Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Terbongkar! Kejanggalan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Ternyata Ada yang Tak Sinkron?

Rabu, 25 Maret 2026 20:24 WIB
Ilustrasi video 18+

Video Tak Senonoh Oknum Polisi NTT Viral di Medsos, Link Diburu Netizen

Rabu, 25 Maret 2026 19:34 WIB

Sungkeman Paling Ekstrem! Ada ‘Tendangan Lebaran’ dan Salto Sampai Orang Tua Bengek

Rabu, 25 Maret 2026 19:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Terbongkar! Kejanggalan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit, Ternyata Ada yang Tak Sinkron?
  • Video Tak Senonoh Oknum Polisi NTT Viral di Medsos, Link Diburu Netizen
  • Sungkeman Paling Ekstrem! Ada ‘Tendangan Lebaran’ dan Salto Sampai Orang Tua Bengek
  • Cuma 2 Jam dari Jakarta! 6 Spot Wisata Purwakarta Paling Hits Siap Segarkan Pikiran di Akhir Pekan
  • Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab
  • DPRD Jabar Soroti Pelayanan Medis Pemudik, Rencana Pos Kesehatan Permanen Segera Dibangun
  • Hara, Anak Harimau Benggala Tewas di Bandung Zoo, Penyebab Belum Terungkap
  • Sinyal Bahaya bagi Lawan, Bojan Hodak Ungkap Kondisi Terkini Skuad Persib Usai Libur Panjang
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 25 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

MQ Iswara Apresiasi Langkah Tegas Dedi Mulyadi dalam Penataan Tata Ruang Jawa Barat

By Aga GustianaKamis, 9 Oktober 2025 17:25 WIB3 Mins Read
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat MQ Iswara. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, MQ Iswara, memberikan apresiasi terhadap langkah tegas Gubernur Dedi Mulyadi dalam menata ulang tata ruang dan lingkungan hidup di Jawa Barat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk menekan risiko bencana ekologis yang meningkat akibat pembangunan tak terkendali di kawasan hijau.

“Kita tidak bisa mengembalikan kondisi lingkungan seperti dulu. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah meminimalisir penurunan kualitas lingkungan,” ujar Iswara saat PressTalk di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (9/10/2025).

Iswara menilai kebijakan penataan ruang Pemprov Jabar sejalan dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang menegaskan bahwa setiap pembangunan wajib memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Sebagai langkah awal, Iswara mengusulkan moratorium penerbitan izin baru di Kawasan Bandung Utara (KBU), yang dianggap berkontribusi terhadap meningkatnya risiko bencana di Bandung Raya.

Baca Juga:  Said Iqbal Kritik Tajam Kebijakan Dedi Mulyadi Soal UMSK, Pintar Manipulasi Rakyat Lewat Konten

“Kedua, audit lingkungan harus dilakukan. Nah itu akan terdeteksi, apakah izin-izin yang kita berikan pelaksanaannya sudah sesuai, apakah kawasan terbuka hijaunya makin berkurang. Kan itu bisa jadi ukuran, apakah setelah dievaluasi ini kita izinkan kembali atau kita revisi dulu Perda KBU,” jelasnya.

Iswara juga menekankan pentingnya evaluasi berkala Perda KBU, minimal setiap lima tahun, untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi ekologi dan sosial. Selain itu, ia menyoroti kebutuhan Perda khusus bagi kawasan strategis lain seperti Bogor–Puncak–Cianjur (Bopunjur) dan Bekasi–Karawang–Purwakarta (Bekarpur), yang menghadapi tekanan pembangunan serupa.

“Memang harus ada regulasi yang mengatur. Dulu sudah ada Perpres No. 6 Tahun 2020, tapi itu lebih kepada kepentingan Pusat,” kata Iswara.

Baca Juga:  Pasirlangu Harga Mati Jadi Hutan, Dedi Mulyadi: Alam Tidak Pernah Mau Bernegosiasi

Iswara mencontohkan fenomena banjir di Cianjur yang sebelumnya jarang terjadi, sebagai sinyal perlunya pengendalian tata ruang berbasis kawasan.

“Nah, saran saya memang harus ada regulasi khusus mengatur. Saya akan berbicara dengan teman-teman di Bapemperda di DPRD provinsi,” ujarnya.

Meskipun proses penyusunan Perda dianggap tidak mudah, Iswara berharap rencana tersebut dapat masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2026.

“(Karena) Bopunjur sudah kritis, kalau kita lihat dulu di Cianjur kan tidak pernah banjir, juga di Bogor, tapi sekarang terjadi dan dampaknya juga ke Jakarta kebanjiran,” tambahnya.

Selain isu tata ruang, Iswara juga menyoroti aktivitas tambang Galian C di Kabupaten Garut yang dinilai tidak sesuai peruntukan ruang. Ia menilai lokasi tambang yang berada di jalur wisata merusak estetika dan citra Garut sebagai destinasi unggulan.

Baca Juga:  Lansia Tewas Usai Penganiayaan di Minimarket Bandung, Terungkap Terkendala Biaya Operasi

“Memang jadi kurang indah kelihatannya. Baru masuk Garut, sudah disuguhkan dengan pemandangan gunung yang sedang ditambang. Untuk hal ini, masyarakat di sana dapat mengajukan ke DPRD (Garut), untuk ditinjau kembali,” kata Iswara.

Padahal, kegiatan tambang seharusnya tunduk pada PP Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang mewajibkan izin lingkungan dan kesesuaian dengan RTRW daerah. Bila tidak sesuai, kegiatan tersebut bisa dikategorikan sebagai pelanggaran tata ruang.

Iswara menegaskan bahwa ketegasan Gubernur Dedi Mulyadi dalam menjaga tata ruang dan lingkungan hidup harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen — legislatif, eksekutif, dan masyarakat.

“Ini yang harus segera kita benahi bersama,” tutupnya

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD Jawa Barat MQ Iswara tata ruang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Anak Harimau Benggala Hara Mati di Bandung Zoo, Virus dari Induk Jadi Penyebab

DPRD Jabar Soroti Pelayanan Medis Pemudik, Rencana Pos Kesehatan Permanen Segera Dibangun

Hara, Anak Harimau Benggala Tewas di Bandung Zoo, Penyebab Belum Terungkap

H+2 Jadi Puncak Arus Balik di Bandung, Volume Kendaraan Tembus 149 Ribu

Mirip Film! 7 Ekor Anjing Kompak Jalan Kaki 17KM Demi Kabur dari Jagal

Tiang PJU Roboh di Jalan Riau Bandung, Tak Ada Korban Jiwa

Terpopuler
  • Viral! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Bikin Warganet Heboh, Hati-hati Link Phishing
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Heboh Video Viral Ukhti Mukena Pink, Benarkah Ada Versi Tanpa Sensor? Ini Faktanya
  • Warganet Penasaran! Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Disebut-sebut Ada Versi Full, Ini Faktanya
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Benarkah Ada Link Telegram Part 2?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.