Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib

Senin, 28 September 2026 11:59 WIB
gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Senin, 28 September 2026 10:56 WIB

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Senin, 28 September 2026 10:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kode Keras Adam Alis Bikin Bobotoh Heboh, Kevin Ray Mendoza Dirumorkan Balik ke Persib
  • Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar
  • Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini
  • Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota
  • Persib Adem Ayem di Deadline Bursa Transfer, Igor Tolic Beberkan Alasan Tak Belanja Pemain
  • Jadwal Timnas Indonesia vs Malaysia Hari Ini: Skenario Garuda Rebut Puncak Klasemen ASEAN Cup 2026!
  • Wajib Coba! 4 Kupat Tahu Enak di Bandung, Cocok untuk Sarapan hingga Kuliner Malam
  • Bikin Ngiler! 4 Rekomendasi Ayam Bakar Bandung 2026, Ada Taliwang hingga Kalasan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Kualitas SDM Modal Penting Bangun Jabar, Mendagri: Jangan Andalkan Sumber Daya Alam Saja

By Putra JuangJumat, 19 Juli 2024 19:26 WIB2 Mins Read
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta, Pemerintah Daerah di Jawa Barat harus bisa melakukan penguatan di desa-desa dengan membuka lapangan pekerjaan.

Menurutnya, hal itu dilakukan agar mencegah terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia agar populasi penduduknya merata.

“Jangan seperti Jepang yang semua 93% penduduknya lari ke kota, perkuat desa-desa di Jawa Barat supaya tidak terjadi urbanisasi dan desa menjadi sumber lapangan kerja serta memberikan kontribusi sentra ekonomi bisnis baru, sentra ekonomi bagi masyarakat yang ada di Jawa Barat jadi enggak lari menumpuk semua di perkotaan,” kata Tito di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (19/7/2024).

Tito menilai, jika generasi muda di Jabar terlatih, terdidik dan memiliki keahlian, maka secara otomatis akan menjadi modal penting untuk membangun Jawa Barat.

Baca Juga:  Bukti Manajemen Efektif, Kinerja Pengelolaan APBD Jabar 2025 Dipuji Mendagri

“Jadi, jangan berharap pada sumber daya alam saja. Tapi SDM-nya harus ditingkatkan dengan menggenjot program-program diberbagai bidang, memperbaiki pendidikan baik formal TK, SD, SMP, SMA dan Universitas termasuk yang vokasi, keahlian sesuai dengan kemampuan yang ada,” jelasnya.

“Kemudian juga di bidang kesehatan Poliklinik, Posyandu dan Puskesmas terus diperkuat dan ditambah rumah sakitnya,” tambahnya.

Baca Juga:  Peran Dharma Wanita Jadi Kunci Sukses Jabar Menuju Indonesia Emas 2045

Tito juga menyoroti realisasi pendapatan APBD di 10 kabupaten/kota di Jabar yang masih di bawah rerata nasional yakni sebesar 38,15 persen.

Adapun sepuluh daerah itu yakni Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Pangandaran dan Kabupaten Kuningan.

Meski begitu, secara keseluruhan Jabar sudah di atas rerata nasional yakni sebesar 44,84 persen. Di mana realisasi pendapatan APBD tertinggi pada 2024 dicatatkan Kabupaten Ciamis 53,3 persen, Kabupaten Subang 53,17 persen dan Kota Cimahi 52,42 persen.

Baca Juga:  Sensus Ekonomi 2026 Bantu Pemerintah Bangun Kesejahteraan Masyarakat

Sedangkan realisasi pendapatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga semester 1 2024, mencapai 48,88 persen.

“Realisasi pendapatan Jawa Barat relatif cukup bagus semua. Di atas nasional,” terangnya.

Sementara mengenai realisasi belanja Pemprov Jabar, Tito menilai pada semester 1 APBD 2024 relatif sudah maksimal. Di mana Pemprov Jabar telah melakukan realisasi belanja 40,91 persen dan berada di urutan ketiga, di bawah Provinsi Sulawesi Barat dan Banten, dengan rerata seluruh provinsi di Indonesia sebesar 31,44 persen.

“Dari segi belanja juga rata-rata di atas nasional,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

desa Jabar Mendagri Tito Karnavian
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

gempa

Ancaman Nyata Sesar Garsela: Garut Duduki Puncak Potensi Kerugian Bencana Tertinggi di Jabar

Awas Hujan Lebat dan Angin Kencang! Cek Wilayah Jabar yang Diguyur Hujan Hari Ini

Merayakan Bandung ke-216: Suara Akar Rumput di Tengah Deru Pembangunan Kota

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Cara Cek Bansos September 2026 Lewat HP, Nama Penerima PKH dan BPNT Bisa Dicek Online

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.