bukamata.id – Laga antara Timnas Indonesia melawan China dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (5/6/2025), tak hanya menarik perhatian dari sisi permainan. Atmosfer di stadion juga menjadi sorotan, terutama karena kemunculan tifo spektakuler yang ditampilkan para suporter.
Tifo Gatotkaca Jadi Sorotan
La Grande Indonesia, kelompok suporter yang dikenal kreatif dan vokal, menampilkan tifo kolosal bergambar Gatotkaca, tokoh wayang legendaris, yang membawa tameng bergambar burung Garuda. Sosok Gatotkaca digambarkan sedang menghancurkan Tembok Besar China.
Aksi ini langsung menjadi perbincangan hangat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga sampai ke jagat maya. Banyak warganet memuji detail visual tifo tersebut, yang digelar menjelang kick-off pertandingan.
Tifo ini memicu banyak interpretasi. Ada yang menyebut sosok tersebut merupakan representasi Raden Wijaya, pendiri Majapahit yang berhasil mengusir Dinasti Yuan dari tanah Jawa. Ada juga yang meyakini itu adalah simbol dari Satria Garuda, semangat juang para pahlawan Indonesia.
Pesan Simbolik di Balik Tifo
Simbol Gatotkaca dalam tifo tersebut bukan tanpa alasan. Gatotkaca dalam dunia pewayangan dikenal sebagai sosok satria perkasa, dengan julukan otot kawat tulang besi. Ia terbang di langit menghadang serangan dari udara dalam kisah perang Baratayudha. Dalam budaya Jawa, Gatotkaca adalah simbol keberanian, kekuatan, dan loyalitas tanpa batas.
Tampilan Gatotkaca dengan tameng burung Garuda menyiratkan pesan kuat: Timnas Indonesia siap bertarung hingga akhir demi kehormatan bangsa. Banyak suporter yang mengaitkan semangat Gatotkaca dengan perjuangan para pemain malam itu.
“Tifo ini bukan sekadar visual, tapi menghidupkan semangat juang. Gatotkaca menjadi cerminan energi dan harapan seluruh rakyat Indonesia yang ditumpahkan di lapangan,” ujar salah satu pengamat budaya yang hadir di stadion.
Gatotkaca dalam Konteks Budaya dan Sejarah
Dalam catatan ilmiah Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Gatotkaca adalah tokoh dalam epos Mahabharata yang menjadi lambang kekuatan dan keberanian. Dalam versi Nusantara, Gatotkaca adalah anak dari Bima dan Arimbi, makhluk setengah dewa yang sakti mandraguna.
Tubuhnya digambarkan tahan senjata biasa, mampu terbang di angkasa, dan selalu berada di garis depan dalam pertempuran. Dalam perang Baratayudha, Gatotkaca dipercaya menjaga langit Pandawa, menghadang serangan dari udara.
Dalam budaya Jawa, Gatotkaca disukai karena representasi perjuangannya yang tanpa pamrih, loyal, dan penuh pengorbanan. Nilai-nilai ini sangat selaras dengan perjuangan Timnas Indonesia di laga penting melawan China.
Respon Publik dan Media
Media China menyebut pertandingan ini sebagai “pertandingan hidup dan mati.” Tak heran jika perhatian besar juga tertuju pada atmosfer stadion, bukan hanya dari sisi taktik dan permainan.
Tifo Gatotkaca menjadi salah satu hal paling ikonik dari laga ini. Ribuan suporter memadati SUGBK, dan semangat yang ditampilkan melalui tifo tersebut menambah tekanan bagi tim lawan sekaligus menyulut semangat para pemain Garuda.
“Tifo Gatotkaca memberikan dorongan emosional yang luar biasa. Seolah-olah seluruh kekuatan sejarah dan budaya mendampingi para pemain di lapangan,” ungkap seorang fans Timnas di media sosial.
Kesimpulan
Pertandingan antara Timnas Indonesia vs China bukan hanya laga penentu di Kualifikasi Piala Dunia 2026, tapi juga panggung pernyataan identitas budaya bangsa. Tifo Gatotkaca bukan sekadar karya visual, melainkan simbol perlawanan, keberanian, dan harapan rakyat.
Dengan simbol Gatotkaca sebagai penjaga langit, Timnas Indonesia diibaratkan tengah berjuang menghadang kekuatan besar dan menjaga kehormatan bangsa. Semangat yang dibawa oleh tifo tersebut menjadi pelengkap penting dalam kemenangan Garuda malam itu.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











