Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Selasa, 16 Juni 2026 21:43 WIB

Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer

Selasa, 16 Juni 2026 20:57 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak

Selasa, 16 Juni 2026 20:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi
  • Cetak Rekor Sejarah, ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Meski Dihantam Isu Militer
  • Orang Tua Wajib Tahu: Ilmuwan Ungkap Alasan Mengapa Smartphone Sebenarnya Tidak Merusak Otak Anak
  • Persib Buru Bek Eropa 190 Cm! Mike van der Hoorn Jadi Target Utama 2026/2027
  • Langsung Gas! Kode Redeem FF Max 16 Juni 2026 Bikin Player Auto Sultan
  • Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?
  • Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!
  • Kisah Gila dari Piala Dunia 2026: Kiper 40 Tahun Tahan Imbang Spanyol, Followers IG Naik 10.000 Persen!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 16 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Nilai Tukar Rupiah Alami Depresiasi Terburuk Sejak 1998, Penguatan Dolar dan Gejolak Global Jadi Pemicu

By Aga GustianaSelasa, 20 Januari 2026 16:49 WIB2 Mins Read
uang rupiah
Ilustrasi uang rupiah. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/rwa.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menutup perdagangan Selasa (20/1/2026) di level Rp16.956, melemah 1,50 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.955. Meskipun koreksi hari ini tidak sedalam pelemahan sebelumnya yang mencapai 0,40 persen, posisi ini tercatat sebagai depresiasi rupiah terburuk sejak 1998, saat mata uang Garuda jatuh ke Rp16.800 per dolar AS pada Juni 1998.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu oleh faktor eksternal yang menguatkan dolar AS, ditambah kekhawatiran atas proyeksi fiskal domestik.

“Selama akhir pekan, kekhawatiran akan perang dagang yang diperbarui meningkat setelah Trump mengatakan dia akan mengenakan bea tambahan 10 persen mulai 1 Februari pada barang impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni jika tidak ada kesepakatan tentang Greenland yang tercapai,” jelas Ibrahim.

Ia menambahkan bahwa gejolak global dan kebijakan AS menjadi faktor utama penguatan dolar. Di sisi lain, pasar juga memperkirakan Federal Reserve (Fed) AS) akan menahan penurunan suku bunga pada pertemuan kebijakan akhir bulan ini karena kondisi pasar tenaga kerja yang stabil.

Baca Juga:  BI Tarik Empat Pecahan Uang Kertas Lawas, Tukarkan Segera

“Pasar saat ini memperkirakan hanya 5 persen kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada pertemuan kebijakan Januari, menurut alat CME FedWatch,” ujarnya.

Meski tekanan eksternal cukup kuat, sentimen domestik juga memberi beban pada rupiah. Namun, Ibrahim menekankan bahwa prospek ekonomi Indonesia tetap positif, didukung revisi pertumbuhan dari lembaga internasional.

Baca Juga:  Sri Mulyani Terkena Reshuffle, Ini Rekam Jejak Ekonom Peraih Penghargaan Dunia

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan Indonesia pada 2026 dan 2027 akan berada di level 5,1 persen, sedikit naik dari proyeksi 2025 sebesar 5 persen.

“IMF tak mengulas prospek terbarunya itu untuk ekonomi Indonesia. Namun, secara global, ketahanan pertumbuhan ekonomi lebih disebabkan gencarnya stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang akomodatif,” katanya.

Bank Dunia juga menyatakan optimisme serupa, memperkirakan pertumbuhan Indonesia tetap di level 5,1 persen pada 2026 dan naik menjadi 5,2 persen pada 2027. Menurut mereka, pertumbuhan ini didukung oleh stimulus ekonomi pemerintah dan investasi yang terus didorong.

Baca Juga:  Gara-gara SpaceX, Elon Musk Kini Jadi Orang Pertama dengan Harta Ribuan Triliun Dolar

Secara relatif, Ibrahim menilai ekonomi Indonesia tetap kuat dibandingkan negara lain:

“Laju pertumbuhan 5,1 persen pada 2026 dan 2027 masih lebih cepat dibandingkan banyak negara dalam daftar 30 negara terpilih IMF, hanya tertinggal dari Filipina 5,6 persen dan India 6,4 persen pada 2026,” jelasnya.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan fluktuatif, dengan kisaran penutupan di Rp16.950-Rp16.980.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bank Dunia depresiasi dolar AS ekonomi Indonesia IMF nilai tukar rupiah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Hadiri Haul Ponpes Al-Husaeni, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Pesantren Adaptif terhadap Teknologi

Gara-Gara Daun Bawang, David Beckham Mendadak ‘Direkrut’ Kementerian Pertanian RI, Kok Bisa?

Ilustrasi gempa

Palu Diguncang Gempa M 6,7, BMKG Catat 9 Gempa Susulan dalam Kurang dari 1 Jam!

Respons Demo MBG Pakai Kalimat Kasar, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon Panen Kecaman

Kronologi Lengkap Kecelakaan Tragis Pesepeda vs Truk di Bandung

Sentimen Damai AS-Iran Pecah, Rupiah Menguat Jadi Mata Uang Terbaik di Asia

Terpopuler
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
  • Link Asli Video Cut Salwa di Hotel Diburu Warganet, Apa Isinya?
  • Viral! Daftar Nama yang Diserahkan Sony Sonjaya ke Kejagung Terkait Kasus BGN, Siapa Saja?
  • Video Cut Salwa di Hotel Full Durasi Viral, Warganet Cari Link Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.