Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum

Minggu, 14 Juni 2026 02:00 WIB

Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 01:00 WIB

Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda

Sabtu, 13 Juni 2026 21:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Link Video Viral ‘Cut Salwa’ Ramai Diburu Netizen! Pakar Ingatkan Risiko Keamanan Siber dan Hukum
  • Buruan Klaim! Kode Redeem FF 14 Juni 2026 Terbaru, Banjir Skin Senjata Eksklusif dan Diamond Gratis
  • Waspada Bahaya Nirkabel: Soundbar Gaming Ini Bisa Diubah Jadi ‘Keyboard Hantu’ untuk Bobol Komputer Anda
  • Rekomendasi 10 Wisata Lembang Terbaru yang Lagi Hits, Agenda Liburan Seru Anti Ribet!
  • Sering Dikira Sama, Ini Bedanya Malam 1 Suro dan 1 Muharram yang Jarang Diketahui
  • Jangan Bingung Kalau Ditolak, Ini 7 Hal yang Bikin Pendaftaran Bansos Perlinsos Otomatis Gugur
  • Bukan Cuma Elon Musk, Pekerja Kantin SpaceX Kini Mendadak Jadi Jutawan Berkat Saham
  • Bisa Beli Negara! Sisi Gelap Elon Musk Jadi Triliuner Pertama dalam Sejarah Dunia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menunggu Janji yang Tak Kunjung Datang, Saparudin Bertahan di Rumah Rapuh Bersama 12 Jiwa

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 1 April 2026 15:25 WIB2 Mins Read
Kisah Saparudin di Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, tinggal di rumah rapuh bersama 12 jiwa. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sudut permukiman Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, sebuah rumah berdinding bilik dan beratap bocor menjadi saksi hidup perjuangan Saparudin (56) dan keluarganya.

Di dalam bangunan yang jauh dari kata layak itu, sebanyak 12 jiwa bertahan setiap hari, menggantungkan keselamatan pada dinding rapuh yang bisa goyah kapan saja.

Saat hujan turun, kecemasan menjadi hal yang tak terpisahkan. Air merembes dari atap yang lapuk, membasahi lantai tanah dan perabot sederhana. Angin kencang pun kerap membuat dinding bergoyang, seolah mengancam runtuh.

Namun bagi Saparudin, rumah itu tetap menjadi satu-satunya tempat untuk berteduh.

Baca Juga:  Pemkot Cimahi Targetkan Renovasi 1.300 Rutilahu Rampung dalam Tiga Tahun

“Iya, bekerja serabutan saja, belum jelas pemasukannya tiap hari berapa,” ujarnya saat ditemui.

Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia tak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumahnya sendiri. Harapan pun selama ini ia gantungkan pada bantuan pemerintah.

Ia mengaku, sejak lama aparat wilayah setempat sudah beberapa kali datang untuk mendata kondisi rumahnya. Proses pengambilan data hingga dokumentasi pun telah berulang kali dilakukan.

Namun hingga kini, realisasi bantuan yang dinanti belum juga datang.

“Pernah ke sini beberapa kali dari wilayah, beberapa kali juga difoto. Data saya sudah banyak, tapi belum direalisasikan,” katanya.

Baca Juga:  Bos Koi Hartono Soekwanto Hadirkan Keajaiban, Rumah Reyot Ibu Nunung Kini Kokoh dan Nyaman

Saparudin menuturkan, ia mulai menempati rumah tersebut sejak tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade, bangunan itu nyaris tak pernah tersentuh renovasi.

“Belum pernah ada renovasi. Cuma pengajuan dari desa, kecamatan juga sudah beberapa kali minta identitas,” ujarnya.

Bahkan, proses pendataan disebut sudah berlangsung sejak 2013. Namun hingga kini, belum ada perubahan nyata.

“Dari tahun 2013 sampai sekarang belum ada. Cuma datang, kontrol, foto-foto saja. Sudah,” tuturnya.

Terakhir, ia menyebut ada pihak dari partai politik yang sempat datang pada Februari lalu. Namun, lagi-lagi belum ada tindak lanjut.

Baca Juga:  Tahun Ini, Pemkot Cimahi Targetkan 495 Rutilahu Diperbaiki

“Terakhir kemarin dari partai politik juga ada, bulan dua. Tapi belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Di tengah kondisi serba terbatas, Saparudin hanya bisa berharap ada pihak yang benar-benar tergerak membantu.

“Harapan saya ada yang bermurah hati dapat membantu,” katanya lirih.

Meski sesekali masih menerima bantuan sosial seperti BLT, kebutuhan utama berupa perbaikan rumah belum pernah ia rasakan.

“Kalau BLT kebetulan dapat. Tapi untuk renovasi rumah, belum,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Babakan Cikeruh bantuan pemerintah rumah berita sosial Bandung BLT Indonesia kemiskinan di Bandung kisah warga miskin Renovasi Rumah Warga rumah tidak layak huni Saparudin Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Rampok Uang Negara Rp18 Miliar, Ternyata Segini Isi Garasi dan Total Harta Wabup Indramayu

Kisruh SPMB: Dedi Mulyadi Janjikan Siswa yang Tersingkir di Sekolah Negeri Dijamin Gratis Masuk Swasta

Bansos PKH dan BPNT Juni 2026 Cair Tahap 2, Ini Jadwal dan Cara Cek Penerima Resmi Kemensos

Semrawut SPMB 2026 & Aturan ‘Ekstrem’ Dedi Mulyadi: Ada Apa dengan Pendidikan Jawa Barat?

Susul Dadan Cs, Komisaris Emmo Jadi Tersangka Baru Kasus MBG Usai 26 Nama Dibocorkan

Amblesan Jalan Dago Atas Bikin Perjalanan Melambat, Pengguna Jalan Minta Perbaikan Dipercepat

Terpopuler
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.