Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:29 WIB

Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima

Sabtu, 1 Agustus 2026 06:00 WIB

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Sabtu, 1 Agustus 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026
  • Cara Cek Bansos Tahap 3: Gunakan NIK KTP untuk Pastikan Namamu Masuk Daftar Penerima
  • Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen
  • Screenshot DM Instagram Bisa Ketahuan? Ini Rahasia Notifikasi yang Wajib Diketahui Pengguna
  • Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 1 Agustus 2026: Manfaatkan Peluang Cuan Hari Ini
  • Klaim Sekarang! Daftar Kode Redeem FF 1 Agustus 2026, Buruan Ambil Hadiah Skin & Bundle Gratis
  • Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 1 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan Amunisi TNI di Garut: Fakta-Fakta hingga Motif Kehadiran Warga Sipil di Lokasi

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Insiden ledakan bom kedaluwarsa yang menewaskan 13 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Pplda Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyusul insiden ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin pagi (12/5/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

Ledakan tersebut merenggut 13 korban jiwa, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI AD.

Insiden ini memicu keprihatinan luas serta pertanyaan serius mengenai protokol keamanan yang diterapkan dalam aktivitas militer berisiko tinggi di lokasi yang disebut-sebut jauh dari permukiman penduduk.

Kronologi: Ledakan Tak Terduga di Tengah Prosedur Rutin

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan oleh personel dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI AD.

Kegiatan tersebut merupakan prosedur rutin yang sebelumnya telah melalui pengecekan personel dan kelayakan lokasi.

Awalnya, proses berjalan lancar. Amunisi dimusnahkan dalam dua lubang khusus yang telah disiapkan untuk peledakan. Namun saat tim bersiap untuk menghancurkan detonator di lubang ketiga, ledakan mendadak terjadi secara tidak terduga, menimbulkan korban jiwa yang signifikan di lokasi.

Identitas Korban dan Penanganan Pascakejadian

Kepala Seksi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sryani Dahyani, mengonfirmasi bahwa 9 dari 13 korban tewas adalah warga sipil.

Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmudin, menyebut TNI AD masih melakukan pendataan serta proses identifikasi lebih lanjut terhadap korban, baik dari kalangan sipil maupun militer.

Brigjen Wahyu juga menegaskan bahwa lahan tempat pemusnahan amunisi tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan selama ini rutin digunakan oleh TNI.

Setelah ledakan, aparat militer langsung melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah ledakan susulan akibat bahan peledak yang belum sempat dimusnahkan.

Mengapa Warga Sipil Bisa Ada di Lokasi?

Salah satu pertanyaan krusial pasca-tragedi adalah: bagaimana warga sipil bisa berada di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat?

Zona peledakan militer seharusnya tertutup untuk umum demi menjaga keselamatan. Kini, TNI AD tengah menyelidiki lebih lanjut, apakah ada pelanggaran prosedur dari pihak pelaksana atau warga yang secara diam-diam memasuki area berbahaya tanpa izin.

Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi evaluasi menyeluruh atas sistem pengamanan area militer aktif.

Faktor Ekonomi di Balik Akses Warga Sipil

Dari informasi yang dihimpun, banyak warga dilaporkan kerap mendatangi lokasi pemusnahan usai ledakan untuk mengumpulkan serpihan logam seperti besi, kuningan, dan aluminium.

Benda-benda tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sering dijual ke pengepul rongsok.

Prosedur menyatakan bahwa warga baru boleh mengakses area bekas peledakan setidaknya 3–4 jam setelah proses usai, agar suhu tanah menurun dan tidak membahayakan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa warga mengabaikan aturan ini demi mendapatkan logam lebih cepat dan lebih banyak.

Aktivitas berisiko ini, meski dilarang, tetap dilakukan oleh sebagian warga yang berada dalam tekanan ekonomi.

Tragedi Garut menjadi momentum penting untuk meninjau ulang sistem keamanan operasi militer di lapangan, sekaligus membuka diskusi mengenai pendekatan sosial-ekonomi terhadap warga sekitar lokasi berisiko tinggi. Investigasi yang menyeluruh sangat diharapkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

fakta garut ledakan amunisi TNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Daftar Harga Terbaru BBM Nonsubsidi Pertamina, Resmi Turun Per 1 Agustus 2026

Tanggal 1 Agustus Jatuh Hari Sabtu, Apakah Gaji Pensiunan PNS Tetap Cair? Ini Jawaban Taspen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos Kemensos Tahap 3 2026 Cair! Cek NIK KTP Sekarang, Ada PKH dan BPNT Rp600 Ribu

Tantan Sulthon Bukhawan Resmi Maju Calon Ketua PWI Jabar, Bawa Program 1.000 UKW Gratis untuk Wartawan

Desak Evaluasi Otonomi Daerah, APKASI Nyaring Suarakan Revisi UU Nomor 23 Tahun 2014

Pelecehan Seksual

Demi Rujuk, Ayah di Bandung Barat Siksa Anak Kandung hingga Berdarah dan Direkam

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.