Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI

Minggu, 27 September 2026 20:17 WIB

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Minggu, 27 September 2026 19:23 WIB

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Minggu, 27 September 2026 18:37 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Java United Angkat Tangan, Kasus Achmad Resal Diserahkan ke Komdis PSSI
  • Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak
  • Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran
  • Alwi Farhan Lolos Semifinal, Target Emas Asian Games 2026 Makin Terbuka
  • Bukan Dipanggil Timnas, Marc Klok Justru Beri Pesan untuk Thom Haye dan Ragnar
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 28 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan Amunisi TNI di Garut: Fakta-Fakta hingga Motif Kehadiran Warga Sipil di Lokasi

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Insiden ledakan bom kedaluwarsa yang menewaskan 13 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Pplda Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyusul insiden ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin pagi (12/5/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

Ledakan tersebut merenggut 13 korban jiwa, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI AD.

Insiden ini memicu keprihatinan luas serta pertanyaan serius mengenai protokol keamanan yang diterapkan dalam aktivitas militer berisiko tinggi di lokasi yang disebut-sebut jauh dari permukiman penduduk.

Kronologi: Ledakan Tak Terduga di Tengah Prosedur Rutin

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan oleh personel dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI AD.

Kegiatan tersebut merupakan prosedur rutin yang sebelumnya telah melalui pengecekan personel dan kelayakan lokasi.

Baca Juga:  Unpad Angkat Bicara Soal Dugaan Pelecehan Dokter Kandungan di Garut

Awalnya, proses berjalan lancar. Amunisi dimusnahkan dalam dua lubang khusus yang telah disiapkan untuk peledakan. Namun saat tim bersiap untuk menghancurkan detonator di lubang ketiga, ledakan mendadak terjadi secara tidak terduga, menimbulkan korban jiwa yang signifikan di lokasi.

Identitas Korban dan Penanganan Pascakejadian

Kepala Seksi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sryani Dahyani, mengonfirmasi bahwa 9 dari 13 korban tewas adalah warga sipil.

Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmudin, menyebut TNI AD masih melakukan pendataan serta proses identifikasi lebih lanjut terhadap korban, baik dari kalangan sipil maupun militer.

Brigjen Wahyu juga menegaskan bahwa lahan tempat pemusnahan amunisi tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan selama ini rutin digunakan oleh TNI.

Baca Juga:  MPLS di Jabar Libatkan TNI-Polri, DPRD Minta Pengawasan Ketat

Setelah ledakan, aparat militer langsung melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah ledakan susulan akibat bahan peledak yang belum sempat dimusnahkan.

Mengapa Warga Sipil Bisa Ada di Lokasi?

Salah satu pertanyaan krusial pasca-tragedi adalah: bagaimana warga sipil bisa berada di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat?

Zona peledakan militer seharusnya tertutup untuk umum demi menjaga keselamatan. Kini, TNI AD tengah menyelidiki lebih lanjut, apakah ada pelanggaran prosedur dari pihak pelaksana atau warga yang secara diam-diam memasuki area berbahaya tanpa izin.

Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi evaluasi menyeluruh atas sistem pengamanan area militer aktif.

Faktor Ekonomi di Balik Akses Warga Sipil

Dari informasi yang dihimpun, banyak warga dilaporkan kerap mendatangi lokasi pemusnahan usai ledakan untuk mengumpulkan serpihan logam seperti besi, kuningan, dan aluminium.

Baca Juga:  Ibu dan Bayi Baru Lahir Ditemukan Tewas di Garut, Diduga Korban Aborsi

Benda-benda tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sering dijual ke pengepul rongsok.

Prosedur menyatakan bahwa warga baru boleh mengakses area bekas peledakan setidaknya 3–4 jam setelah proses usai, agar suhu tanah menurun dan tidak membahayakan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa warga mengabaikan aturan ini demi mendapatkan logam lebih cepat dan lebih banyak.

Aktivitas berisiko ini, meski dilarang, tetap dilakukan oleh sebagian warga yang berada dalam tekanan ekonomi.

Tragedi Garut menjadi momentum penting untuk meninjau ulang sistem keamanan operasi militer di lapangan, sekaligus membuka diskusi mengenai pendekatan sosial-ekonomi terhadap warga sekitar lokasi berisiko tinggi. Investigasi yang menyeluruh sangat diharapkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

fakta garut TNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos Beras 10 Kg Kembali Disalurkan, Cek NIK Anda Masuk Penerima atau Tidak

Bukan Helm Modular Biasa! JPX MX7 Hadir dengan Fitur Lengkap, Harganya Bikin Penasaran

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Terpopuler
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
  • Heboh Kemunculan ‘Cucu Krakatau’ Seluas 32,8 Hektare Usai Erupsi, Begini Penjelasan Badan Geologi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.