bukamata.id – Publik jagat maya kembali digegerkan dengan perburuan tautan video yang kini populer dengan sebutan “Video Teh Pucuk”. Isu ini mencuat setelah narasi liar yang mengaitkan adegan dewasa tersebut dengan peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Mataram (Unram). Meski kabar burung ini telah menyebar luas, hasil investigasi terbaru menunjukkan fakta yang berseberangan dengan tuduhan netizen.
Nama mahasiswi Anis Januar Putri sempat terseret dan menjadi sasaran perundungan digital karena dianggap memiliki kemiripan fisik dengan pemeran wanita dalam video berdurasi 13 menit 17 detik tersebut. Namun, pihak kampus bergerak cepat untuk meluruskan distorsi informasi yang berkembang.
Anatomi Video “Teh Pucuk” yang Viral
Istilah “Teh Pucuk” sendiri muncul karena dalam potongan video yang beredar, kedua pemeran—pria dan wanita—terlihat mengonsumsi cairan dari botol minuman merek tersebut sebelum melakukan tindakan asusila.
Berdasarkan pengamatan pada video yang banyak tersebar di platform TikTok, adegan diawali dengan sepasang kekasih yang berada di sebuah kamar. Sang pria tampak menuangkan isi botol ke dalam gelas kecil (sloki) dan memberikannya kepada si wanita. Setelah meminumnya, ekspresi wajah sang wanita berubah drastis sebelum keduanya melanjutkan ke adegan dewasa. Inilah yang memicu rasa penasaran warganet untuk mencari versi lengkap dari rekaman tersebut.
Klarifikasi Tegas Satgas PPKS Unram
Menanggapi kegaduhan yang menyeret nama institusinya, Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Universitas Mataram secara resmi membantah keterlibatan mahasiswinya. Ketua Satgas PPKS Unram, Joko Jumadi, mengungkapkan bahwa video tersebut merupakan stok lama yang kembali diputarbalikkan narasinya.
“Kami menegaskan bahwa pemeran dalam video itu bukan mahasiswa Unram. Video tersebut sudah ada sejak September 2025 dan kejadiannya bukan di Lombok, melainkan di luar NTB,” tegas perwakilan Satgas PPKS Unram, Senin (9/2/2026).
Joko juga menekankan perbedaan identitas melalui analisis suara. Menurutnya, logat dan dialek yang terdengar dalam video tersebut secara jelas membuktikan bahwa pemerannya bukan berasal dari wilayah Nusa Tenggara Barat.
Anis Januar Putri Angkat Bicara
Guna membersihkan nama baiknya, Anis Januar Putri hadir langsung dalam sesi klarifikasi. Pihak Satgas membedah perbedaan fisik antara Anis dan wanita di video. Mulai dari jenis kacamata yang dikenakan hingga kondisi kulit wajah yang sangat kontras.
“Saya Anis Januar Putri, saya berani bersumpah bahwa orang di dalam video itu bukan saya,” ungkap Anis dengan nada tenang namun tegas.
Ancaman Keamanan Digital dan Hukum
Di balik rasa penasaran netizen, terdapat risiko besar yang mengintai. Para ahli keamanan siber mengingatkan agar masyarakat tidak sembarangan mengeklik tautan yang menjanjikan video tersebut. Seringkali, tautan tersebut adalah jebakan phishing atau malware yang bertujuan mencuri data pribadi atau melakukan penipuan finansial.
Selain risiko teknis, Satgas PPKS Unram juga mengingatkan adanya konsekuensi hukum bagi penyebar konten yang tidak terverifikasi.
“Kami meminta masyarakat bijak sebelum memposting. Hati-hati, ada Undang-Undang ITE yang mengatur. Mari lebih cerdas dalam bermain media sosial,” tutup Joko Jumadi.
Kini jelas bahwa narasi “KKN Unram” dalam video tersebut hanyalah taging liar yang tidak berdasar. Masyarakat diminta untuk berhenti menyebarkan fitnah yang dapat merugikan pihak-pihak yang tidak bersalah.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










