bukamata.id – Kematian selebgram Lula Lahfah memunculkan perhatian serius publik terhadap penggunaan Nitrous Oxide (N2O), zat yang bisa menimbulkan euforia singkat namun berisiko tinggi bagi kesehatan.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain Harahap, menjelaskan bahwa masyarakat kerap salah kaprah mengenai keamanan gas ini karena penggunaannya yang luas di dunia medis.
“Pemahaman penggunaan gas N2O sering disalahpahami aman tidak berbahaya. Pemahaman tersebut keliru dan berisiko tinggi,” ujar Zulkarnain, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Zulkarnain menambahkan, paparan Nitrous Oxide dalam dosis tinggi bisa menimbulkan berbagai masalah medis serius.
“Penggunaan gas N2O dapat menimbulkan risiko terhadap tubuh seperti hipoksia, kemudian neuropati, kemudian frostbite, kemudian defisiensi vitamin B12 dan lain-lain,” jelasnya.
Dalam penyelidikan terkait kematian Lula, polisi menemukan tabung whip berwarna pink yang kosong dan teridentifikasi mengandung DNA korban.
Zulkarnain menegaskan pentingnya masyarakat untuk menjauhi N2O, meski hanya untuk sensasi sesaat.
“Kami menghimbau kepada masyarakat Indonesia tidak menggunakan nitrogen oksida karena akan menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan jiwa,” pungkasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










