Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Sabtu, 19 September 2026 07:23 WIB

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Sabtu, 19 September 2026 06:00 WIB

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Mengulik Calung, Alat Musik Bambu yang Sarat Filosofi dan Kearifan Lokal

By SusanaJumat, 6 Desember 2024 04:00 WIB2 Mins Read
Ilustrasi Calung (Foto: indonesiakaya.com).
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Indonesia adalah rumah bagi kekayaan budaya yang luar biasa, termasuk seni musik tradisional. Salah satu warisan budaya yang patut kita kenal lebih dekat adalah calung, alat musik tradisional khas Sunda yang terbuat dari bambu.

Calung bukan sekadar alat musik; ia adalah simbol kreativitas dan sejarah masyarakat Sunda. Alunannya yang menenangkan menyimpan filosofi mendalam tentang kehidupan.

Dalam Buku Waditra: Mengenal Alat-Alat Kesenian Daerah Jawa Bara karya Drs. Ubun Kubarsah R., disebutkan bahwa kata calung berasal dari bahasa Sunda: “ca” yang berarti membaca (maca) dan “lung” yang berarti bingung (linglung).

Filosofi ini berakar dari kebiasaan masyarakat Sunda masa lampau, yang memainkan calung di tengah kesunyian sawah atau ladang untuk menghibur hati yang gelisah.

Baca Juga:  Dukung Festival Bojana 2024, bank bjb Ajak Generasi Muda Mencintai Budaya Indonesia

Musik calung menjadi teman setia di masa menunggu panen, membawa kedamaian sekaligus momen reflektif.

Awalnya, calung hanya dimainkan sebagai hiburan pribadi. Namun, seiring perkembangan waktu, alat musik ini berkembang menjadi bagian seni pertunjukan, memperkaya identitas budaya Sunda sekaligus menjadi daya tarik hiburan.

Jenis-Jenis Calung

Calung memiliki beberapa jenis dengan ciri khas dan cara memainkan yang unik:

1. Calung Rantay
– Terdiri dari 10 bilah bambu yang diikat berjajar.
– Dimainkan sambil duduk dengan cara memukul bilah-bilah bambu menggunakan alat pemukul.

Baca Juga:  Lembur Katumbiri, Kampung Warna-warni Baru di Bandung yang Sarat Makna Budaya

2. Calung Gambang
– Bilah bambunya dipasang pada rangka khusus (*ancak*), menyerupai alat musik gambang.
– Memiliki stabilitas rangka yang membuatnya nyaman dimainkan.

3. Calung Jingjing
– Dimainkan sambil digantung.
– Tangan kiri memegang rangka bambu, sementara tangan kanan memukul bilah-bilahnya.

Bagian utama calung jingjing meliputi:
– Kingking: Pembawa melodi.
– Panempas: Untuk variasi irama.
– Jongjrong: Pengatur pola lagu.
– Gonggong: Pengganti alat perkusi gong.

Dari ketiga jenis ini, calung jingjing menjadi yang paling populer di seni pertunjukan modern.

Perkembangannya dipelopori oleh Ekik Barkah, Parmas, dan seniman Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 1960-an.

Inovasi pada calung jingjing menjadikannya lebih dinamis. Seni pertunjukan calung kini kerap memadukan unsur musik dengan elemen hiburan lain seperti vokal, dialog humor, hingga gerakan-gerakan lucu yang menghibur.

Baca Juga:  Alam Subur, Cagub Dedi Mulyadi Sayangkan Hilangnya Budaya Beternak di Jabar

Calung: Seni Tradisional yang Terus Hidup

Calung kini tidak lagi sekadar alat musik tradisional, tetapi telah berevolusi menjadi seni pertunjukan yang mampu memikat berbagai kalangan.

Dengan humor dan interaksi langsung dengan penonton, calung tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi jembatan untuk mendekatkan generasi muda kepada budaya leluhur.

Sebagai bagian dari budaya Sunda, calung mencerminkan nilai-nilai lokal yang penuh makna.

Dari nada-nada indah hingga perannya dalam seni pertunjukan, calung menegaskan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai kebanggaan bangsa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!

Ngeri Dipalak Sejuta Sehari! Pengakuan Blak-blakan Korban Pungli Jogja yang Bikin Satu Indonesia Murka

8 Tahun Disimpan, Erin Ungkap Dugaan Perselingkuhan Andre Taulany dengan Sinden OVJ

Cari Bakso dan Mie Ayam Enak di Bandung? Ini 4 Rekomendasinya

Bikin Takjub! Aksi ‘Orator Cilik’ Asal Cilacap Bikin Satu Kelas Terpukau, Bakat Alaminya Luar Biasa

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.