Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC

Kamis, 30 April 2026 09:08 WIB

Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi

Kamis, 30 April 2026 08:58 WIB
Kode Redeem FF

Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang

Kamis, 30 April 2026 08:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persaingan Juara Memanas! Persib Wajib Putus Tren Imbang di Kandang Bhayangkara FC
  • Harga Emas Antam Terkoreksi Tipis! Cek Rincian Harga Terbaru Kamis 30 April 2026 Sebelum Investasi
  • Banjir Hadiah! Kode Redeem FF 30 April 2026: Amankan Skin SG2 Terompet dan Bundle Langka Sekarang
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi dan Filosofi Sunda sebagai Landasan Kebijakan Publik

By Putra JuangSenin, 20 Januari 2025 15:45 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih 2025-2030, Dedi Mulyadi merupakan salah satu sosok yang memiliki kecintaan dan kepeduliaan terhadap budaya Sunda.

Ya, wajar saja. Sedari kecil, Dedi Mulyadi memang sudah terbiasa dengan budaya adat Sunda. Pria kelahiran Kabupaten Subang pada 11 April 1971 ini, berasal dari keluarga petani yang sederhana.

Dedi Mulyadi sudah terbiasa mengolah sawah dan menggembala domba milik orang tuanya dengan kehidupan desa yang penuh dengan kebersamaan.

Maka tak heran, mantan Bupati Purwakarta dua periode ini dikenal sebagai orang yang sederhana dan sangat dekat dengan masyarakat.

– Filosofi Sunda sebagai landasan kebijakan publik

Selain Iket Sunda yang sering dikenakannya di banyak kesempatan, filosofi Sunda sebagai landasan kebijakan publik juga kerap dipraktikan oleh Dedi Mulyadi.

Sebab menurutnya, kebudayaan Sunda memiliki konsep tata kelola kehidupan yang sehat dan selaras dengan alam semesta.

Baca Juga:  Disinggung soal Pasangan Jika Jadi Gubernur, Dedi Mulyadi: Emang Harus Ada Istrinya?

“Tradisi nenek moyang di Jawa Barat itu bisa menjadi masukan bagi masyarakat saat ini, utamanya untuk menghindari bencana alam,” ucap Dedi, Minggu (29/3/2020).

Dedi mengatakan, salah satu aspek dalam kebudayaan Sunda ada sebuah istilah Tri Tangtu di Buana, yakni pembagian tata ruang menjadi tiga wilayah.

Ketiganya ialah dunia atas yang terdiri dari pegunungan, dunia pertengahan untuk perkampungan, dan dunia bawah yakni pantai. Di antara ketiganya itu memiliki jarak yang cukup jauh satu sama lain.

“Perkampungan penduduk ada di tengah itu untuk menghindari bencana, makanya tidak boleh ada perkampungan di lepas pantai dan gunung. Wilayah selain pemukiman itu dijadikan hutan untuk menjaga kelestarian alam semesta,” jelasnya.

– Kebudayaan Sunda punya filosofi mendalam

Baca Juga:  Dilepas ke Magelang, 277 Calon Taruna TNI Asal Jabar Dapat Wejangan dari Dedi Mulyadi

Dedi begitu menginginkan supaya kebudayaan Sunda digali menjadi sebuah penelitian mendalam sebagai dasar filosofi pembangunan di Jabar.

Dedi mengatakan, kebudayaan Sunda ke depan jangan hanya menjadi cerita semata, tapi juga harus bisa melahirkan peradaban di Indonesia.

“Sehingga cerita Sunda bukan hanya cerita dari sisi bahasa tapi harus melahirkan peradaban,” ujar Dedi, Sabtu (19/10/2024).

Menurutnya, kebudayaan Sunda mesti bisa diterjemahkan mulai dari pertanian, arsitektur, pendidikan, hingga tata kelola lingkungan. Sehingga hal tersebut akan lebih memperkaya kebudayaan di Nusantara.

“Misal, tulisan Sunda buhun itu diteliti apa maknanya, dari makna itu lahirlah nanti karya ilmiah. Jadi saya ingin nanti ada jurnal-jurnal internasional memiliki latar berpikir akademik berdasarkan dari falsafah kesundaan,” imbuhnya.

– Filosofi Sunda membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dorong Reformasi Rekrutmen Mahasiswa Kedokteran dan Beasiswa Spesialis

Saat ini, Dedi Mulyadi yang masih menunggu jadwal pelantikan sebagai gubernur Jabar yang rencananya dilaksanakan pada Februari 2025 mendatang, menjalankan aktivitas kesehariannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Di tempat ini, Dedi membuktikan filsafat Sunda ‘Réa Ketan, Réa Keton’ telah membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

‘Réa Ketan, Réa Keton’ adalah filsafat tentang ketahanan pangan. Menurutnya, filsafat Sunda tersebut merupakan dasar pembangunan bagi manusia.

“Itu kalimat filosofi Sunda yang memiliki makna pembangunan, misalnya kalimat ini. Réa ketan réa keton; Buncir leuit, loba duit; Bru di juru bro di panto, ngalayah di tengah imah; di pipir aya petikeun; di kolong aya si jambrong, na para aya si jago itu adalah kalimat tentang sistem ketahanan pangan,” kata Dedi, Kamis (28/11/2024).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya Dedi Mulyadi Filosofi Sunda kebijakan publik Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.