Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Jumat, 7 Agustus 2026 12:25 WIB

Bukan Kecewa, Adam Alis Justru Bangga Lihat Perjuangan Persib hingga Final Piala Presiden

Jumat, 7 Agustus 2026 12:05 WIB
Bansos

Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti

Jumat, 7 Agustus 2026 11:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa
  • Bukan Kecewa, Adam Alis Justru Bangga Lihat Perjuangan Persib hingga Final Piala Presiden
  • Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti
  • Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148
  • 59 Kali Bentrok, Siapa Lebih Unggul? Bongkar Rekor Panas Indonesia vs Singapura
  • Fasih 3 Bahasa di Usia Hampir Seabad! Kisah Rahasia Oma Phonie Yang Bikin Warganet Syok
  • Igor Tolic Bongkar Alasan Persib Tetap Layak Diacungi Jempol Meski Gagal Angkat Trofi
  • Hubungan Memanas, UEFA Bersikeras Lanjutkan Pemboikotan Turnamen Resmi FIFA
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 7 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Meski Peringkat Turun, Pakar: Realisasi Pendapatan dan Belanja Jabar Masih di Jalur Aman

By Aga GustianaKamis, 10 Juli 2025 19:45 WIB3 Mins Read
Ilustrasi fiskal
Ilustrasi fiskal jabar. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Di tengah penurunan peringkat nasional dalam hal realisasi belanja, kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap menunjukkan performa yang solid. Dalam keterangan resmi Pemprov Jabar, para pejabat dan pakar menilai realisasi belanja dan pendapatan daerah hingga pertengahan tahun masih berada dalam jalur yang sehat dan aman.

Per 30 Juli 2025, realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Barat telah mencapai 38,79 persen. Angka ini melampaui rata-rata nasional yang tercatat di angka 31,8 persen. Tak hanya dari sisi pengeluaran, pendapatan daerah juga mencatat kinerja menggembirakan. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jabar sudah terealisasi sebesar 44,72 persen dari target, lebih tinggi dari rerata nasional sebesar 43,62 persen.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa keuangan daerah masih dalam kondisi kuat dan terkendali. “Jika ada yang menyebut belanja menurun dan pendapatan anjlok, itu tidak benar,” tegasnya.

Herman menjelaskan, kapasitas fiskal Jawa Barat pada APBD 2025 tercatat lebih dari Rp31 triliun. Nilai ini menjadikan Jabar sebagai salah satu provinsi dengan kapasitas fiskal tertinggi di Indonesia. Ia juga mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam pertemuan terakhir menyebut Jabar menempati posisi ketiga secara nasional dalam realisasi belanja, di bawah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat.

“Pak Menteri menyampaikan Jawa Barat peringkat tiga nasional. Artinya, kita masih termasuk yang terbaik. Top markotop,” ungkap Herman.

Ia menambahkan, Pemprov Jabar terus berkomitmen memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Pak Gubernur selalu mengingatkan agar belanja APBD memberi dampak langsung kepada masyarakat. Insyaallah, kami akan terus mengawal anggaran ini demi kesejahteraan rakyat,” kata Herman.

Pengelolaan Prudent, Percepatan Masih Dimungkinkan

Pandangan serupa datang dari kalangan akademisi. Ekonom Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai realisasi anggaran Jabar saat ini masih berada dalam koridor yang benar, walaupun ada penurunan persentase dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Saya melihat realisasi yang ada saat ini tetap on the right track meski di bawah persentase biasanya, karena soal realisasi belanja dan pendapatan memang harus dikelola dengan hati-hati,” ujar Acuviarta.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan pengelolaan anggaran yang lebih bijaksana, bukan semata-mata mengejar target belanja tinggi. Ia juga melihat adanya ruang untuk percepatan, baik dari sisi belanja maupun pendapatan, terutama setelah berbagai penyesuaian kebijakan fiskal dilakukan oleh Pemprov Jabar pada semester pertama tahun ini.

Ia menyoroti bahwa peningkatan signifikan pada sektor infrastruktur membutuhkan waktu pelaksanaan yang lebih lama dan kompleksitas tinggi, sehingga percepatan dalam proses pengadaan perlu menjadi perhatian serius.

“Dibutuhkan percepatan yang lebih agresif, terutama terkait proses lelang atau pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Sementara dari sisi penerimaan, Acuviarta menyarankan agar optimalisasi tidak hanya bertumpu pada pajak kendaraan bermotor (PKB), yang saat ini tengah diberi insentif pembebasan tunggakan. “Di luar PKB seperti pajak air permukaan, pajak bahan bakar minyak dan lain sebagainya bisa kita fokuskan realisasinya,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa implementasi Perpres No. 1 Tahun 2025 turut memengaruhi ritme belanja daerah, khususnya karena kebijakan tersebut mendorong efisiensi dan realokasi anggaran.

“Pak Gubernur KDM sudah melakukan pembaharuan terkait kebijakan fiskal dan politik anggaran, perlu kita sikapi secara positif dan saya melihat realisasi maupun implementasinya membutuhkan waktu transisi,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Acuviarta Kartabi APBD Jabar 2025 ekonomi jawa barat fiskal daerah Herman Suryatman Pendapatan Asli Daerah Realisasi Belanja Daerah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kasus Pohon Jalan Riau Naik ke Ranah Pidana, Videotron Disegel dan ASN Ikut Diperiksa

Bansos

Punya KTP? Begini Cara Cek BPNT Tahap 3 2026 Lewat HP, Dana Rp600 Ribu Menanti

Relokasi SDN 026 Bojongloa Berlanjut, Warga Lokasi Baru Masih Menolak, Orang Tua Siap Dipindahkan ke SDN 148

Farhan Pastikan Hak Pendidikan 900 Siswa SDN 026 Jadi Prioritas, Relokasi Bertahap ke SDN 148

program MBG

Kasus Keracunan Massal MBG di Papua, Kepala BGN Ungkap Masak Terlalu Dini Jadi Pemicu Utama

Bikin SIM Wajib Punya BPJS Kesehatan Aktif, Segera Diberlakukan Secara Nasional?

Terpopuler
  • Menuju Muswil VII KAHMI Jabar, Pansel Umumkan 16 Calon Presidium dengan Rekam Jejak Strategis
  • FOTO: Dedikasi Tanpa Batas Tim Medis Mengawal Keselamatan Laga Piala Presiden 2026
  • 16 Bakal Calon Presidium MW KAHMI Jabar Jalani Verifikasi, Siapkan Pemimpin Baru Periode 2026-2031
  • Pengelola Harian SixNine Buka Suara soal Dugaan Penebangan Pohon di Jalan Riau: Kami Hanya Jalankan Operasional
  • Gebrakan atau Kontroversi? Polemik Hadiah Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi di Tengah Resah Warga Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.