Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia

Kamis, 30 April 2026 20:28 WIB

Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu

Kamis, 30 April 2026 20:20 WIB

Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time

Kamis, 30 April 2026 20:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tinggal 30 Langkah Lagi! Cristiano Ronaldo Menuju Rekor 1.000 Gol Dunia
  • Link Video Tasya Gym Bandar Batang 15 Menit Diburu, Ternyata Banyak yang Palsu
  • Bhayangkara Unggul 2-1, Persib Kejar Lewat Gol Injury Time
  • Resmi! John Stones Tinggalkan Manchester City, Akhiri 10 Tahun Era Keemasan
  • Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP
  • Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap
  • Gagal Akting?! Ahmad Dhani Bongkar Borok Masa Lalu Usai Maia Estianty Cueki Mulan Jameela?
  • Selisih Poin Tipis, Muhammad Farhan Yakin Mental Juara Persib Bakal Jadi Penentu di Akhir Musim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ledakan Amunisi TNI di Garut: Fakta-Fakta hingga Motif Kehadiran Warga Sipil di Lokasi

By SusanaSelasa, 13 Mei 2025 11:00 WIB3 Mins Read
Insiden ledakan bom kedaluwarsa yang menewaskan 13 orang di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Foto: Dok. Pplda Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyusul insiden ledakan dahsyat yang terjadi pada Senin pagi (12/5/2025).

Peristiwa tragis itu terjadi saat proses pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh TNI Angkatan Darat (AD) di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong.

Ledakan tersebut merenggut 13 korban jiwa, terdiri dari 9 warga sipil dan 4 anggota TNI AD.

Insiden ini memicu keprihatinan luas serta pertanyaan serius mengenai protokol keamanan yang diterapkan dalam aktivitas militer berisiko tinggi di lokasi yang disebut-sebut jauh dari permukiman penduduk.

Kronologi: Ledakan Tak Terduga di Tengah Prosedur Rutin

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa kegiatan pemusnahan amunisi dilakukan oleh personel dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI AD.

Kegiatan tersebut merupakan prosedur rutin yang sebelumnya telah melalui pengecekan personel dan kelayakan lokasi.

Baca Juga:  Polisi Selidiki Kasus Kematian Bocah 6 Tahun di Drainase Kolam Renang Garut

Awalnya, proses berjalan lancar. Amunisi dimusnahkan dalam dua lubang khusus yang telah disiapkan untuk peledakan. Namun saat tim bersiap untuk menghancurkan detonator di lubang ketiga, ledakan mendadak terjadi secara tidak terduga, menimbulkan korban jiwa yang signifikan di lokasi.

Identitas Korban dan Penanganan Pascakejadian

Kepala Seksi SIMRS dan Rekam Medis RSUD Pameungpeuk, Yani Sryani Dahyani, mengonfirmasi bahwa 9 dari 13 korban tewas adalah warga sipil.

Sementara itu, Kapendam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmudin, menyebut TNI AD masih melakukan pendataan serta proses identifikasi lebih lanjut terhadap korban, baik dari kalangan sipil maupun militer.

Brigjen Wahyu juga menegaskan bahwa lahan tempat pemusnahan amunisi tersebut merupakan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan selama ini rutin digunakan oleh TNI.

Baca Juga:  Latgab Bareng Pasukan AS, TNI Belajar Teknik Ambush

Setelah ledakan, aparat militer langsung melakukan sterilisasi lokasi guna mencegah ledakan susulan akibat bahan peledak yang belum sempat dimusnahkan.

Mengapa Warga Sipil Bisa Ada di Lokasi?

Salah satu pertanyaan krusial pasca-tragedi adalah: bagaimana warga sipil bisa berada di lokasi yang seharusnya steril dari aktivitas masyarakat?

Zona peledakan militer seharusnya tertutup untuk umum demi menjaga keselamatan. Kini, TNI AD tengah menyelidiki lebih lanjut, apakah ada pelanggaran prosedur dari pihak pelaksana atau warga yang secara diam-diam memasuki area berbahaya tanpa izin.

Hasil investigasi diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya sekaligus menjadi evaluasi menyeluruh atas sistem pengamanan area militer aktif.

Faktor Ekonomi di Balik Akses Warga Sipil

Dari informasi yang dihimpun, banyak warga dilaporkan kerap mendatangi lokasi pemusnahan usai ledakan untuk mengumpulkan serpihan logam seperti besi, kuningan, dan aluminium.

Baca Juga:  5 Fakta Pembunuhan Wanita Dalam Koper, Mantan Suami Korban Sempat Diduga Jadi Pelaku

Benda-benda tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sering dijual ke pengepul rongsok.

Prosedur menyatakan bahwa warga baru boleh mengakses area bekas peledakan setidaknya 3–4 jam setelah proses usai, agar suhu tanah menurun dan tidak membahayakan.

Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa beberapa warga mengabaikan aturan ini demi mendapatkan logam lebih cepat dan lebih banyak.

Aktivitas berisiko ini, meski dilarang, tetap dilakukan oleh sebagian warga yang berada dalam tekanan ekonomi.

Tragedi Garut menjadi momentum penting untuk meninjau ulang sistem keamanan operasi militer di lapangan, sekaligus membuka diskusi mengenai pendekatan sosial-ekonomi terhadap warga sekitar lokasi berisiko tinggi. Investigasi yang menyeluruh sangat diharapkan untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

fakta garut ledakan amunisi TNI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upadate Kasus Dugaan Penculikan Bayi di RSHS Bandung, Perawat Diduga Langgar SOP

Aksi Koboi di Cianjur: Tembak Pemilik Toko Pakai Airsoft Gun Usai Ketahuan Nyelinap

Underpass Pasteur Masih Tahap Wacana, Pemprov Jabar Soroti Risiko Banjir dan Lahan

Fakta Baru Video Viral Batang: Pemeran Wanita Diduga Tak Tahu Aksinya Direkam Diam-diam dan Diduplikas

Resmi! Gaji Pensiunan PNS Mei 2026 Cair Tepat Waktu, Cek Detailnya

Dulu Anak Rantau, Sekarang Rajai MTQ Internasional: Kisah Imranul Karim, Qari Kaltim yang Guncang Dunia

Terpopuler
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.