Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Devoyage Bogor, salah satu wisata di Bogor yang Instagramble banget.

10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga

Rabu, 16 September 2026 19:57 WIB

Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng

Rabu, 16 September 2026 19:32 WIB

Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia

Rabu, 16 September 2026 19:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • 10 Tempat Wisata Bogor Terbaru dan Paling Hits, Cocok untuk Liburan Keluarga
  • Persib Curi Poin Penuh di ACL 2, Marc Klok Sanjung Mental Juang Bobotoh di Negeri Ginseng
  • Viral! Gegara Puntung Rokok, WNI Ini Masuk Penjara di Malaysia
  • DIKULITI DI FORUM DUNIA?! Nama Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Mendadak Jadi Sorotan PBB!
  • Taktik Jitu Igor Tolic Bawa Persib Bandung Jinakkan Raksasa Korsel Lewat Skor Tipis 0-1
  • Api Kepung 5 Titik Lahan di Sindanggalih Sumedang, Warga Mulai Waspada
  • Skandal Pelecehan Siswi PKL di Sukabumi: Polisi Tetapkan Sekdis Dishub Sebagai Tersangka
  • Kejutan di Tengah Persiapan Persib! Oh In-kyun Muncul, FC Seoul Langsung Dibongkar
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 16 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

FAM Terancam Rogoh Kocek Miliaran Jika Bawa Kasus Naturalisasi Malaysia ke CAS

By Aga GustianaJumat, 24 Oktober 2025 09:28 WIB4 Mins Read
Kantor FAM Malaysia.
Kantor FAM Malaysia. (Foto: Dok FAM)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) berpotensi mengeluarkan biaya fantastis jika bersikeras membawa kasus dugaan pemalsuan dokumen naturalisasi pemain ke Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS).

Menurut pengacara olahraga lokal Zhafri Aminurashid, proses hukum di CAS bukan hanya memakan waktu, tetapi juga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ia memperkirakan biaya yang dibutuhkan bisa mencapai sekitar satu juta ringgit Malaysia, bahkan bisa lebih, tergantung kompleksitas kasusnya.

“Biayanya bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari angka itu, tergantung pada banyak faktor seperti biaya banding, biaya hukum, saksi ahli, serta pembayaran di muka,” ujar Zhafri seperti dikutip dari New Straits Times (NST).

Rincian Biaya Selangit di Pengadilan CAS

Zhafri menjelaskan bahwa untuk sekadar mengajukan banding ke CAS, pihak yang bersengketa wajib membayar biaya pendaftaran sebesar 1.000 franc Swiss (sekitar Rp20 juta). Biaya tersebut bersifat non-refundable alias tidak dapat dikembalikan, berapa pun hasil sidangnya nanti.

Selain itu, ada pula biaya hukum yang berkisar antara 100.000 hingga 200.000 ringgit Malaysia, tergantung pada lamanya proses dan tingkat kesulitannya. FAM juga perlu menyiapkan biaya untuk saksi ahli, yang nilainya bisa mencapai 10.000 hingga 50.000 ringgit per orang.

Baca Juga:  Badak Cula Cahaya Jadi Maskot Piala Dunia U-17 2023

Tak berhenti di situ, biaya arbitrase yang menjadi syarat agar kasus dapat diproses di CAS juga harus dibayar di muka. Tanpa uang muka tersebut, sidang tidak akan dijadwalkan sama sekali.

“Untuk uang muka, jumlahnya bisa mencapai 50.000 franc Swiss atau sekitar 265.000 ringgit Malaysia—setara dengan lebih dari satu miliar rupiah,” papar Zhafri.

FIFA Tak Akan Tanggung Biaya

Biasanya, dalam sengketa olahraga internasional, biaya arbitrase di CAS dibagi dua antara pihak penggugat dan pihak yang digugat. Namun dalam kasus ini, kata Zhafri, FIFA kemungkinan besar tidak akan ikut menanggung biaya apapun.

“Biaya-biaya seperti ini umumnya ditanggung bersama, tetapi FIFA hampir tidak pernah mengeluarkan dana untuk kasus seperti ini,” tegasnya. “Artinya, FAM harus menanggung seluruh biaya di muka sendiri. Jika gagal membayar, banding otomatis akan ditolak.”

Dengan kata lain, apabila FAM tidak bisa melunasi seluruh biaya pendaftaran dan uang muka, maka sidang di CAS tidak akan digelar dan pengajuan banding akan dianggap gugur.

Harapan FAM pada TMJ

Meski jumlah dana yang harus disiapkan terdengar mengerikan, publik Malaysia menilai uang bukan masalah besar bagi FAM—selama masih mendapat dukungan dari Tunku Ismail Idris (TMJ), anak Sultan Johor yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di sepak bola Negeri Jiran.

Baca Juga:  Memprihatinkan! Liga 1 Kalah Kelas dari Kamboja, Erick Thohir Siap 'Bersih-bersih'

TMJ selama ini dikenal sebagai salah satu penyokong utama tim nasional Malaysia. Tak sedikit pihak yang menyebut FAM sering bergantung pada dukungannya, baik secara finansial maupun politis.

“Angka sebesar itu mungkin terlihat besar bagi federasi, tapi kecil saja bagi TMJ,” tulis salah satu pengamat sepak bola Malaysia di media lokal.

Namun di sisi lain, nama TMJ juga kerap dikaitkan dengan kontroversi naturalisasi pemain asing yang kini sedang diselidiki. Publik Malaysia pun menyoroti adanya upaya pemerintah menutup-nutupi keterlibatannya demi menghindari konsekuensi hukum yang lebih besar.

Menanti Putusan FIFA

Kini, mata publik Malaysia tertuju pada putusan FIFA yang dijadwalkan keluar pada 30 Oktober mendatang. Keputusan itu akan menentukan nasib Malaysia di tengah badai isu pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

Banyak yang berharap FAM bisa lolos dari sanksi berat agar tim nasional tetap bisa tampil di kompetisi internasional. Namun, berdasarkan berbagai bukti yang sudah beredar, posisi Malaysia tampak sulit untuk keluar dari jeratan hukuman.

Baca Juga:  TMJ Klaim FIFA Halangi Banding FAM ke CAS, Singgung Ancaman Sanksi

FAM sendiri sejauh ini belum memberikan penjelasan rinci mengenai langkah apa yang akan diambil, termasuk apakah benar-benar akan membawa kasus ini ke CAS atau tidak.

Yang jelas, jika mereka tetap nekat melanjutkan upaya banding ke tingkat internasional, maka biaya miliaran rupiah harus siap digelontorkan hanya untuk membuka pintu sidang.

Dilema FAM: Bertarung atau Mundur

Kasus ini menempatkan FAM dalam situasi dilematis. Jika mereka tidak melanjutkan banding, maka keputusan FIFA akan tetap berlaku dan Malaysia mungkin menghadapi sanksi berat. Namun jika tetap maju ke CAS, risiko finansial dan reputasi juga membayangi.

Publik Malaysia kini menunggu langkah selanjutnya dari federasi. Di tengah tekanan dan sorotan tajam media, keputusan FAM bukan sekadar soal uang, melainkan soal menyelamatkan nama baik sepak bola nasional.

Satu hal yang pasti, jika benar FAM ingin membawa kasus ini ke CAS, maka perjuangan mereka bukan hanya di ruang sidang—tapi juga di meja keuangan

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

CAS FAM FIFA sepak bola Malaysia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tumbang Lawan Juventus, Jay Idzes Diprediksi Naik Meja Operasi dan Lewati ASEAN Cup 2026

Ganas! Maarten Paes Tampil Penuh, Ajax Bantai Willem II 5-1, Nathan Tjoe-A-On Jadi Lawan

Brandon Wilson Punya Misi Besar Bersama Bali United, Bidik 3 Besar dan Tiket Asia

Pekan Ketiga Super League Memanas! Persib ke Jepara, Persija Kontra Java United

Prediksi Ipswich vs Arsenal di Piala EFL: The Gunners Diprediksi Menang Mudah?

Dafa Al Gasemi Tinggalkan Dewa United, Persikad Depok Jadi Pelabuhan Baru

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Uang Mertua Rp17 Miliar Raib, Shabrina Adfi Buka Suara Soal Kejahatan Perbankan di BTN
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.