bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melontarkan sindiran halus kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang sedang menikmati liburan di Jepang. Sindiran ini dilontarkan melalui unggahan di akun TikTok pribadinya, yang langsung menuai beragam reaksi dari warganet.
Dalam unggahannya, Dedi Mulyadi menampilkan video Lucky Hakim yang mengenakan kimono khas Jepang dengan latar belakang musik Jepang. Unggahan tersebut disertai dengan ucapan, “Selamat berlibur Pak Lucky Hakim. Nanti kalau ke Jepang lagi, bilang dulu ya.”
Sindiran ini mengindikasikan bahwa Dedi Mulyadi menyayangkan tindakan Lucky Hakim yang meninggalkan wilayahnya untuk berlibur ke luar negeri, terutama karena ia adalah seorang kepala daerah.
Reaksi Warganet yang Beragam
Unggahan Dedi Mulyadi ini memicu beragam komentar dari warganet. Beberapa warganet mengungkapkan kekecewaannya terhadap Lucky Hakim, sementara yang lain berpendapat bahwa Lucky Hakim memiliki otonomi daerah dan tidak perlu meminta izin kepada gubernur untuk bepergian.
“Lucky Hakim, aduh gusti, belum apa-apa sudah bikin kecewa,” tulis seorang warganet.
“Bupati itu punya otonomi daerah. Memang secara hierarki di bawah gubernur, tetapi bukan berarti bawahan gubernur,” komentar warganet lainnya.
“Teguran halus dari gubernur. Bupati yang ingin ke luar negeri harus izin gubernur. Kecuali bukan pejabat bebas tidak perlu izin,” timpal warganet lainnya.
Teguran Halus atau Kritik Terbuka?
Unggahan Dedi Mulyadi ini menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda. Beberapa orang melihatnya sebagai teguran halus, sementara yang lain menganggapnya sebagai kritik terbuka terhadap tindakan Lucky Hakim.
Terlepas dari interpretasi tersebut, unggahan ini telah memicu diskusi publik mengenai etika dan tanggung jawab seorang kepala daerah, terutama dalam konteks liburan ke luar negeri.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










