bukamata.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap rencana kontroversial FIFA untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Sikap Erick berbeda dengan sejumlah federasi sepak bola dunia, termasuk UEFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menyatakan keberatan terhadap langkah tersebut.
Dilansir dari Sky News, Jumat (31/7/2026), Erick Thohir menilai rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola, termasuk bagi Indonesia.
Menurut Erick, peningkatan prestasi sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membutuhkan dukungan pendanaan yang berkelanjutan.
Ia menyebut peringkat Timnas Indonesia mengalami peningkatan signifikan, dari posisi 174 dunia menjadi 118 dunia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan investasi dan sumber pendanaan yang lebih besar.
“Transformasi sepak bola membutuhkan dukungan finansial yang kuat agar program pembinaan dan pengembangan dapat berjalan secara konsisten,” ujar Erick.
FIFA Forward Enterprise Jadi Sumber Dana Baru FIFA
FIFA Forward Enterprise merupakan entitas bisnis baru yang dirancang untuk mengelola seluruh aktivitas komersial FIFA.
Ruang lingkupnya mencakup berbagai sektor, mulai dari:
- Hak siar pertandingan FIFA
- Sponsor
- Penjualan tiket
- Lisensi produk
- Pengelolaan kompetisi seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub
FIFA berencana menjual sekitar 20 persen kepemilikan minoritas kepada investor eksternal untuk mendapatkan dana sekitar 4,29 miliar dolar AS.
Nilai keseluruhan FIFA Forward Enterprise diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS, berdasarkan penilaian dari JPMorgan Chase yang ditunjuk sebagai mitra perbankan FIFA.
Sementara itu, Thrive Capital, perusahaan investasi milik Joshua Kushner, disebut telah dipersiapkan untuk memimpin pencarian investor utama.
Rencana tersebut langsung memunculkan perdebatan mengenai independensi FIFA dalam mengelola sepak bola global.
Asosiasi Anggota FIFA Berpotensi Dapat Dana Lebih Besar
Jika proposal tersebut mendapat persetujuan sebelum 19 September 2026, sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA akan menerima tambahan pendanaan.
Mulai Januari 2027, setiap federasi anggota FIFA disebut berpotensi mendapatkan dana sekitar 40 juta dolar AS per federasi.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dana tahunan sebelumnya yang berada di angka sekitar 8 juta dolar AS dan direncanakan naik menjadi 20 juta dolar AS.
Bagi Erick Thohir, tambahan pendanaan tersebut dapat membuka peluang bagi federasi nasional untuk memperkuat program pembinaan pemain, infrastruktur, serta pengembangan kompetisi.
UEFA dan AFC Menolak Rencana FIFA
Meski mendapat dukungan dari Erick Thohir, rencana FIFA tersebut menuai banyak kritik dari berbagai pihak.
UEFA menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang rencana tersebut. Federasi sepak bola Eropa itu menilai nilai-nilai sepak bola dan tata kelola olahraga tidak seharusnya diperlakukan sebagai aset bisnis semata.
UEFA bahkan disebut mempertimbangkan langkah ekstrem berupa boikot terhadap kompetisi yang digelar FIFA sebagai bentuk penolakan.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin juga menunjukkan ketidakpuasan dengan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026.
Selain UEFA, AFC dan CONCACAF juga menyampaikan keberatan. Kedua konfederasi tersebut mengaku baru mengetahui rencana FIFA melalui pemberitaan media, bukan melalui komunikasi resmi dari FIFA.
Minimnya konsultasi sebelum pengumuman menjadi salah satu kritik utama terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.
Rencana FIFA Hadapi Tantangan Hukum
Selain mendapat penolakan dari sejumlah federasi, rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise juga menghadapi kemungkinan hambatan hukum.
Uni Eropa dikabarkan akan melakukan penyelidikan terkait proposal tersebut menggunakan aturan antimonopoli.
Apabila perubahan statuta FIFA diperlukan untuk menjalankan rencana tersebut, UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya berpotensi memiliki jumlah suara yang cukup untuk menghambat keputusan tersebut.
Namun, Gianni Infantino tetap membela rencana FIFA. Melalui pesan video, Infantino menyebut proses tersebut masih dalam tahap konsultasi dan memastikan transaksi tersebut tidak akan mengubah nilai dasar sepak bola.
Keputusan akhir mengenai rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA tetap berada di tangan 211 asosiasi anggota FIFA.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









