Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan

Senin, 17 Agustus 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair

Senin, 17 Agustus 2026 01:00 WIB

Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah

Minggu, 16 Agustus 2026 21:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan
  • Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair
  • Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah
  • RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?
  • Persib Gaspol di Bali! Igor Tolic Bongkar Misi Besar Jelang Super League 2026/27
  • Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya
  • Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini
  • BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Lawan Arus Medsos, Rafael Situmorang Ajak Media Massa Jadi Penyeimbang Berbasis Pancasila

By Putra JuangSenin, 8 Juni 2026 10:34 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Derasnya arus informasi di media sosial yang masif dan sulit dikontrol menjadi tantangan besar bagi keutuhan ideologi bangsa. Di era disrupsi ini, media massa memiliki tanggung jawab besar untuk hadir sebagai penyeimbang dengan menyajikan informasi yang objektif dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Hal tersebut ditegaskan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. Ia menyoroti fenomena media sosial saat ini yang cenderung hanya mengejar popularitas ketimbang substansi dan tujuan informasi yang mengedukasi.

“Ini menjadi tantangan bagi media massa untuk mengimbangi media sosial yang masif dan agak tidak bisa kita kontrol. Kalau media sosial itu kan tunduknya pada banyak follower, bukan pada tujuan,” ujar Rafael, Jumat (5/6/2026).

Media Massa Harus Jadi Benteng Informasi Objektif

Menurut Rafael, saat ini ruang publik digital masih kekurangan penetralisir informasi yang kuat. Oleh karena itu, media massa konvensional maupun digital yang memiliki standar jurnalistik harus mengambil peran strategis tersebut guna menangkal dampak negatif disrupsi informasi.

“Penyimbangnya relatif belum kuat. Saya pikir, media massa kitalah yang harus bisa mengimbangi dengan informasi yang objektif,” katanya.

Sebagai langkah nyata, legislator asal Jawa Barat ini mengaku terus menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai lembaga penyiaran serta insan pers untuk merumuskan formula terbaik dalam membendung hoaks dan narasi yang berpotensi memecah belah.

“Saya sering berdiskusi dengan KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), dengan media massa, radio, dan TV. Kita sering buat acara bareng untuk membahas bagaimana arus informasi yang luar biasa deras ini bisa kita imbangi agar beritanya tetap objektif,” jelas Rafael.

Menjaga Ideologi di Tengah Disrupsi

Lebih lanjut, Rafael mengingatkan bahwa objektivitas media bukan sekadar menyajikan fakta, melainkan juga menyelaraskan informasi dengan ideologi bangsa, yaitu Pancasila. Di tengah gempuran konten media sosial yang tak terbendung, Pancasila harus tetap menjadi kompas utama.

Ia tidak menampik bahwa situasi disrupsi informasi saat ini cukup mengkhawatirkan jika dibiarkan tanpa adanya filter dari media massa yang kredibel.

“Ini memang mengkhawatirkan ketika kita bicara media sosial yang luar biasa. Kita punya ideologi yang harus tetap kita pegang, Pancasila ini jangan sampai terlepas akibat disrupsi informasi yang luar biasa tersebut,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Pancasila Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair

Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah

RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?

Bansos

Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya

BMW X5 Hantam Becak dan Pedagang di Jalan Pungkur Bandung, 2 Orang Dilarikan ke RSHS

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Jangan Sampai Terlewat! Begini Cara Cek BPNT Agustus 2026, Ada Status Rp600 Ribu Diproses

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Daftar Lengkap Keluar-Masuk Pemain Persib 2026/2027: Kuota Asing Menumpuk, Bakal Makan Korban?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.