Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace

Minggu, 11 Oktober 2026 11:19 WIB

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Minggu, 11 Oktober 2026 10:35 WIB

Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus

Minggu, 11 Oktober 2026 10:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Chelsea Bantai Bournemouth 5-1, Henderson dan Joao Pedro Sama-sama Cetak Brace
  • Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan
  • Incess Bingung saat Live TikTok, Cerita Panik saat Pertama Kali Dapat Paus
  • Mau Nonton Persib vs Dewa United? Catat Lokasi dan Jam Tukar Tiketnya!
  • Cek Harga Emas Pegadaian Minggu 11 Oktober 2026, Antam Masih Rp2,631 Juta per Gram
  • Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi
  • Jadwal Padat Mengadang Persib, Thom Haye Ungkap Kunci Hadapi Dewa United
  • Bantuan Sosial PKH dan BPNT Cair Oktober 2026? Ini Langkah Mudah Cek Saldo KKS dan Status Penerima
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lawan Arus Medsos, Rafael Situmorang Ajak Media Massa Jadi Penyeimbang Berbasis Pancasila

By Putra JuangSenin, 8 Juni 2026 10:34 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Derasnya arus informasi di media sosial yang masif dan sulit dikontrol menjadi tantangan besar bagi keutuhan ideologi bangsa. Di era disrupsi ini, media massa memiliki tanggung jawab besar untuk hadir sebagai penyeimbang dengan menyajikan informasi yang objektif dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Ia menyoroti fenomena media sosial saat ini yang cenderung hanya mengejar popularitas ketimbang substansi dan tujuan informasi yang mengedukasi.

“Ini menjadi tantangan bagi media massa untuk mengimbangi media sosial yang masif dan agak tidak bisa kita kontrol. Kalau media sosial itu kan tunduknya pada banyak follower, bukan pada tujuan,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Media Massa Harus Jadi Benteng Informasi Objektif

Baca Juga:  Pemkot Klaim Perkuat Mitigasi Bencana, Anggaran Ruang Terbuka Hijau Bandung Justru Nol Rupiah

Menurut Rafael, saat ini ruang publik digital masih kekurangan penetralisir informasi yang kuat. Oleh karena itu, media massa konvensional maupun digital yang memiliki standar jurnalistik harus mengambil peran strategis tersebut guna menangkal dampak negatif disrupsi informasi.

“Penyimbangnya relatif belum kuat. Saya pikir, media massa kitalah yang harus bisa mengimbangi dengan informasi yang objektif,” katanya.

Baca Juga:  Sekolah Maung Dedi Mulyadi: DPRD Jabar Masih Bingung, Minta Penjelasan Lengkap

Sebagai langkah nyata, legislator asal Jawa Barat ini mengaku terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga penyiaran serta insan pers untuk merumuskan formula terbaik dalam membendung hoaks dan narasi yang berpotensi memecah belah.

“Saya sering berdiskusi dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), dengan media massa, radio, dan TV. Kita sering buat acara bareng untuk membahas bagaimana arus informasi yang luar biasa deras ini bisa kita imbangi agar beritanya tetap objektif,” jelas Rafael.

Menjaga Ideologi di Tengah Disrupsi

Lebih lanjut, Rafael mengingatkan bahwa objektivitas media bukan sekadar menyajikan fakta, melainkan juga menyelaraskan informasi dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Di tengah gempuran konten media sosial yang tak terbendung, Pancasila harus tetap menjadi kompas utama.

Baca Juga:  Rencana Kerja 2025/2026 Disahkan, DPRD Jabar Siap Tancap Gas

Ia tidak menampik bahwa situasi disrupsi informasi saat ini cukup mengkhawatirkan jika dibiarkan tanpa adanya filter dari media massa yang kredibel.

“Ini memang mengkhawatirkan ketika kita bicara media sosial yang luar biasa. Kita punya ideologi yang harus tetap kita pegang, Pancasila ini jangan sampai terlepas akibat disrupsi informasi yang luar biasa tersebut,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Dugaan Bullying di Tel-U Viral, Satgas PPKPT Mulai Turun Tangan

Viral Dugaan Bullying di Asrama Telkom University, Mahasiswa Pilih Tidur di Lobi

Ilustrasi tsunami

Efisiensi APBD Ancam Keselamatan Pesisir Jabar: Anggaran Mitigasi Tsunami Sangat Terbatas

Dua Anak Punk Hilang Misterius di Irigasi Johar Karawang Usai Terlibat Perkelahian

Soroti Jasa Medis Cuma Rp20 Ribu, Anggota DPRD Jabar Sentil Pemprov Soal MoU 65 Rumah Sakit

Ilustrasi tsunami

Ini 5 Kabuptaen di Jawa Barat yang Masuk Zona Merah Tsunami Megathrust

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.