bukamata.id – Suasana di sebuah pondok pesantren di Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, mendadak mencekam pada Rabu (5/3/2025) tengah malam.
Seorang santri berinisial A (14) tewas setelah dibacok oleh sesama santri, usai sebelumnya melakukan penganiayaan terhadap seorang santriwati.
Peristiwa bermula sekitar pukul 01.30 WIB, ketika A kedapatan menganiaya santriwati berinisial FF (20) menggunakan celurit.
Akibatnya, FF mengalami lima luka tusukan dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh seorang santri lain, FH (23).
Kapolsek Ibun, Iptu Deny Fourtjahjanto, mengungkapkan bahwa insiden ini bermula dari teriakan di asrama putri yang membuat para santri panik.
“Kondisinya di asrama putri ada yang berteriak sekitar pukul 01.30 WIB. Saat dicek, ternyata santri A (14) sedang menganiaya santriwati FF (20) menggunakan celurit. Setelah suasana ramai, A melarikan diri,” ujar Deny dikutip dari keterangan resminya, Jumat (7/3/2025).
Dalam perjalanan kembali dari rumah sakit, FH bertemu dengan A. Dipenuhi emosi, FH langsung membacok A dengan golok yang dibawanya. A sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 06.00 WIB.
Usai kejadian, FH menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Dari hasil pemeriksaan sementara, motif awal peristiwa ini diduga terkait percobaan pemerkosaan yang dilakukan A terhadap FF. Polisi kini masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh fakta di balik tragedi ini.
“Santri A (14) membacok santriwati FF (20). Kemudian, santri FH (23) membacok A di jalan. Ketiganya berasal dari pondok pesantren yang sama. Saat ini, FH telah menyerahkan diri ke Polsek,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










