Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Apa Isi Video Ibu dan Anak Handuk Putih? Kata Kunci Ini Meledak di TikTok dan Bikin Penasaran

Rabu, 1 Juli 2026 03:00 WIB

Panggung Gengsi Dimulai! Jadwal Siaran Langsung Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Rabu, 1 Juli 2026 02:00 WIB

Update Kode Redeem FF 1 Juli 2026: Peluang Klaim Reward Item Gratis dari Garena

Rabu, 1 Juli 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Apa Isi Video Ibu dan Anak Handuk Putih? Kata Kunci Ini Meledak di TikTok dan Bikin Penasaran
  • Panggung Gengsi Dimulai! Jadwal Siaran Langsung Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
  • Update Kode Redeem FF 1 Juli 2026: Peluang Klaim Reward Item Gratis dari Garena
  • Berkah Liburnya Program MBG, Harga Pangan di Pasar Mulai Turun
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
  • Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta, Polisi Ungkap Adanya Kesesuaian Alur Kejadian dan Fakta Lapangan
  • Link Live Streaming Prancis vs Swedia di Piala Dunia 2026, Jadwal 32 Besar, Jam Tayang, dan Prediksi Susunan Pemain
  • Heboh Bursa Transfer! Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Dikabarkan Segera Gabung Persib
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 1 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lawan Arus Medsos, Rafael Situmorang Ajak Media Massa Jadi Penyeimbang Berbasis Pancasila

By Putra JuangSenin, 8 Juni 2026 10:34 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Derasnya arus informasi di media sosial yang masif dan sulit dikontrol menjadi tantangan besar bagi keutuhan ideologi bangsa. Di era disrupsi ini, media massa memiliki tanggung jawab besar untuk hadir sebagai penyeimbang dengan menyajikan informasi yang objektif dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Ia menyoroti fenomena media sosial saat ini yang cenderung hanya mengejar popularitas ketimbang substansi dan tujuan informasi yang mengedukasi.

“Ini menjadi tantangan bagi media massa untuk mengimbangi media sosial yang masif dan agak tidak bisa kita kontrol. Kalau media sosial itu kan tunduknya pada banyak follower, bukan pada tujuan,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Media Massa Harus Jadi Benteng Informasi Objektif

Baca Juga:  DPRD Jabar Kritik Minimnya Kehadiran OPD dan BUMD saat Bahas Laporan Keuangan 2024

Menurut Rafael, saat ini ruang publik digital masih kekurangan penetralisir informasi yang kuat. Oleh karena itu, media massa konvensional maupun digital yang memiliki standar jurnalistik harus mengambil peran strategis tersebut guna menangkal dampak negatif disrupsi informasi.

“Penyimbangnya relatif belum kuat. Saya pikir, media massa kitalah yang harus bisa mengimbangi dengan informasi yang objektif,” katanya.

Baca Juga:  Buky Wibawa Dorong Pasar Tradisional Wajib Kelola Sampah dari Hulu

Sebagai langkah nyata, legislator asal Jawa Barat ini mengaku terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga penyiaran serta insan pers untuk merumuskan formula terbaik dalam membendung hoaks dan narasi yang berpotensi memecah belah.

“Saya sering berdiskusi dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), dengan media massa, radio, dan TV. Kita sering buat acara bareng untuk membahas bagaimana arus informasi yang luar biasa deras ini bisa kita imbangi agar beritanya tetap objektif,” jelas Rafael.

Menjaga Ideologi di Tengah Disrupsi

Lebih lanjut, Rafael mengingatkan bahwa objektivitas media bukan sekadar menyajikan fakta, melainkan juga menyelaraskan informasi dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Di tengah gempuran konten media sosial yang tak terbendung, Pancasila harus tetap menjadi kompas utama.

Baca Juga:  Pancasila Jadi Filter Era Digital, Pj Wali Kota Bandung: Sebarkan Konten Bernarasi Positif

Ia tidak menampik bahwa situasi disrupsi informasi saat ini cukup mengkhawatirkan jika dibiarkan tanpa adanya filter dari media massa yang kredibel.

“Ini memang mengkhawatirkan ketika kita bicara media sosial yang luar biasa. Kita punya ideologi yang harus tetap kita pegang, Pancasila ini jangan sampai terlepas akibat disrupsi informasi yang luar biasa tersebut,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berkah Liburnya Program MBG, Harga Pangan di Pasar Mulai Turun

Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta, Polisi Ungkap Adanya Kesesuaian Alur Kejadian dan Fakta Lapangan

Profil Purwanto S. Abdullah: Hakim yang Bikin Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dan Bayar Denda Rp809 Miliar!

Latsarmil Koperasi Merah Putih Disorot, KSP Dudung Angkat Bicara Soal Video Viral Angkat Senjata

Rekam Jejak Brigjen Pol Arif Budiman: Dari Inovasi Sampah Plastik hingga Bongkar Skandal Triliunan Rupiah

Kondisi YTR Usai Kekerasan Ekstrem: Rekonstruksi Wajah Diprediksi Butuh Waktu Hingga 1 Tahun

Terpopuler
  • Link Video Ibu dan Anak Handuk Putih Banyak Dicari, Waspadai Modus Phishing
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jadwal Piala Dunia 2026 25–28 Juni, Banyak Laga Penentuan Tim Besar Dunia
  • Viral di TikTok! Ini Fakta Video Ibu dan Anak Handuk Putih yang Bikin Warganet Penasaran
  • Viral Video 30 Menit ‘Pramuka Cella atau Calla’ Heboh di Media Sosial, Apa Isinya?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.