Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Video Viral Ukhti Mukena Pink

Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor

Selasa, 17 Maret 2026 04:00 WIB

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 03:00 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur

Selasa, 17 Maret 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
  • Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu
  • Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
  • Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menanti Perbaikan, Warga Padalarang Andalkan Jembatan Bambu untuk Aktivitas Sehari-hari

By Aga GustianaKamis, 17 April 2025 19:51 WIB2 Mins Read
Jembatan Padalarang
Jembatan ambruk di Padalarang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Akses utama yang menjadi nadi kehidupan warga di Desa Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih lumpuh setelah jembatan penghubung dua kampung ambruk diterjang banjir sebulan lalu. Tak ingin terus terisolasi, warga bergotong royong membangun jembatan darurat dari anyaman bambu demi tetap bisa beraktivitas sehari-hari.

Jembatan ini bukan sekadar penghubung, tetapi jalur vital yang dilalui anak-anak sekolah hingga warga yang menjalankan aktivitas ekonomi. Kini, mereka harus melewati jembatan bambu sederhana yang rentan hanyut oleh derasnya aliran sungai.

“Jalan ini bukan alternatif, ini jalan utama. Dari anak sekolah sampai yang berdagang semua lewat sini,” ujar Nendi (42), tokoh masyarakat Kampung Sukamaju, dikutip Kamis (17/4/2025).

Baca Juga: Ayah Biologis Anak Lisa Mariana Terkuak, Bukan Ridwan Kamil!

Baca Juga:  Adegan Drama Berujung Maut, Siswa SMK di Bandung Barat Tewas Tertusuk Gunting

Ia menambahkan, warga yang menyeberang setiap hari dilanda kekhawatiran, terutama saat hujan turun deras.

“Kami was-was. Jembatan darurat ini bisa hanyut kapan saja kalau air naik,” ujarnya.

Camat Padalarang, Agus Achmad Setiawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meninjau langsung kondisi jembatan yang roboh. Menurutnya, kerusakan disebabkan kikisan arus sungai yang deras saat banjir.

“Kami sudah cek dan ajukan perbaikannya. Sekarang tinggal menunggu proses teknis dari Dinas PUTR KBB,” katanya.

Namun, proses perbaikan belum bisa segera dilakukan karena status jembatan berada di atas saluran pengairan, bukan sepenuhnya di bawah kewenangan desa. Hal ini membuat pemerintah desa harus mencari tahu lebih lanjut, apakah perbaikan menjadi tanggung jawab BBWS Citarum Harum atau PUPR bidang pengairan.

Baca Juga:  Pria di Bandung Barat Rekayasa Pembegalan demi Tutupi Kekalahan Judi Online

Baca Juga: Bejat! Ayah di Cianjur Perkosa Anak Kandung Sejak SMP

“Kalau milik BBWS, prosesnya harus ke provinsi. Kalau milik PUPR KBB, cukup izin ke kabupaten,” jelas Kepala Desa Padalarang, Karom.

Menurut Karom, pembangunan jembatan secara permanen membutuhkan dana sekitar Rp800 juta, termasuk bronjong dan tembok penahan tanah (TPT) untuk memperkuat struktur dari ancaman longsor atau banjir. Ia menyatakan kesiapannya untuk menggeser anggaran pembangunan lain agar proyek ini bisa segera terlaksana.

Baca Juga:  Lembang Terancam Bencana Akibat Alih Fungsi Lahan, Bupati Jeje Diminta Evaluasi Tata Ruang

“Kami ingin jembatan nanti bisa dilalui mobil, minimal roda empat. Karena ini kebutuhan mendesak, kami upayakan sesegera mungkin,” tegasnya.

Kepala desa dan camat kompak menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif warga yang membangun jembatan darurat secara swadaya. Di tengah keterbatasan, masyarakat Padalarang menunjukkan bahwa solidaritas dan semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama di saat krisis.

Namun, kondisi ini sekaligus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk bertindak lebih cepat dalam menangani infrastruktur vital yang menyangkut keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Barat Jembatan Padalarang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.