Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Kamis, 2 April 2026 21:44 WIB

Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga

Kamis, 2 April 2026 21:38 WIB

Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini

Kamis, 2 April 2026 20:35 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya
  • Eliano Reijnders Masuk Radar Klub Azerbaijan, Persib Bandung Siaga
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Layanan Kesehatan Harus Optimal, Pemprov Jabar Tawarkan Solusi Ambil Alih RS Kabupaten

By SusanaRabu, 6 Agustus 2025 15:35 WIB2 Mins Read
Sekda Jabar
Sekda Jabar, Herman Suryatman. (Foto: bukamata.id/Rizal Fadillah)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka kemungkinan untuk mengambil alih pengelolaan rumah sakit (RS) daerah di Indramayu dan Tasikmalaya. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan warga mengenai buruknya layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sekda Jabar, Herman Suryatman, menegaskan bahwa pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan, merupakan kewajiban negara.

“Salah satu tugas utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat, termasuk pelayanan kesehatan yang cepat, ringkas, tidak berbelit-belit, murah, dan berkualitas,” ujar Herman di Bandung, Rabu (6/8/2025).

Menurutnya, selama ini pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus tetap dijaga. Namun, apabila kabupaten/kota tidak mampu memberikan pelayanan kesehatan yang optimal karena keterbatasan SDM, anggaran, atau sarana prasarana, maka Pemprov Jabar siap mengambil alih dengan prosedur yang sesuai aturan.

Baca Juga:  Jawa Barat Luncurkan 18 Desa Ramah Pelayanan Publik

“Kalau rumah sakit milik kabupaten/kota tidak bisa optimal karena keterbatasan, kita bisa bangun kesepahaman. Jika perlu diambil alih, tentu harus sesuai dengan kaidah-kaidah pemerintahan. Yang penting rakyat tetap jadi orientasi utama,” ungkapnya.

RSUD Welas Asih Jadi Contoh

Herman juga menyinggung RSUD Welas Asih yang kini dikelola langsung oleh Pemprov Jabar sebagai contoh rumah sakit daerah dengan layanan terbaik.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Komitmen Latih Guru Penggerak dari SD hingga SLB

Rumah sakit ini merupakan transformasi dari RS Al Ihsan dan kini menjadi salah satu RS berprestasi di Jawa Barat bahkan di tingkat nasional.

“RSUD Welas Asih telah mengantongi akreditasi tertinggi serta meraih predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani) dari KemenPAN-RB. Banyak rumah sakit lain belum meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi), tapi RSUD Welas Asih sudah WBBM,” jelas Herman.

Ia menambahkan, akreditasi tersebut mencerminkan tata kelola yang baik dan pelayanan publik yang profesional, serta menjadi standar bagi rumah sakit lain di Jawa Barat.

Siap Kerja Sama dan MoU

Baca Juga:  Kurangi Sampah Organik, Sekda Herman Minta DLH Kota Bandung Fasilitasi Pengelolaan Maggot

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa pengalihan pengelolaan rumah sakit ke provinsi bukan untuk mengambil alih kewenangan, melainkan demi memastikan rakyat mendapatkan layanan terbaik.

“Bisa melalui MoU, kerja sama, dan bentuk kolaborasi lain selama mengikuti peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Menurut data, jumlah penduduk Jawa Barat saat ini mencapai 50,4 juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, layanan kesehatan harus ditingkatkan agar merata dan adil di seluruh wilayah.

“Bagi kami, siapapun penyelenggaranya, pemerintah kabupaten, kota, provinsi, atau pusat yang utama adalah rakyat. Jangan sampai rakyat dikorbankan hanya karena tarik menarik kewenangan,” tutup Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Herman Suryatman layanan kesehatan pengelolaan rumah sakit RS Kabupaten Jawa Barat rumah sakit Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pemerintah Tetapkan Skema Baru Gaji ke-13 PPPK, Ini Rinciannya

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.