bukamata.id – Gelombang kekecewaan publik Korea Selatan pasca-kegagalan di Piala Dunia 2026 rupanya belum surut. Mantan arsitek taktik tim nasional mereka, Hong Myung-bo, kini menjadi sasaran kemarahan kolektif yang luar biasa di negerinya sendiri. Saking masifnya sentimen negatif tersebut, beredar laporan bahwa pria berusia 57 tahun itu sampai dilarang menginjakkan kaki di sejumlah tempat usaha.
Pemicu utama dari boikot sosial ini adalah rontoknya langkah skuad Taeguk Warriors di turnamen akbar tersebut setelah dipaksa menyerah kalah dengan skor tipis 0-1 dari Afrika Selatan. Meski Hong Myung-bo langsung mengambil langkah cepat dengan meletakkan jabatannya sesaat setelah tersingkir, keputusan itu nyatanya belum mampu meredakan amarah para pendukung.
Di platform media sosial Reddit, viral foto-foto yang memperlihatkan beberapa restoran dan supermarket di Korea Selatan memasang papan maklumat di area depan toko mereka. Pesan dalam papan tersebut tertulis jelas: melarang keras Hong Myung-bo untuk masuk atau bertransaksi di tempat mereka.
Curahan Hati Hong Myung-bo Saat Mundur
Mundurnya Hong Myung-bo terjadi tepat 24 jam setelah mimpi Korea Selatan di Piala Dunia kandas. Melalui pesan perpisahan resminya, ia merefleksikan kembali dinamika dan beban berat yang ia pikul selama menakhodai tim nasional.
“Selama dua tahun terakhir, saya selalu menanyakan hal yang sama pada diri sendiri setiap kali harus mengambil keputusan penting, memilih pemain, atau mempersiapkan sesi latihan dan pertandingan: ‘Apakah ini pilihan yang tepat untuk sepak bola Korea?'” curhat Hong.
Ia juga menegaskan bahwa segala kebijakan yang diambilnya selama menukang tim nasional murni didasari atas niat baik demi perkembangan olahraga di negaranya.
“Saya tidak bisa mengeklaim bahwa setiap keputusan yang saya ambil selalu benar, tapi saya bisa memastikan bahwa semua itu saya lakukan demi kemajuan sepak bola Korea,” lanjutnya lagi.
Sentilan Tajam dari Presiden dan Serangan Digital ke Pemain
Skandal kegagalan ini ternyata menggelinding hingga ke ranah politik tertinggi. Presiden Korea Selatan, Lee Jae-myung, secara terbuka melayangkan kritik pedas terhadap jajaran manajemen dan performa tim nasional. Orang nomor satu di Korsel tersebut menyentil sistem internal federasi yang dinilai keliru sebelum akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
“Ketika loyalitas dan kubu-kubuan lebih dihargai daripada kompetensi, dan orang-orang yang tidak kompeten justru ditunjuk untuk menduduki posisi pemimpin, maka hasil seperti ini sudah pasti terjadi,” kritik Presiden Lee Jae-myung dengan tajam.
Dampak dari kegagalan ini tidak hanya memukul sang mantan pelatih. Sektor pertahanan juga tak luput dari amukan netizen. Penjaga gawang utama, Kim Seung Gyu, bersama sang istri, Kim Jin Kyung, menjadi sasaran perundungan siber di jagat maya. Karena derasnya komentar pedas dan makian yang masuk, Kim Jin Kyung akhirnya terpaksa membatasi akses interaksi di akun pribadinya khusus untuk pengikut dan pelanggan setianya saja.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









