Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Rabu, 18 Maret 2026 18:00 WIB

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Rabu, 18 Maret 2026 17:25 WIB

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

Rabu, 18 Maret 2026 17:05 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis
  • Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah
  • Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya
  • H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg
  • Viral dengan Adegan Misterius yang Disensor! Wargnet Cari Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbaru
  • Persib di Jalan Terjal Menuju Hattrick Juara Liga 1 2025/2026
  • Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh
  • Dari Boneka ke Dunia Nyata: Perjalanan Punch Mencari Kasih Sayang yang Bikin Netizen Iri!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 18 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menanti Perbaikan, Warga Padalarang Andalkan Jembatan Bambu untuk Aktivitas Sehari-hari

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 19:51 WIB2 Mins Read
Jembatan Padalarang
Jembatan ambruk di Padalarang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Akses utama yang menjadi nadi kehidupan warga di Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih lumpuh setelah jembatan penghubung dua kampung ambruk diterjang banjir sebulan lalu. Tak ingin terus terisolasi, warga bergotong royong membangun jembatan darurat dari anyaman bambu demi tetap bisa beraktivitas sehari-hari.

Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tetapi jalur vital yang dilalui anak-anak sekolah hingga warga yang menjalankan aktivitas ekonomi. Kini, mereka harus melewati jembatan bambu sederhana yang rentan hanyut oleh derasnya aliran sungai.

“Jalan ini bukan alternatif, ini jalan utama. Dari anak sekolah sampai yang berdagang semua lewat sini,” ujar Nendi (42), tokoh masyarakat Kampung Sukamaju, dikutip Kamis (17/4/2025).

Baca Juga: Ayah Biologis Anak Lisa Mariana Terkuak, Bukan Ridwan Kamil!

Baca Juga:  63 Siswa di Bandung Barat Keracunan Usai Santap MBG

Ia menambahkan, warga yang menyeberang setiap hari dilanda kekhawatiran, terutama saat hujan turun deras.

“Kami was-was. Jembatan darurat ini bisa hanyut kapan saja kalau air naik,” ujarnya.

Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi jembatan yang roboh. Menurutnya, kerusakan disebabkan kikisan arus sungai yang deras saat banjir.

“Kami sudah cek dan ajukan perbaikannya. Sekarang tinggal menunggu proses teknis dari Dinas PUTR KBB,” katanya.

Namun, proses perbaikan belum bisa segera dilakukan karena status jembatan berada di atas saluran pengairan, bukan sepenuhnya di bawah kewenangan desa. Hal ini membuat pemerintah desa harus mencari tahu lebih lanjut, apakah perbaikan menjadi tanggung jawab BBWS Citarum Harum atau PUPR bidang pengairan.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terjunkan Alat Berat Bersihkan Sedimen dan Sampah di Jembatan Babakan Sapan

Baca Juga: Bejat! Ayah di Cianjur Perkosa Anak Kandung Sejak SMP

“Kalau milik BBWS, prosesnya harus ke provinsi. Kalau milik PUPR KBB, cukup izin ke kabupaten,” jelas Kepala Desa Padalarang, Karom.

Menurut Karom, pembangunan jembatan secara permanen membutuhkan dana sekitar Rp800 juta, termasuk bronjong dan tembok penahan tanah (TPT) untuk memperkuat struktur dari ancaman longsor atau banjir. Ia menyatakan kesiapannya untuk menggeser anggaran pembangunan lain agar proyek ini bisa segera terlaksana.

Baca Juga:  Raffi Ahmad-Nagita Slavina Donasi Rp3 Miliar untuk Korban Longsor Cisarua

“Kami ingin jembatan nanti bisa dilalui mobil, minimal roda empat. Karena ini kebutuhan mendesak, kami upayakan sesegera mungkin,” tegasnya.

Kepala desa dan camat kompak menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga yang membangun jembatan darurat secara swadaya. Di tengah keterbatasan, masyarakat Padalarang menunjukkan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama di saat krisis.

Namun, kondisi ini sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk bertindak lebih cepat dalam menangani infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Jembatan Padalarang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Berjalan Kaki Pulang Kampung: Kisah Inspiratif Penjual Cilok dari Bandung ke Ciamis

Salat Id Pindah ke Gedung Sate, Pemprov Jabar Kejar Kekhusyukan Ibadah

Buka Puasa Hari Ini di Bandung? Ini Waktu Maghrib dan Doa Lengkapnya

H-3 Lebaran Membludak! 71 Ribu Kendaraan Serbu Jalur Nagreg

Truk Sapi Oleng di Cikaledong, 1 Pemudik Tewas! Arus Mudik Sempat Lumpuh

PO Haryanto Gak Ngaku?! Skandal Bus ‘Siluman’ Seruduk 6 Mobil, Siapa Tanggung Jawab?

Terpopuler
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Netizen Penasaran! Video Mukena Pink ‘No Sensor’ Viral, Banyak yang Buru Link Aslinya
  • Kronologi dan Isi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit yang Viral
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.