Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?

Senin, 15 Juni 2026 01:00 WIB

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 15 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan Amunisi TNI di Garut: Fakta-Fakta hingga Motif Kehadiran Warga Sipil di Lokasi

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Insiden ledakan bom kedaluwarsa yang menewaskan 13 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Pplda Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyusul insiden ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin pagi (12/5/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

Ledakan tersebut merenggut 13 korban jiwa, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI AD.

Insiden ini memicu keprihatinan luas serta pertanyaan serius mengenai protokol keamanan yang diterapkan dalam aktivitas militer berisiko tinggi di lokasi yang disebut-sebut jauh dari permukiman penduduk.

Kronologi: Ledakan Tak Terduga di Tengah Prosedur Rutin

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan oleh personel dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI AD.

Kegiatan tersebut merupakan prosedur rutin yang sebelumnya telah melalui pengecekan personel dan kelayakan lokasi.

Baca Juga:  Prabowo Tegaskan Kekuatan Pertahanan Penting dalam Menjaga NKRI

Awalnya, proses berjalan lancar. Amunisi dimusnahkan dalam dua lubang khusus yang telah disiapkan untuk peledakan. Namun saat tim bersiap untuk menghancurkan detonator di lubang ketiga, ledakan mendadak terjadi secara tidak terduga, menimbulkan korban jiwa yang signifikan di lokasi.

Identitas Korban dan Penanganan Pascakejadian

Kepala Seksi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sryani Dahyani, mengonfirmasi bahwa 9 dari 13 korban tewas adalah warga sipil.

Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmudin, menyebut TNI AD masih melakukan pendataan serta proses identifikasi lebih lanjut terhadap korban, baik dari kalangan sipil maupun militer.

Brigjen Wahyu juga menegaskan bahwa lahan tempat pemusnahan amunisi tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan selama ini rutin digunakan oleh TNI.

Baca Juga:  Viral Warga Garut Diduga Diintimidasi Keluarga Kades Usai Kritik Jalan Desa

Setelah ledakan, aparat militer langsung melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah ledakan susulan akibat bahan peledak yang belum sempat dimusnahkan.

Mengapa Warga Sipil Bisa Ada di Lokasi?

Salah satu pertanyaan krusial pasca-tragedi adalah: bagaimana warga sipil bisa berada di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat?

Zona peledakan militer seharusnya tertutup untuk umum demi menjaga keselamatan. Kini, TNI AD tengah menyelidiki lebih lanjut, apakah ada pelanggaran prosedur dari pihak pelaksana atau warga yang secara diam-diam memasuki area berbahaya tanpa izin.

Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi evaluasi menyeluruh atas sistem pengamanan area militer aktif.

Faktor Ekonomi di Balik Akses Warga Sipil

Dari informasi yang dihimpun, banyak warga dilaporkan kerap mendatangi lokasi pemusnahan usai ledakan untuk mengumpulkan serpihan logam seperti besi, kuningan, dan aluminium.

Baca Juga:  Apes, Pemuda Ini Harus Lebaran di Penjara Gegara Motor Curian Habis Bensin

Benda-benda tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sering dijual ke pengepul rongsok.

Prosedur menyatakan bahwa warga baru boleh mengakses area bekas peledakan setidaknya 3–4 jam setelah proses usai, agar suhu tanah menurun dan tidak membahayakan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa warga mengabaikan aturan ini demi mendapatkan logam lebih cepat dan lebih banyak.

Aktivitas berisiko ini, meski dilarang, tetap dilakukan oleh sebagian warga yang berada dalam tekanan ekonomi.

Tragedi Garut menjadi momentum penting untuk meninjau ulang sistem keamanan operasi militer di lapangan, sekaligus membuka diskusi mengenai pendekatan sosial-ekonomi terhadap warga sekitar lokasi berisiko tinggi. Investigasi yang menyeluruh sangat diharapkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

fakta garut ledakan amunisi TNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri

Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?

Hasil PCMB Jabar 2026 Resmi Diumumkan, Ini Aturan Wajib Daftar Ulang atau Calon Siswa Bisa Gugur

Viral! Pencopetan di Mal Bandung Terekam CCTV, iPhone 17 Pro Max Raib Usai Salat Magrib

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.