bukamata.id – Masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK 2025 resmi dibuka. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, masalah klasik masih terjadi: jumlah pendaftar jauh melebihi daya tampung sekolah negeri.
Berdasarkan data PPDB Kota Bandung pada 2024, tercatat lebih dari 35 ribu siswa mendaftar ke SMA/SMK negeri, sementara daya tampung sekolah hanya sekitar 19 ribu kursi.
Tahun ini, jumlah peminat diprediksi meningkat, tetapi kuota sekolah negeri tak mengalami penambahan signifikan.
DPR Dorong Kerjasama Pemda dengan Sekolah Swasta
Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, mengusulkan agar Pemerintah Daerah, khususnya tingkat provinsi, segera menjalin kemitraan dengan sekolah swasta untuk mengatasi persoalan ini.
“Ketimpangan ini sudah lama terjadi. Bahkan di Kota Bandung saja, masih ada 11 kecamatan yang belum memiliki SMA negeri. Maka, sudah saatnya Pemda membuka diri untuk bekerjasama dengan sekolah swasta,” jelas Ledia, legislator dari Dapil Kota Bandung dan Cimahi.
Menurutnya, membangun sekolah negeri baru membutuhkan waktu, biaya besar, serta lahan yang belum tentu tersedia. Solusi jangka pendek yang efektif adalah memberikan subsidi bagi siswa tidak mampu agar bisa melanjutkan pendidikan di sekolah swasta.
Usulan Bantuan Dana Pendidikan untuk Siswa Tak Tertampung
Ledia mencontohkan program yang sudah berjalan di Jawa Barat, yakni Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) senilai Rp600 ribu per siswa. Menurutnya, bantuan serupa bisa difokuskan pada siswa yang tidak lolos PPDB negeri dan berasal dari keluarga kurang mampu.
“Kalau siswa dari keluarga tak mampu tidak tertampung di sekolah negeri, maka harus ada opsi sekolah swasta dengan bantuan pembiayaan dari pemerintah. Ini solusi jangka menengah yang masuk akal dan berkeadilan,” ujarnya.
Sekolah Swasta Harus Penuhi Syarat Akreditasi
Agar kualitas pendidikan tetap terjaga, Ledia menekankan pentingnya seleksi sekolah swasta yang akan diajak bekerjasama. Ia menyarankan agar hanya sekolah berakreditasi A yang bisa menjadi mitra.
“Dengan begitu, mutu pendidikan tetap terjamin. Di sisi lain, sekolah swasta juga termotivasi untuk terus meningkatkan kualitasnya agar bisa masuk program bantuan ini,” tambahnya.
Solusi Efisien dan Berkeadilan
Menurut Ledia, skema ini akan memberikan peluang lebih luas bagi siswa untuk tetap melanjutkan pendidikan, sekaligus menjadi langkah efisien bagi pemerintah daerah ketimbang membangun sekolah baru.
“Daripada membangun sekolah negeri dari nol, lebih baik mengoptimalkan kapasitas sekolah swasta yang sudah ada. Biayanya lebih ringan, dan lebih cepat diterapkan,” tutupnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










