Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Sabtu, 19 September 2026 07:23 WIB

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Sabtu, 19 September 2026 06:00 WIB

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi dan Filosofi Sunda sebagai Landasan Kebijakan Publik

By Putra JuangSenin, 20 Januari 2025 15:45 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: net)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat terpilih 2025-2030, Dedi Mulyadi merupakan salah satu sosok yang memiliki kecintaan dan kepeduliaan terhadap budaya Sunda.

Ya, wajar saja. Sedari kecil, Dedi Mulyadi memang sudah terbiasa dengan budaya adat Sunda. Pria kelahiran Kabupaten Subang pada 11 April 1971 ini, berasal dari keluarga petani yang sederhana.

Dedi Mulyadi sudah terbiasa mengolah sawah dan menggembala domba milik orang tuanya dengan kehidupan desa yang penuh dengan kebersamaan.

Maka tak heran, mantan Bupati Purwakarta dua periode ini dikenal sebagai orang yang sederhana dan sangat dekat dengan masyarakat.

– Filosofi Sunda sebagai landasan kebijakan publik

Selain Iket Sunda yang sering dikenakannya di banyak kesempatan, filosofi Sunda sebagai landasan kebijakan publik juga kerap dipraktikan oleh Dedi Mulyadi.

Sebab menurutnya, kebudayaan Sunda memiliki konsep tata kelola kehidupan yang sehat dan selaras dengan alam semesta.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Sentil Guru yang Suka Pamer Joget di Medsos: Tidak Penting!

“Tradisi nenek moyang di Jawa Barat itu bisa menjadi masukan bagi masyarakat saat ini, utamanya untuk menghindari bencana alam,” ucap Dedi, Minggu (29/3/2020).

Dedi mengatakan, salah satu aspek dalam kebudayaan Sunda ada sebuah istilah Tri Tangtu di Buana, yakni pembagian tata ruang menjadi tiga wilayah.

Ketiganya ialah dunia atas yang terdiri dari pegunungan, dunia pertengahan untuk perkampungan, dan dunia bawah yakni pantai. Di antara ketiganya itu memiliki jarak yang cukup jauh satu sama lain.

“Perkampungan penduduk ada di tengah itu untuk menghindari bencana, makanya tidak boleh ada perkampungan di lepas pantai dan gunung. Wilayah selain pemukiman itu dijadikan hutan untuk menjaga kelestarian alam semesta,” jelasnya.

Baca Juga:  Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Pejabat Hiburan Rakyat Mirip Baim Wong

– Kebudayaan Sunda punya filosofi mendalam

Dedi begitu menginginkan supaya kebudayaan Sunda digali menjadi sebuah penelitian mendalam sebagai dasar filosofi pembangunan di Jabar.

Dedi mengatakan, kebudayaan Sunda ke depan jangan hanya menjadi cerita semata, tapi juga harus bisa melahirkan peradaban di Indonesia.

“Sehingga cerita Sunda bukan hanya cerita dari sisi bahasa tapi harus melahirkan peradaban,” ujar Dedi, Sabtu (19/10/2024).

Menurutnya, kebudayaan Sunda mesti bisa diterjemahkan mulai dari pertanian, arsitektur, pendidikan, hingga tata kelola lingkungan. Sehingga hal tersebut akan lebih memperkaya kebudayaan di Nusantara.

“Misal, tulisan Sunda buhun itu diteliti apa maknanya, dari makna itu lahirlah nanti karya ilmiah. Jadi saya ingin nanti ada jurnal-jurnal internasional memiliki latar berpikir akademik berdasarkan dari falsafah kesundaan,” imbuhnya.

– Filosofi Sunda membawa dampak kesejahteraan bagi masyarakat

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ungkap Rencana Kertajati Jadi Pusat Industri Pertahanan, Husein Fokus Komersial

Saat ini, Dedi Mulyadi yang masih menunggu jadwal pelantikan sebagai gubernur Jabar yang rencananya dilaksanakan pada Februari 2025 mendatang, menjalankan aktivitas kesehariannya di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.

Di tempat ini, Dedi membuktikan filsafat Sunda ‘Réa Ketan, Réa Keton’ telah membawa dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

‘Réa Ketan, Réa Keton’ adalah filsafat tentang ketahanan pangan. Menurutnya, filsafat Sunda tersebut merupakan dasar pembangunan bagi manusia.

“Itu kalimat filosofi Sunda yang memiliki makna pembangunan, misalnya kalimat ini. Réa ketan réa keton; Buncir leuit, loba duit; Bru di juru bro di panto, ngalayah di tengah imah; di pipir aya petikeun; di kolong aya si jambrong, na para aya si jago itu adalah kalimat tentang sistem ketahanan pangan,” kata Dedi, Kamis (28/11/2024).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

budaya Dedi Mulyadi kebijakan publik Sunda
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.