Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kesempatan Emas Frans Putros! Bojan Hodak Ungkap Momen Langka Menuju Piala Dunia

Rabu, 1 April 2026 16:00 WIB

Kasus Suap Ade Kuswara, Rumah Ono Surono Disatroni Penyidik KPK

Rabu, 1 April 2026 15:44 WIB

Menunggu Janji yang Tak Kunjung Datang, Saparudin Bertahan di Rumah Rapuh Bersama 12 Jiwa

Rabu, 1 April 2026 15:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kesempatan Emas Frans Putros! Bojan Hodak Ungkap Momen Langka Menuju Piala Dunia
  • Kasus Suap Ade Kuswara, Rumah Ono Surono Disatroni Penyidik KPK
  • Menunggu Janji yang Tak Kunjung Datang, Saparudin Bertahan di Rumah Rapuh Bersama 12 Jiwa
  • Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Banyak Dicari, Netizen Serbu Telegram
  • Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri
  • Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL
  • Sejarah Tercipta! Bek Persib Bandung Frans Putros Resmi Melenggang ke Piala Dunia 2026 Bersama Irak
  • Pecah Tangis di PN Medan! Amsal Sitepu Divonis Bebas Kasus Korupsi Video Profil Desa Karo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 1 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menunggu Janji yang Tak Kunjung Datang, Saparudin Bertahan di Rumah Rapuh Bersama 12 Jiwa

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 1 April 2026 15:25 WIB2 Mins Read
Kisah Saparudin di Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, tinggal di rumah rapuh bersama 12 jiwa. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sudut permukiman Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, sebuah rumah berdinding bilik dan beratap bocor menjadi saksi hidup perjuangan Saparudin (56) dan keluarganya.

Di dalam bangunan yang jauh dari kata layak itu, sebanyak 12 jiwa bertahan setiap hari, menggantungkan keselamatan pada dinding rapuh yang bisa goyah kapan saja.

Saat hujan turun, kecemasan menjadi hal yang tak terpisahkan. Air merembes dari atap yang lapuk, membasahi lantai tanah dan perabot sederhana. Angin kencang pun kerap membuat dinding bergoyang, seolah mengancam runtuh.

Namun bagi Saparudin, rumah itu tetap menjadi satu-satunya tempat untuk berteduh.

Baca Juga:  Bos Koi Hartono Soekwanto Hadirkan Keajaiban, Rumah Reyot Ibu Nunung Kini Kokoh dan Nyaman

“Iya, bekerja serabutan saja, belum jelas pemasukannya tiap hari berapa,” ujarnya saat ditemui.

Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia tak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumahnya sendiri. Harapan pun selama ini ia gantungkan pada bantuan pemerintah.

Ia mengaku, sejak lama aparat wilayah setempat sudah beberapa kali datang untuk mendata kondisi rumahnya. Proses pengambilan data hingga dokumentasi pun telah berulang kali dilakukan.

Namun hingga kini, realisasi bantuan yang dinanti belum juga datang.

“Pernah ke sini beberapa kali dari wilayah, beberapa kali juga difoto. Data saya sudah banyak, tapi belum direalisasikan,” katanya.

Baca Juga:  Tahun Ini, Pemkot Cimahi Targetkan 495 Rutilahu Diperbaiki

Saparudin menuturkan, ia mulai menempati rumah tersebut sejak tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade, bangunan itu nyaris tak pernah tersentuh renovasi.

“Belum pernah ada renovasi. Cuma pengajuan dari desa, kecamatan juga sudah beberapa kali minta identitas,” ujarnya.

Bahkan, proses pendataan disebut sudah berlangsung sejak 2013. Namun hingga kini, belum ada perubahan nyata.

“Dari tahun 2013 sampai sekarang belum ada. Cuma datang, kontrol, foto-foto saja. Sudah,” tuturnya.

Terakhir, ia menyebut ada pihak dari partai politik yang sempat datang pada Februari lalu. Namun, lagi-lagi belum ada tindak lanjut.

Baca Juga:  Pemkot Cimahi Targetkan Renovasi 1.300 Rutilahu Rampung dalam Tiga Tahun

“Terakhir kemarin dari partai politik juga ada, bulan dua. Tapi belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Di tengah kondisi serba terbatas, Saparudin hanya bisa berharap ada pihak yang benar-benar tergerak membantu.

“Harapan saya ada yang bermurah hati dapat membantu,” katanya lirih.

Meski sesekali masih menerima bantuan sosial seperti BLT, kebutuhan utama berupa perbaikan rumah belum pernah ia rasakan.

“Kalau BLT kebetulan dapat. Tapi untuk renovasi rumah, belum,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Babakan Cikeruh bantuan pemerintah rumah berita sosial Bandung BLT Indonesia kemiskinan di Bandung kisah warga miskin Renovasi Rumah Warga rumah tidak layak huni Saparudin Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Suap Ade Kuswara, Rumah Ono Surono Disatroni Penyidik KPK

Gagal SNBP 2026? SNBT Jadi Peluang Kedua Masuk Kampus Negeri

Mengenal Kapten Zulmi Aditya, Perwira Akmil Asal Cimahi yang Syahid dalam Misi UNIFIL

Pecah Tangis di PN Medan! Amsal Sitepu Divonis Bebas Kasus Korupsi Video Profil Desa Karo

DPRD Jabar Desak Penyelesaian Cepat Kasus Kematian Harimau di Bandung

Pansus XIII Resmi Bergerak, LKPJ Gubernur 2025 Masuk Tahap Krusial

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Viral Part 2! Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ 7 Menit Diburu Netizen, Ini Faktanya
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.