Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru

Jumat, 3 Juli 2026 05:00 WIB

Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu

Jumat, 3 Juli 2026 04:00 WIB

Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?

Jumat, 3 Juli 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru
  • Cuanki Sadaya Bandung, Kuliner Jadul Rasa Autentik yang Ramai Diburu
  • Link Live Pagi Ini: Portugal vs Kroasia 32 Besar Piala Dunia 2026, Siapa Lolos?
  • Jangan Terlambat! Klaim Kode Redeem FF Terbaru 3 Juli 2026, Dapatkan Skin Senjata dan Diamond Gratis
  • Siap-siap! Bansos BPNT Tahap 3 Mulai Cair Juli 2026, Ini Tanda Saldo Rp600 Ribu Sudah Masuk KKS
  • Pergerakan Belum Selesai, Manajemen Persib Beri Kode Soal Rumor Mariano Peralta
  • 5 Kuliner Viral Bandung 2026 yang Lagi Diburu, Nomor 4 Bikin Antre Panjang!
  • Melawan Arus! Kisah Andi Saputra, Mantan Jurnalis yang Menjadi ‘Suara Tunggal’ Pembela Nadiem Makarim
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 3 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Minim Anggaran! Pesantren di Jabar Masih Tertinggal, DPRD Minta Evaluasi Total!

By SusanaRabu, 22 Oktober 2025 23:30 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PPP, Zaini Shofari. Foto: Instagram @petigajabar.official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terhadap keberadaan pesantren dan kesejahteraan para santri.

Padahal, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren dan santri terbanyak di Indonesia.

Menurut Zaini, dengan populasi mencapai sekitar 50 juta jiwa, jumlah pesantren dan santri di Jabar bahkan lebih besar dibandingkan Jawa Timur. Kondisi ini, katanya, seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi.

“Tentu ini harus jadi perhatian serius. Ada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2019 dan juga Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Tahun 2021 tentang Pesantren, tetapi implementasinya masih sangat lemah,” ujar Zaini, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga:  Pasca Gempa 2023, DPRD Jabar Janji Perbaiki Fasilitas SMAN Rancakalong yang Rusak

Perhatian Belum Maksimal

Zaini menjelaskan, dalam Perda Pesantren Tahun 2021 terdapat lima komponen utama, yakni kiai, santri, asrama, masjid, dan kajian kitab kuning. Namun, ia menilai perhatian Pemprov terhadap kelima aspek tersebut masih minim.

Sebagai contoh, kata dia, pada perubahan anggaran 25 September 2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur, hanya dialokasikan Rp5,1 miliar untuk program beasiswa santri tidak mampu.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional 2025: Zaini Shofari Dorong Santri Adaptif Hadapi Perkembangan Zaman

“Nilainya hanya sekitar Rp2,75 juta per santri. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan populasi santri yang mencapai ratusan ribu,” ungkapnya.

Pesantren, Pilar Moral dan Peradaban

Zaini menegaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah dan peradaban bangsa Indonesia. Menurutnya, pesantren adalah bagian dari khazanah budaya dan spiritual bangsa yang tumbuh dari swadaya masyarakat.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jangan sampai diabaikan hanya karena bukan lembaga negara,” tegasnya.

Dorongan Pembentukan Satgas Pesantren

Zaini juga mendukung langkah pemerintah pusat yang menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, untuk membentuk Satgas Pesantren.

Baca Juga:  PPP Jabar Sambut Positif Satgas Pesantren, Fokus Benahi Infrastruktur Pendidikan Islam

“Satgas ini penting untuk memantau kondisi pesantren. Gubernur Jabar juga sebaiknya turun langsung melihat pesantren yang potensinya besar, tetapi infrastrukturnya masih minim,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap pesantren seharusnya tidak hanya pada aspek beasiswa, tetapi juga pembangunan sarana, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia santri.

“Santri bukan hanya bagian dari sistem pendidikan, tetapi juga kekuatan moral dan karakter bangsa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beasiswa santri tidak mampu fraksi PPP DPRD jabar perda pesantren 2021 perhatian pemprov jabar pesantren Jawa Barat santri jabar satgas pesantren Zaini Shofari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Bansos 2026 Tahap 3 Cair! Ini Jadwal, Besaran, dan Cara Cek Penerima Terbaru

Melawan Arus! Kisah Andi Saputra, Mantan Jurnalis yang Menjadi ‘Suara Tunggal’ Pembela Nadiem Makarim

Di Balik Tato Korban YTR, Polisi Temukan Fakta Tak Terduga dari Hubungan Pelaku

Fraksi DPRD Jabar Beri Masukan Anggaran 2025, Gubernur Siap Jawab 7 Juli

Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.

Lagu Gubahannya Tuai Kritik, Bupati Purwakarta Om Zein Akhirnya Take Down dan Minta Maaf

Rekonstruksi Kasus TH Digelar, Tersangka Akui Seluruh Perbuatan di Enam TKP

Terpopuler
  • Ini Link Bagan 32 Besar Piala Dunia 2026 untuk Pantau Jadwal dan Skema Pertandingan
  • Jangan Asal Klik! Video Handuk Putih Anak vs Ibu Viral, Begini Fakta dan Bahaya Link Palsunya
  • Swatt Lasagna Viral! Kue Premium Bandung Ini Ternyata Langganan Para Artis Top
  • Lirik Lagu Lalaki Langit Lalanang Bejat Viral! Ini Isi Lagu Om Zein yang Tuai Polemik
  • Om Zein saat menghadiri acara di Purwakarta.
    Dinilai Misoginis dan Hina Perempuan, Lirik Lagu Bupati Purwakarta Tuai Sorotan
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.