Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Senin, 18 Mei 2026 22:03 WIB

Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan

Senin, 18 Mei 2026 21:38 WIB

Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta

Senin, 18 Mei 2026 21:12 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar
  • Video Viral Guru Bahasa Inggris dan Murid Kembali Heboh, Link ‘Full 6 Menit’ Jadi Sorotan
  • Rumor Transfer Liga 1: Persija dan Persib Saling Sikut Berburu Tanda Tangan Mariano Peralta
  • Detik-Detik Menegangkan di Parepare: Persib Menang, Adam Alis Ungkap Fakta Mengejutkan
  • Video ‘Guru Bahasa Inggris’ Viral Picu Kekhawatiran Keamanan Digital, Netizen Diminta Waspada Link Palsu
  • Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!
  • Catat dan Simpan! Inilah Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026, Dari A Sampai L
  • GILA! Striker Persija Ini Bisa Pindah ke Persib, Transfer Rival Panas!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 19 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Minim Anggaran! Pesantren di Jabar Masih Tertinggal, DPRD Minta Evaluasi Total!

By SusanaRabu, 22 Oktober 2025 23:30 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar dari Fraksi PPP, Zaini Shofari. Foto: Instagram @petigajabar.official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, menyoroti minimnya perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terhadap keberadaan pesantren dan kesejahteraan para santri.

Padahal, Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah pesantren dan santri terbanyak di Indonesia.

Menurut Zaini, dengan populasi mencapai sekitar 50 juta jiwa, jumlah pesantren dan santri di Jabar bahkan lebih besar dibandingkan Jawa Timur. Kondisi ini, katanya, seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah provinsi.

“Tentu ini harus jadi perhatian serius. Ada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2019 dan juga Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Tahun 2021 tentang Pesantren, tetapi implementasinya masih sangat lemah,” ujar Zaini, Rabu (22/10/2025).

Baca Juga:  Pasca Gempa 2023, DPRD Jabar Janji Perbaiki Fasilitas SMAN Rancakalong yang Rusak

Perhatian Belum Maksimal

Zaini menjelaskan, dalam Perda Pesantren Tahun 2021 terdapat lima komponen utama, yakni kiai, santri, asrama, masjid, dan kajian kitab kuning. Namun, ia menilai perhatian Pemprov terhadap kelima aspek tersebut masih minim.

Sebagai contoh, kata dia, pada perubahan anggaran 25 September 2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Gubernur, hanya dialokasikan Rp5,1 miliar untuk program beasiswa santri tidak mampu.

Baca Juga:  PPP Jabar Sambut Positif Satgas Pesantren, Fokus Benahi Infrastruktur Pendidikan Islam

“Nilainya hanya sekitar Rp2,75 juta per santri. Jumlah itu sangat kecil jika dibandingkan dengan populasi santri yang mencapai ratusan ribu,” ungkapnya.

Pesantren, Pilar Moral dan Peradaban

Zaini menegaskan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah dan peradaban bangsa Indonesia. Menurutnya, pesantren adalah bagian dari khazanah budaya dan spiritual bangsa yang tumbuh dari swadaya masyarakat.

“Pesantren adalah benteng moral bangsa. Jangan sampai diabaikan hanya karena bukan lembaga negara,” tegasnya.

Dorongan Pembentukan Satgas Pesantren

Zaini juga mendukung langkah pemerintah pusat yang menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, untuk membentuk Satgas Pesantren.

Baca Juga:  Hari Santri Nasional 2025: Zaini Shofari Dorong Santri Adaptif Hadapi Perkembangan Zaman

“Satgas ini penting untuk memantau kondisi pesantren. Gubernur Jabar juga sebaiknya turun langsung melihat pesantren yang potensinya besar, tetapi infrastrukturnya masih minim,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap pesantren seharusnya tidak hanya pada aspek beasiswa, tetapi juga pembangunan sarana, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia santri.

“Santri bukan hanya bagian dari sistem pendidikan, tetapi juga kekuatan moral dan karakter bangsa,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

beasiswa santri tidak mampu fraksi PPP DPRD jabar perda pesantren 2021 perhatian pemprov jabar pesantren Jawa Barat santri jabar satgas pesantren Zaini Shofari
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jangan Main Bongkar Saja, Besok Kami Makan Apa? Jerit PKL Cicadas Terdampak Proyek BRT Jabar

Heboh Sosok Sambo di Bali! Bukan Polisi, Tapi Kerjaan Seharinya Jauh Lebih Bikin Merinding!

Tragis! Pria Hanyut di Sungai Cikapundung Ditemukan Tewas di Batujajar

Bikin Malu Tuan Rumah! Peselancar Putri Indonesia Ini Cetak Rekor yang Belum Pernah Ada!

Klarifikasi Atau Settingan? Misteri Pria Gondrong Demo Pati di Kantor Intel Kodim!

Regenerasi Emas Persib Dimulai dari Sini, Piala Wali Kota Bandung Jadi Kawah Candradimuka Pesepakbola Muda

Terpopuler
  • Link Asli Video Viral? Guru Vs Murid Durasi 6 Menit Bikin Penasaran Publik
  • Video 6 Menit Guru Bahasa Inggris Viral di TikTok dan X, Ternyata Banyak Kejanggalan
  • Dicari Link Full 6 Menit, Video Guru Bahasa Inggris Ini Justru Bikin Publik Curiga
  • Link Video Viral Skandal Guru Bahasa Inggris vs Murid, Benarkah Ada Kelanjutannya?
  • Adu Mekanik di Bursa Transfer: Persib Tantang Klub Yunani Demi Amankan Tanda Tangan Bintang Brasil
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.