bukamata.id – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat memastikan macan tutul jawa yang dievakuasi dari Kecamatan Pacet dalam kondisi sehat dan responsif terhadap lingkungan sekitarnya.
Satwa dilindungi ini masih menjalani observasi intensif sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah V BBKSDA Jabar, Vitriana Yulalita, mengatakan macan tutul jantan tersebut telah ditranslokasikan setelah evakuasi dari permukiman warga.
“Sejauh ini kondisinya baik dan cukup responsif, terlihat masih liar,” ujar Vitriana, Jumat (6/2/2026).
Macan tutul juga sudah mulai makan dengan agresif setelah diberikan kelinci sebagai pakan alami. Tim dokter hewan dari Taman Cikembulan terus memantau kondisi fisik dan psikologis satwa untuk memastikan kesiapan dilepasliarkan.
“Selama evakuasi, ada beberapa luka ringan, namun hewan tetap menunjukkan insting liar dan agresif. Proses observasi tidak bisa dilakukan secara singkat,” tambah Vitriana.
Observasi meliputi pemeriksaan organ vital, anggota tubuh, kekuatan fisik, hingga kondisi gigi dan taring yang diperlukan untuk berburu di alam liar.
Meski belum diketahui pasti asal muasal macan tutul, Desa Maruyung di Kecamatan Pacet dekat kawasan hutan yang menjadi jalur jelajah satwa ini.
Vitriana mengingatkan masyarakat bahwa macan tutul jawa adalah satwa dilindungi sekaligus identitas fauna Jawa Barat. Ia mengapresiasi warga Pacet yang berhasil mengevakuasi satwa tanpa membahayakan nyawanya.
Masyarakat dihimbau untuk segera melaporkan jika menemukan satwa dilindungi, agar penanganan dilakukan secara aman dan profesional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











