Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!

Sabtu, 12 September 2026 09:29 WIB
Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong

Sabtu, 12 September 2026 07:43 WIB

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Sabtu, 12 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Modal Infak Receh Bisa Umrah? Bongkar Rahasia Sukses SMAN 1 Padalarang yang Bikin Warganet Heboh!
  • Daftar Kode Redeem Free Fire Sabtu 12 September 2026: Amankan Skin Gratis dan Trik Profil Spasi Kosong
  • Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP
  • GBK Tanpa Bobotoh, Bandung Siap Membara! Ini 6 Lokasi Nobar Persib vs Persija
  • Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK
  • Gandeng Irfan Hakim, Bos Koi Hartono Soekwanto Cetak Rekor Global Lewat Kontes Ikan Bogel di Bandung
  • Persija vs Persib, Igor Tolic Ingin Persib Bikin Bobotoh Bangga di GBK
  • Timnas Indonesia Siap Gebrak FIFA ASEAN Cup 2026, Ini Jadwal Lengkap Skuad Garuda
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 12 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Menunggu Janji yang Tak Kunjung Datang, Saparudin Bertahan di Rumah Rapuh Bersama 12 Jiwa

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 1 April 2026 15:25 WIB2 Mins Read
Kisah Saparudin di Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, tinggal di rumah rapuh bersama 12 jiwa. Foto: bukamata.id/ M Rafki.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di sudut permukiman Babakan Cikeruh, Kabupaten Bandung, sebuah rumah berdinding bilik dan beratap bocor menjadi saksi hidup perjuangan Saparudin (56) dan keluarganya.

Di dalam bangunan yang jauh dari kata layak itu, sebanyak 12 jiwa bertahan setiap hari, menggantungkan keselamatan pada dinding rapuh yang bisa goyah kapan saja.

Saat hujan turun, kecemasan menjadi hal yang tak terpisahkan. Air merembes dari atap yang lapuk, membasahi lantai tanah dan perabot sederhana. Angin kencang pun kerap membuat dinding bergoyang, seolah mengancam runtuh.

Namun bagi Saparudin, rumah itu tetap menjadi satu-satunya tempat untuk berteduh.

“Iya, bekerja serabutan saja, belum jelas pemasukannya tiap hari berapa,” ujarnya saat ditemui.

Dengan penghasilan yang tidak menentu, ia tak memiliki kemampuan untuk memperbaiki rumahnya sendiri. Harapan pun selama ini ia gantungkan pada bantuan pemerintah.

Ia mengaku, sejak lama aparat wilayah setempat sudah beberapa kali datang untuk mendata kondisi rumahnya. Proses pengambilan data hingga dokumentasi pun telah berulang kali dilakukan.

Namun hingga kini, realisasi bantuan yang dinanti belum juga datang.

“Pernah ke sini beberapa kali dari wilayah, beberapa kali juga difoto. Data saya sudah banyak, tapi belum direalisasikan,” katanya.

Saparudin menuturkan, ia mulai menempati rumah tersebut sejak tahun 2000. Selama lebih dari dua dekade, bangunan itu nyaris tak pernah tersentuh renovasi.

“Belum pernah ada renovasi. Cuma pengajuan dari desa, kecamatan juga sudah beberapa kali minta identitas,” ujarnya.

Bahkan, proses pendataan disebut sudah berlangsung sejak 2013. Namun hingga kini, belum ada perubahan nyata.

“Dari tahun 2013 sampai sekarang belum ada. Cuma datang, kontrol, foto-foto saja. Sudah,” tuturnya.

Terakhir, ia menyebut ada pihak dari partai politik yang sempat datang pada Februari lalu. Namun, lagi-lagi belum ada tindak lanjut.

“Terakhir kemarin dari partai politik juga ada, bulan dua. Tapi belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.

Di tengah kondisi serba terbatas, Saparudin hanya bisa berharap ada pihak yang benar-benar tergerak membantu.

“Harapan saya ada yang bermurah hati dapat membantu,” katanya lirih.

Meski sesekali masih menerima bantuan sosial seperti BLT, kebutuhan utama berupa perbaikan rumah belum pernah ia rasakan.

“Kalau BLT kebetulan dapat. Tapi untuk renovasi rumah, belum,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Bansos September 2026 Belum Cair? Begini Cara Cek PKH Lewat HP

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Bansos September 2026 Bisa Dicek Sekarang, Begini Cara Cek Penerima Pakai NIK

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, PKH hingga Beras 30 Kg Siap Disalurkan

Langkah Senyap Presiden Prabowo: 30 Kebijakan Strategis untuk Kelas Menengah Indonesia

Kasus Abah Setu Belum Usai, Polisi Masih Dalami Video yang Disebut Hasil Editan AI

Defisit APBD Jabar Turun Jadi Rp3,4 Triliun, Pemprov Tak Mau Asal Tarik Utang

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Uang Pendidikan Mengalir ke Mana? Bongkar Manfaat Rp6,3 Triliun Jabar vs Rp351 Miliar Sulteng
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.