bukamata.id – Penyerahan ijazah kepada lulusan sekolah swasta di Jawa Barat masih menjadi polemik. Pasalnya, para lulusan itu meninggalkan tunggakan biaya yang ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Hal tersebut diungkap Ketua Forum Swasta (FKSS) Jabar, Ade Hendriana. Ia mengaku sudah bertemu dengan Pemprov Jabar untuk mencari solusi tersebut.
Dalam pertemuan yang dilakukan beberapa waktu lalu, Ade mengungkapkan, telah dibahasnya soal draft nota kesepahaman atau MoU yang akan dijadikan dasar bagi sekolah swasta untuk menyerahkan ijazah kepada lulusan.
Di mana, Pemprov Jabar menyanggupi melunasi biaya tunggakan para lulusan sekolah swasta yang ijazahnya ditahan.
“Karena berdasarkan informasi ada satu sekolah mencapai Rp 5 miliar. Ini kan se-Jawa Barat, ketika angkanya muncul mungkin tidak bisa terakomodir semua. Tentu nanti ada tim audit. Setelah diaudit kemudian kita lihat kemampuan pihak provinsi berapa untuk mengganti itu,” katanya, Jumat (31/1/2025).
Bahkan, Ade menaksir tunggakan para lulusan jumlahnya mencapai triliunan rupiah. Kendati demikian, saat ini pihaknya mengusulkan Disdik Jabar untuk mendata satu per satu jumlah tunggakan di setiap sekolah.
“Jadi enggak setiap SMA swasta membuat pernyataan, makanya satu pintu. Kalau ada pendataan dari Disdik kan nanti ada jumlah berapa triliun (tunggakan),” ujarnya.
“Sekarang posisi sekolah lagi melakukan pendataan by name by address, berapa tunggakan dan tahun lulusan,” sambungnya.
Untuk itu, Ade menekankan agar penyelesaian polemik ini bisa dilaukan atas asas keadilan. Pasalnya, sekolah swasta hanya mengandalkan biaya dari orang tua siswa untuk memenuhi semua operasional sekolah.
“Pada intinya kami sepakat seluruh sekolah swasta untuk membagikan ijazah yang tertahan di sekolah setelah MoU itu ditandatangani. Berbeda dengan negeri karena semuanya dari pemerintah,” tutup Ade.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










