Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengulik Calung, Alat Musik Bambu yang Sarat Filosofi dan Kearifan Lokal

By SusanaJumat, 6 Desember 2024 04:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Calung (Foto: indonesiakaya.com).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indonesia adalah rumah bagi kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk seni musik tradisional. Salah satu warisan budaya yang patut kita kenal lebih dekat adalah calung, alat musik tradisional khas Sunda yang terbuat dari bambu.

Calung bukan sekadar alat musik; ia adalah simbol kreativitas dan sejarah masyarakat Sunda. Alunannya yang menenangkan menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan.

Dalam Buku Waditra: Mengenal Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Bara karya Drs. Ubun Kubarsah R., disebutkan bahwa kata calung berasal dari bahasa Sunda: “ca” yang berarti membaca (maca) dan “lung” yang berarti bingung (linglung).

Filosofi ini berakar dari kebiasaan masyarakat Sunda masa lampau, yang memainkan calung di tengah kesunyian sawah atau ladang untuk menghibur hati yang gelisah.

Baca Juga:  Alam Subur, Cagub Dedi Mulyadi Sayangkan Hilangnya Budaya Beternak di Jabar

Musik calung menjadi teman setia di masa menunggu panen, membawa kedamaian sekaligus momen reflektif.

Awalnya, calung hanya dimainkan sebagai hiburan pribadi. Namun, seiring perkembangan waktu, alat musik ini berkembang menjadi bagian seni pertunjukan, memperkaya identitas budaya Sunda sekaligus menjadi daya tarik hiburan.

Jenis-Jenis Calung

Calung memiliki beberapa jenis dengan ciri khas dan cara memainkan yang unik:

1. Calung Rantay
– Terdiri dari 10 bilah bambu yang diikat berjajar.
– Dimainkan sambil duduk dengan cara memukul bilah-bilah bambu menggunakan alat pemukul.

Baca Juga:  Semarak Budaya 2025: Lestarikan Tradisi Lewat Festival Nasi Liwet

2. Calung Gambang
– Bilah bambunya dipasang pada rangka khusus (*ancak*), menyerupai alat musik gambang.
– Memiliki stabilitas rangka yang membuatnya nyaman dimainkan.

3. Calung Jingjing
– Dimainkan sambil digantung.
– Tangan kiri memegang rangka bambu, sementara tangan kanan memukul bilah-bilahnya.

Bagian utama calung jingjing meliputi:
– Kingking: Pembawa melodi.
– Panempas: Untuk variasi irama.
– Jongjrong: Pengatur pola lagu.
– Gonggong: Pengganti alat perkusi gong.

Dari ketiga jenis ini, calung jingjing menjadi yang paling populer di seni pertunjukan modern.

Perkembangannya dipelopori oleh Ekik Barkah, Parmas, dan seniman Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1960-an.

Inovasi pada calung jingjing menjadikannya lebih dinamis. Seni pertunjukan calung kini kerap memadukan unsur musik dengan elemen hiburan lain seperti vokal, dialog humor, hingga gerakan-gerakan lucu yang menghibur.

Baca Juga:  Tingkatkan Ekonomi Sosial Budaya, Jabar-Jateng Kerja Sama Pengelolaan Daerah Perbatasan

Calung: Seni Tradisional yang Terus Hidup

Calung kini tidak lagi sekadar alat musik tradisional, tetapi telah berevolusi menjadi seni pertunjukan yang mampu memikat berbagai kalangan.

Dengan humor dan interaksi langsung dengan penonton, calung tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi jembatan untuk mendekatkan generasi muda kepada budaya leluhur.

Sebagai bagian dari budaya Sunda, calung mencerminkan nilai-nilai lokal yang penuh makna.

Dari nada-nada indah hingga perannya dalam seni pertunjukan, calung menegaskan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai kebanggaan bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya calung Seni Musik tradisional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini

Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?

Harga Emas Hari Ini Mengejutkan! Antam Naik Tipis Tembus Rp2,82 Juta per Gram

Klaim Sekarang! Kode Redeem FC Mobile 14 Juni 2026 Terbaru, Ambil Paket Pemain OVR Tinggi dan Koin Gratis

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.