Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Bansos

Panduan Lengkap Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026: Jenis Bantuan, Skema, dan Cara Cek NIK

Kamis, 24 September 2026 06:00 WIB

Kuliner Pagi di Bandung, 4 Tempat Sarapan Ini Bikin Susah Move On

Kamis, 24 September 2026 05:00 WIB

Garudayaksa FC Datangkan 2 Talenta Muda Indonesia, Ada Eks Timnas U17!

Kamis, 24 September 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panduan Lengkap Pencairan Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026: Jenis Bantuan, Skema, dan Cara Cek NIK
  • Kuliner Pagi di Bandung, 4 Tempat Sarapan Ini Bikin Susah Move On
  • Garudayaksa FC Datangkan 2 Talenta Muda Indonesia, Ada Eks Timnas U17!
  • September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima
  • Deretan Wisata Kuliner Legendaris dan Tempat Nongkrong Hits di Bogor yang Wajib Dicoba
  • Rekomendasi Liburan Singkat: 20 Destinasi Wisata Hits di Bogor yang Wajib Masuk Itinerary Akhir Pekan
  • Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026
  • 4 Bakso Goreng Bandung yang Viral, Gurih dan Renyahnya Bikin Nagih!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 24 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Meski Peringkat Turun, Pakar: Realisasi Pendapatan dan Belanja Jabar Masih di Jalur Aman

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 19:45 WIB3 Mins Read
Ilustrasi fiskal
Ilustrasi fiskal jabar. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah penurunan peringkat nasional dalam hal realisasi belanja, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap menunjukkan performa yang solid. Dalam keterangan resmi Pemprov Jabar, para pejabat dan pakar menilai realisasi belanja dan pendapatan daerah hingga pertengahan tahun masih berada dalam jalur yang sehat dan aman.

Per 30 Juli 2025, realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat telah mencapai 38,79 persen. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang tercatat di angka 31,8 persen. Tak hanya dari sisi pengeluaran, pendapatan daerah juga mencatat kinerja menggembirakan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jabar sudah terealisasi sebesar 44,72 persen dari target, lebih tinggi dari rerata nasional sebesar 43,62 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa keuangan daerah masih dalam kondisi kuat dan terkendali. “Jika ada yang menyebut belanja menurun dan pendapatan anjlok, itu tidak benar,” tegasnya.

Herman menjelaskan, kapasitas fiskal Jawa Barat pada APBD 2025 tercatat lebih dari Rp31 triliun. Nilai ini menjadikan Jabar sebagai salah satu provinsi dengan kapasitas fiskal tertinggi di Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pertemuan terakhir menyebut Jabar menempati posisi ketiga secara nasional dalam realisasi belanja, di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat.

Baca Juga:  Sekda Herman Sabet Gelar Doktor Ilmu Pemerintahan IPDN dengan Nilai Sangat Memuaskan

“Pak Menteri menyampaikan Jawa Barat peringkat tiga nasional. Artinya, kita masih termasuk yang terbaik. Top markotop,” ungkap Herman.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar terus berkomitmen memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Pak Gubernur selalu mengingatkan agar belanja APBD memberi dampak langsung kepada masyarakat. Insyaallah, kami akan terus mengawal anggaran ini demi kesejahteraan rakyat,” kata Herman.

Baca Juga:  TPA Sarimukti Lebih Baik, Pemprov Jabar Targetkan Pengurangan Ritase Sampah

Pengelolaan Prudent, Percepatan Masih Dimungkinkan

Pandangan serupa datang dari kalangan akademisi. Ekonom Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai realisasi anggaran Jabar saat ini masih berada dalam koridor yang benar, walaupun ada penurunan persentase dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya melihat realisasi yang ada saat ini tetap on the right track meski di bawah persentase biasanya, karena soal realisasi belanja dan pendapatan memang harus dikelola dengan hati-hati,” ujar Acuviarta.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan pengelolaan anggaran yang lebih bijaksana, bukan semata-mata mengejar target belanja tinggi. Ia juga melihat adanya ruang untuk percepatan, baik dari sisi belanja maupun pendapatan, terutama setelah berbagai penyesuaian kebijakan fiskal dilakukan oleh Pemprov Jabar pada semester pertama tahun ini.

Ia menyoroti bahwa peningkatan signifikan pada sektor infrastruktur membutuhkan waktu pelaksanaan yang lebih lama dan kompleksitas tinggi, sehingga percepatan dalam proses pengadaan perlu menjadi perhatian serius.

Baca Juga:  Kurangi Sampah Organik, Sekda Herman Minta DLH Kota Bandung Fasilitasi Pengelolaan Maggot

“Dibutuhkan percepatan yang lebih agresif, terutama terkait proses lelang atau pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Sementara dari sisi penerimaan, Acuviarta menyarankan agar optimalisasi tidak hanya bertumpu pada pajak kendaraan bermotor (PKB), yang saat ini tengah diberi insentif pembebasan tunggakan. “Di luar PKB seperti pajak air permukaan, pajak bahan bakar minyak dan lain sebagainya bisa kita fokuskan realisasinya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa implementasi Perpres No. 1 Tahun 2025 turut memengaruhi ritme belanja daerah, khususnya karena kebijakan tersebut mendorong efisiensi dan realokasi anggaran.

“Pak Gubernur KDM sudah melakukan pembaharuan terkait kebijakan fiskal dan politik anggaran, perlu kita sikapi secara positif dan saya melihat realisasi maupun implementasinya membutuhkan waktu transisi,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ekonomi jawa barat Herman Suryatman
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

September Jadi Bulan Terakhir Bansos Tahap 3, Begini Cara Cek Penerima

Borong Penghargaan! bank bjb Sabet Kategori Inovasi Ekonomi dan UMKM di Ajang Radar Banten Awards 2026

Demo Jakarta

Demo Besar 24 September Digelar, Ini Ruas Jakarta yang Perlu Diwaspadai

345 Kilometer! Jasad ABK Kapal Jurnalis Ditemukan Jauh dari Lokasi Terakhir Terdeteksi

Turis Belanda Tewas di Hotel Grand Preanger Bandung, Polisi Ungkap Kondisi Jasad Korban

Viral Plang Larangan Merokok Ancaman Denda Rp50 Juta di Pantai Pangandaran

Terpopuler
  • Bukan Uang Biasa? Jejak Tanda Tangan Purbaya di Rp100 Ribu Mulai Dicari Kolektor
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • 118 Gempa dalam 38 Hari, Apa yang Sebenarnya Bergerak di Bawah Kabupaten Bandung?
  • Unjani dan Djarum Foundation Kolaborasi Dorong Green Campus dan Green Leadership
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
    Bursa Pilgub Jabar: Nama Purbaya Yudhi Sadewa Mulai Diperhitungkan, Parpol Pilih Wait and See
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.