bukamata.id – Kabar baik datang dari rapor pembangunan manusia di Kabupaten Bandung. Di bawah kepemimpinan Bupati Dadang Supriatna, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencatatkan akselerasi yang signifikan, melampaui tren pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.
Pencapaian ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan cerminan nyata dari membaiknya akses kesehatan, pendidikan, hingga daya beli masyarakat di wilayah berjuluk Bumi Katapang ini.
Angka yang Berbicara: Tumbuh di Atas Rata-rata
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per 20 Februari 2026, IPM Kabupaten Bandung kini bertengger di level 75,58 poin. Jika ditarik garis lurus, terjadi lonjakan yang cukup kontras dibandingkan tahun 2024.
“IPM Kabupaten Bandung tahun 2025 naik mencapai 75,58, meningkat 0,99 poin atau 1,33 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 74,59 poin,” ujar Bupati yang akrab disapa Kang DS saat melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Rancaekek, Senin (23/2/2026).
Pertumbuhan sebesar 1,33 persen ini tergolong istimewa, mengingat rata-rata kenaikan tahunan sejak 2020 hingga 2025 biasanya tertahan di angka 0,78 persen.
Tiga Pilar Utama yang Menguat
Kenaikan IPM ini ditopang oleh penguatan di seluruh dimensi penyusunnya. Berikut adalah rincian sektor yang mengalami perbaikan:
- Kesehatan (Umur Harapan Hidup): Bayi yang lahir di Kabupaten Bandung pada tahun 2025 diprediksi memiliki Umur Harapan Hidup (UHH) hingga 75,70 tahun. Angka ini naik 0,47 tahun dibandingkan generasi yang lahir setahun sebelumnya, menandakan perbaikan layanan kesehatan publik dan sanitasi lingkungan.
- Pendidikan (Lama Sekolah): Sektor pengetahuan menunjukkan tren positif. Harapan Lama Sekolah (HLS) bagi penduduk usia 7 tahun ke atas merangkak naik dari 12,74 tahun menjadi 12,99 tahun. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) bagi warga usia 25 tahun ke atas juga meningkat menjadi 9,40 tahun.
- Ekonomi (Standar Hidup Layak): Daya beli masyarakat kian bertenaga. Pengeluaran riil per kapita per tahun warga Bandung kini mencapai Rp11,62 juta. Terjadi peningkatan pengeluaran rata-rata sebesar Rp227 ribu atau naik 1,99 persen dibandingkan tahun 2024.
Komitmen Keberlanjutan
Kenaikan konsisten dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa strategi penguatan kualitas hidup yang dijalankan Pemkab Bandung berada di jalur yang benar. Fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar mulai dari sekolah gratis, fasilitas kesehatan yang lebih dekat, hingga stimulus ekonomi lokal menjadi kunci sukses di balik angka 75,58 tersebut.
Ke depan, tantangan Pemkab Bandung adalah menjaga momentum percepatan ini agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat di pelosok desa.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










