu, bersamaan dengan pertemuan Gubernur Jawa Barat dan jajaran ASN.

Baca Juga:  Kebijakan Efisiensi Dedi Mulyadi Dinilai Hambat Pemulihan Ekonomi Jawa Barat

Program ini diperkuat melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Barat tertanggal 1 Oktober 2025, yang mengimbau seluruh ASN, pelajar, dan masyarakat menyisihkan Rp1.000 per hari untuk tujuan kesetiakawanan sosial.

Namun hingga kini, wacana tersebut masih menuai pro dan kontra, terutama dari kalangan legislatif yang menilai program itu perlu dikaji ulang agar tidak menimbulkan kesan pemaksaan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

gerakan rereongan sapoe sarebu kebijakan gubernur jabar poe ibu jabar solidaritas asn jabar zaini shofari ppp
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Duel Mencekam Subuh di Cimahi: Pasutri Berani Lawan Begal Bercelurit Demi Pertahankan Motor!

Gedung Sate

Bandung Sabet Peringkat 3 Wisata Terpopuler di Asia, Kalahkan Destinasi Mancanegara!

ASN

Kabar Gembira! Honorer dan Non ASN Dapat Gaji ke-13 Tahun 2026

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 di Dapur, Fakta atau Settingan?
  • Geger! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2 ‘No Sensor’ Viral, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.