Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Minggu, 27 September 2026 15:21 WIB

Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?

Minggu, 27 September 2026 14:32 WIB

Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Minggu, 27 September 2026 14:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya
  • Gede Aiswarya Raih Juara 3 Mister International 2026, Momen Reaksi Finalis Viral di Medsos, Ada Apa?
  • Selangkah Lagi ke Final! Fajar/Fikri Punya Misi Besar di Asian Games Aichi-Nagoya 2026
  • Masuk Periode Neraka, 7 Pertandingan dalam 20 Hari Siap Dijalani Maung Bandung
  • Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang
  • Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan
  • Cari Cafe Estetik di Bandung? Ini 5 Tempat Ngopi yang Wajib Masuk Daftar
  • Timnas Indonesia vs Malaysia, Ini Jadwal Lengkap Laga Panas FIFA ASEAN Cup 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 27 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Semarak Budaya 2025: Lestarikan Tradisi Lewat Festival Nasi Liwet

By Aga GustianaMinggu, 27 April 2025 11:36 WIB4 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Semarak Budaya 2025 yang diinisiasi oleh Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, hari ini Sabtu (27/4/2025) sukses digelar di ASM Ariyanti.

Acara yang berpusat pada kekayaan kuliner tradisional Indonesia, khususnya nasi liwet, ini bertujuan untuk mensosialisasikan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan Nomor 5 Tahun 2017 kepada masyarakat luas.

Dalam sambutannya, Ledia Hanifa menyampaikan apresiasi kepada ASM Ariyanti atas dukungan tempat dan fasilitas. Beliau menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Komisi X DPR RI dan Kementerian Kebudayaan untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia yang tak terbatas pada seni saja, namun juga mencakup adat istiadat, tradisi, dan pengetahuan tradisional.

“Budaya tidak hanya soal seni, tapi juga mencakup adat istiadat, tradisi, dan pengetahuan tradisional. Contohnya, tradisi makan bersama (liwetan) yang khas di Indonesia,” ujar Ledia Hanifa.

Ia menyoroti bagaimana tradisi liwetan menjadi identitas unik bangsa Indonesia yang patut dilestarikan di tengah gempuran budaya asing.

Lebih lanjut, Ledia Hanifa mencontohkan kekayaan kuliner lain seperti cilok, cimol, dan cireng yang memiliki ilmu dan teknik pembuatan tersendiri. Inovasi dalam kuliner tradisional, seperti cilok berisi jengkol dan gula aren, juga menjadi perhatiannya sebagai bukti kekayaan dan fleksibilitas budaya Indonesia.

Baca Juga:  Kota Bandung Injak 213 Tahun, Ledia Hanifa Puji Kang Pisman dan Buruan Sae

Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Puri Masakera yang mengupas tuntas filosofi di balik tradisi liwetan, cara memasak ayam dalam kastrol, hingga pengetahuan tradisional tentang jamu. Ledia Hanifa berharap, selain menjadi ajang “healing”, kegiatan ini juga dapat menambah wawasan peserta tentang pentingnya melestarikan budaya bangsa.

Selain fokus pada pelestarian budaya, Ledia Hanifa juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan potensi pendidikan di ASM Ariyanti. Beliau menyampaikan bahwa kampus yang telah berdiri selama 28 tahun ini tidak hanya menawarkan kursus, tetapi juga program kuliah dengan orientasi siap kerja.

Selain itu, Ledia Hanifa menjelaskan bahwa Kementerian Kebudayaan sebagai lembaga yang relatif baru terus berupaya untuk mensosialisasikan makna budaya yang lebih luas kepada masyarakat.

“Budaya itu bukan hanya soal seni. Ada banyak aspek lain yang termasuk dalam budaya, seperti adat istiadat, pemikiran tradisional, teknologi tradisional, permainan, dan olahraga tradisional,” jelasnya.

Pemilihan tema kuliner dalam acara ini didasari oleh fakta bahwa kuliner merupakan bagian tak terpisahkan dari adat istiadat dan kebiasaan masyarakat.

Baca Juga:  ASIH Kedepankan Ilmu Agama dan Budaya untuk Selamatkan Bangsa

Ledia Hanifa mengungkapkan keprihatinannya atas derasnya arus budaya kuliner asing yang mempengaruhi generasi muda, sehingga kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kembali kecintaan terhadap kuliner lokal.

Kerja sama dengan ASM Ariyanti, dengan menghadirkan dosen di bidang kuliner sebagai narasumber, menjadi langkah strategis untuk memberikan pemahaman mendalam tentang tradisi liwetan.

“Biasanya, ibu-ibu hanya tahu liwetan secara praktik, namun hari ini kita ingin menambahkan sisi ilmunya, sehingga nantinya bisa ditularkan kepada komunitas dan anak-anak,” imbuh Ledia Hanifa.

Upaya pelestarian dan pemajuan budaya ini, yang juga didukung oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, telah dimulai sejak dua tahun lalu dengan pendekatan bertahap ke berbagai wilayah masyarakat. Ledia Hanifa menekankan bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan budayawan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Bismillah, mudah-mudahan kita bisa mengumpulkan, menjaga, dan memajukan budaya-budaya kita, dan Insya Allah memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan nasional ke depan,” pungkas Ledia Hanifa dengan penuh harap.

Baca Juga:  Sekda Herman Sambut Atase Pertahanan dari 24 Negara dengan Angklung dan Jaipong

Sementara itu, Direktur Akademi Sekretari dan Manajemen Arianti, Yana Swanjaya mengucapkan terima kasihnya kepada Ledia Hanifa yang sudah hadir dan mengadakan kegiatan di KKUSA SMA Arianti atau Yayasan Pendidikan Arianti dengan tema Karnaval Budaya.

Dalam kegiatan ini, terdapat beberapa festival dan lomba, yaitu lomba pengolahan makanan dari bahan dasar aci, diikuti oleh masyarakat dari Bandung dan Cimahi. Kemudian lomba membuat tumpeng, yang disertai dengan materi tentang cara membuat tumpeng dan filosofi tumpeng itu sendiri.

“Acara ini berlangsung cukup meriah.
Hari ini, ada sesi lomba membuat liwet. Kegiatan ini juga dilengkapi materi tentang liwet, serta perlombaan yang kembali diikuti masyarakat dari Bandung dan Cimahi,” ujar Yana.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat memperluas wawasan masyarakat mengenai kemajuan budaya Indonesia, khususnya di Bandung dan Cimahi,” pungkasnya.

Festival ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan kekayaan budaya Indonesia dan mendorong partisipasi aktif dalam upaya pelestariannya. Kehangatan tradisi liwetan yang dihadirkan di ASM Ariyanti hari ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga warisan budaya bangsa di tengah modernisasi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya Ledia Hanifa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pagi-Pagi Sejumlah Bangunan Liar di Tamansari Bandung Dibongkar, Ini Tujuannya

Ratusan Pecinta Off-Road dan Campervan Meriahkan Kalibarasi 2026 di Subang

Kejar-kejaran Dini Hari di Bandung, Dua Pelajar Diduga Geng Motor Diamankan

Kasus Penganiayaan YTR Bergulir ke Pengadilan, Sidang Perdana Taufik Hidayat Digelar Pekan Ini

Lirik Pemimpin Muda Otentik untuk Jabar, Gema Bangsa Pasang Target Mutlak di Pemilu 2029

Sungai Citepus Kembali Dipenuhi Gunung Sampah, Warga Dayeuhkolot Ancam Protes Keras

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Herwin Muchtar Siap Berebut Kursi Ketua Kadin Kota Bandung, Usung Program Goes Global hingga Digitalisasi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • HUT ke-38 Bikers Brotherhood 1% MC Digelar di Bandung, Angkat Semangat Persaudaraan
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.