bukamata.id – Nama kiper veteran Tanjung Verde, Vozinha, menjadi sorotan dunia setelah tampil heroik saat menghadapi Spanyol pada laga Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026) malam WIB.
Meski sudah berusia 40 tahun, sosok yang memiliki nama asli Josimar Dias itu justru menjadi tembok kokoh yang membuat para pemain Spanyol frustrasi sepanjang pertandingan.
Penampilan Heroik di Bawah Mistar Gawang
Dalam laga tersebut, Spanyol yang diunggulkan tampil dominan dengan berbagai peluang berbahaya. Namun, setiap serangan La Furia Roja berhasil dipatahkan oleh penampilan luar biasa Vozinha.
Tercatat, ia melakukan setidaknya tujuh penyelamatan penting yang menggagalkan peluang emas Spanyol untuk mencetak gol.
Berkat aksinya tersebut, Vozinha tidak hanya membawa Tanjung Verde menahan imbang salah satu tim kuat dunia, tetapi juga mencatat sejarah sebagai salah satu kiper tertua yang sukses menjaga clean sheet pada debutnya di Piala Dunia.
Hasil ini menjadi capaian bersejarah bagi Tanjung Verde, negara kecil di Afrika Barat yang mampu menahan imbang tim peringkat atas dunia.
Dinobatkan sebagai Man of the Match
Berkat performa gemilangnya, Vozinha terpilih sebagai pemain terbaik atau man of the match dalam pertandingan tersebut.
Momen ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa tim dengan status non-unggulan pun mampu memberikan kejutan besar di panggung sepak bola dunia.
Selepas pertandingan, Vozinha tampak tak kuasa menahan haru. Ia mengaku teringat perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan, termasuk sosok keluarga yang sangat berarti dalam hidupnya.
Air Mata Haru Vozinha Usai Laga
Dalam keterangannya, Vozinha mengungkapkan emosinya setelah pertandingan.
“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya saat kecil, dan mereka tidak bisa berada di sini mendampingi saya karena sudah tiada. Saya juga teringat ibu saya yang tidak bisa hadir karena masalah visa dan biaya,” ungkapnya dengan haru.
Momen tersebut menjadi gambaran perjalanan panjang seorang pemain yang tidak lahir dari kemewahan, melainkan dari perjuangan hidup yang keras.
Perjalanan Karier di Liga Kecil Eropa
Karier Vozinha tidak dibangun di klub-klub besar Eropa. Sepanjang perjalanan profesionalnya, ia lebih banyak bermain di liga-liga yang kurang mendapat sorotan.
Ia pernah membela klub di Moldova, Siprus, hingga Slovakia, sebelum akhirnya bergabung dengan klub divisi dua Portugal, Chaves.
Meski tidak memiliki latar belakang klub bergengsi, Vozinha membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi dapat membawa pemain hingga ke panggung tertinggi sepak bola dunia.
Pernah Satu Tim dengan Pemain Indonesia
Menariknya, saat bermain di Liga Slovakia bersama AS Trencin pada 2022, Vozinha pernah satu tim dengan pemain Indonesia, Witan Sulaeman.
Kebersamaan itu menjadi salah satu catatan unik dalam perjalanan kariernya sebelum akhirnya ia bersinar di ajang sebesar Piala Dunia.
Pembuktian di Panggung Dunia
Penampilan Vozinha di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa usia dan latar belakang klub bukanlah penghalang untuk tampil gemilang.
Dari liga kecil Eropa hingga panggung terbesar sepak bola dunia, kisahnya menjadi inspirasi bahwa kesempatan bisa datang kapan saja bagi mereka yang terus berjuang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









