Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Resmi Jadi Bagian Persib, Ikhwan Ali Tanamal Ungkap Perasaan Usai Jalani Debut Lawan Arema FC

Senin, 27 Juli 2026 15:46 WIB

Praperadilan Ditolak PN Bandung, Status Tersangka Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Sah

Senin, 27 Juli 2026 15:04 WIB

Bukan Cuma Repot, Ini Kelewatan! Bawa Sapi ke Rinjani Demi Logistik Mewah, SOP Dijebol!

Senin, 27 Juli 2026 14:56 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Resmi Jadi Bagian Persib, Ikhwan Ali Tanamal Ungkap Perasaan Usai Jalani Debut Lawan Arema FC
  • Praperadilan Ditolak PN Bandung, Status Tersangka Mantan Pengurus GKI Taman Cibunut Sah
  • Bukan Cuma Repot, Ini Kelewatan! Bawa Sapi ke Rinjani Demi Logistik Mewah, SOP Dijebol!
  • Meta Mundur! Rencana Langganan Rp330 Ribu untuk Kacamata Pintar Ray-Ban Batal
  • Bukan Soal Nasi Uduk, Knalpot Bising Jadi Pemicu Utama Bentrok Maut Matraman-Menteng
  • Timnas Indonesia vs Kamboja Piala AFF 2026 Tayang di TV Mana? Ini Jadwal dan Link Live Streaming
  • Debut di Piala Presiden 2026 Berbuah Manis, Nazriel Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib
  • Buruan Klaim! 7 Kode Redeem FF Hari Ini Bisa Dapat Skin Senjata hingga Emote Eksklusif
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 27 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Link Asli Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Full Durasi? Ini Faktanya!

By SusanaRabu, 22 April 2026 15:40 WIB2 Mins Read
Viral video ibu tiri vs anak tiri. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Viralnya tautan video bertajuk “ibu tiri vs anak tiri” hingga “Vell TikTok Blunder” di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Telegram, X, hingga WhatsApp bukan sekadar fenomena hiburan.

Di balik tren tersebut, tersimpan ancaman serius berupa serangan malware dan praktik phishing yang berpotensi membahayakan data pribadi pengguna.

Fenomena ini kembali mengulang pola lama kejahatan siber, di mana pelaku memanfaatkan rasa penasaran publik untuk menjebak korban melalui tautan mencurigakan.

Modus Link Viral: Pancing Rasa Penasaran

Pelaku kejahatan siber biasanya menyebarkan link dengan narasi provokatif seperti “Full Video”, “No Sensor”, atau “Part Lanjutan” untuk menarik perhatian pengguna.

Namun, alih-alih menampilkan konten yang dijanjikan, tautan tersebut justru mengarah ke situs berbahaya yang dapat mencuri data atau menginfeksi perangkat.

Dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Pengguna berisiko kehilangan akses akun media sosial, hingga mengalami pembobolan rekening jika data sensitif berhasil dicuri.

Phishing Kembali Marak, Data Pribadi Jadi Target

Phishing merupakan metode penipuan digital yang bertujuan mencuri informasi penting seperti username, password, PIN, hingga kode OTP.

Pelaku biasanya menyamar sebagai pihak resmi dan mengirim pesan yang terlihat meyakinkan, bahkan mendesak korban untuk segera mengklik tautan tertentu.

Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kejahatan, mulai dari pencurian identitas hingga transaksi ilegal.

Ciri-Ciri Link Berbahaya yang Harus Diwaspadai

Agar tidak menjadi korban, pengguna perlu mengenali tanda-tanda umum link phishing, di antaranya:

  • Meminta data sensitif seperti password, PIN, atau kode OTP
  • Mengatasnamakan instansi resmi secara palsu
  • Mengirim tautan atau file mencurigakan
  • Menggunakan bahasa mendesak, ancaman, atau iming-iming hadiah

Modus ini sengaja dirancang untuk membuat korban panik dan tidak sempat melakukan verifikasi.

Ancaman Malware Semakin Meningkat

Selain phishing, ancaman malware juga semakin nyata seiring maraknya konten viral berisiko. Laporan dari Kaspersky mengungkap bahwa jutaan pengguna internet berpotensi terinfeksi malware saat mengakses tautan mencurigakan.

Pada perangkat Android, ditemukan sedikitnya 23 jenis malware yang memanfaatkan celah ini. Dari sekitar 4,9 juta kasus infeksi, sekitar 25,4 persen berasal dari akses konten berisiko.

Jenis malware yang beredar pun beragam, mulai dari clickers, banking trojan, hingga ransomware yang mampu mencuri data finansial pengguna.

Jangan Tergiur Konten Viral

Fenomena viral seperti “Vell TikTok Blunder” menjadi pengingat bahwa tidak semua konten di internet aman untuk diakses.

Pengguna disarankan untuk selalu berhati-hati, tidak sembarangan mengklik tautan, serta memastikan sumber informasi berasal dari pihak terpercaya.

Kesadaran digital menjadi kunci utama untuk menghindari jebakan kejahatan siber yang kini semakin canggih dan masif.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

data pribadi bocor keamanan digital link scam link viral berbahaya malware android Penipuan Online phishing Indonesia TikTok viral 2026 Vell TikTok Blunder
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Meta Mundur! Rencana Langganan Rp330 Ribu untuk Kacamata Pintar Ray-Ban Batal

Game Free Fire

Buruan Klaim! 7 Kode Redeem FF Hari Ini Bisa Dapat Skin Senjata hingga Emote Eksklusif

Harga Emas Perhiasan Hari Ini 27 Juli 2026 Tetap Stabil, Cek Tarif Terbaru 24 Karat di Sini!

Kena Batunya? Influencer Endang Yustika Senggol Warga Threads, Berujung Dirujak Se-Indonesia!

Bye Akun Palsu! Facebook Verified Hadir, Cukup Pakai Video Selfie untuk Dapat Lencana

Buruan Klaim! 20 Kode Redeem FF Terbaru 26 Juli 2026 sebelum Kuota Habis

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Proyek PLTP Patuha Unit 2 Capai Fase Vital: Mobilisasi Komponen Generator Sukses Digelar
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Birokrasi Dedi Mulyadi Terbukti Cacat Prosedur, PTUN Bandung Menangkan Aliansi Buruh Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.