Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Keindahan Curug Cimahi, destinasi utama Wisata Cimahi dengan udara sejuk dan pemandangan mempesona

Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi

Minggu, 20 September 2026 01:00 WIB
Ilustrasi begal

Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!

Sabtu, 19 September 2026 20:03 WIB

Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya

Sabtu, 19 September 2026 19:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bosan ke Bandung? Saatnya Eksplorasi 9 Permata Tersembunyi di Kota Cimahi
  • Driver Ojol di Garut Ngaku Dibegal dan Dibacok, Ternyata Bohong!
  • Waspada Lonjakan Influenza A: Kenali Gejala, Risiko Komplikasi, dan Cara Ampuh Pencegahannya
  • Skandal Pungli Alkid Jogja Memanas! Owner Bolosego Skakmat Klarifikasi Jukir di Depan Wawali, Publik Geram!
  • Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara
  • Daftar Lokasi Nobar Resmi Persijap vs Persib Bandung: Titik Kumpul Bobotoh Akhir Pekan Ini
  • Kronologi Lengkap Mahasiswa UPI Tewas Usai Kecelakaan di Jalan A.H. Nasution Bandung
  • Karma Dibayar Kontan? Deretan Kontroversi Jule dari Lepas Hijab hingga Berakhir di Sel Tahanan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 20 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Olahraga

Erick Thohir Dukung Rencana Besar FIFA Jual Hak Komersial Piala Dunia, UEFA dan AFC Justru Murka

By SusanaJumat, 31 Juli 2026 14:32 WIB3 Mins Read
Presiden FiFA Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. (Foto: PSSI)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan dukungan terhadap rencana kontroversial FIFA untuk menjual sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Sikap Erick berbeda dengan sejumlah federasi sepak bola dunia, termasuk UEFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), yang menyatakan keberatan terhadap langkah tersebut.

Dilansir dari Sky News, Jumat (31/7/2026), Erick Thohir menilai rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola, termasuk bagi Indonesia.

Menurut Erick, peningkatan prestasi sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir membutuhkan dukungan pendanaan yang berkelanjutan.

Ia menyebut peringkat Timnas Indonesia mengalami peningkatan signifikan, dari posisi 174 dunia menjadi 118 dunia dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Untuk menjaga momentum tersebut, diperlukan investasi dan sumber pendanaan yang lebih besar.

“Transformasi sepak bola membutuhkan dukungan finansial yang kuat agar program pembinaan dan pengembangan dapat berjalan secara konsisten,” ujar Erick.

FIFA Forward Enterprise Jadi Sumber Dana Baru FIFA

Baca Juga:  Berbekal Rekam Jejak Piala Dunia, John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia

FIFA Forward Enterprise merupakan entitas bisnis baru yang dirancang untuk mengelola seluruh aktivitas komersial FIFA.

Ruang lingkupnya mencakup berbagai sektor, mulai dari:

  • Hak siar pertandingan FIFA
  • Sponsor
  • Penjualan tiket
  • Lisensi produk
  • Pengelolaan kompetisi seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub

FIFA berencana menjual sekitar 20 persen kepemilikan minoritas kepada investor eksternal untuk mendapatkan dana sekitar 4,29 miliar dolar AS.

Nilai keseluruhan FIFA Forward Enterprise diperkirakan mencapai 20 miliar dolar AS, berdasarkan penilaian dari JPMorgan Chase yang ditunjuk sebagai mitra perbankan FIFA.

Sementara itu, Thrive Capital, perusahaan investasi milik Joshua Kushner, disebut telah dipersiapkan untuk memimpin pencarian investor utama.

Rencana tersebut langsung memunculkan perdebatan mengenai independensi FIFA dalam mengelola sepak bola global.

Asosiasi Anggota FIFA Berpotensi Dapat Dana Lebih Besar

Jika proposal tersebut mendapat persetujuan sebelum 19 September 2026, sebanyak 211 asosiasi anggota FIFA akan menerima tambahan pendanaan.

Baca Juga:  Proses Naturalisasi Kevin Diks Berjalan Lambat, Transisi Pemerintah Jadi Sebab

Mulai Januari 2027, setiap federasi anggota FIFA disebut berpotensi mendapatkan dana sekitar 40 juta dolar AS per federasi.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan dana tahunan sebelumnya yang berada di angka sekitar 8 juta dolar AS dan direncanakan naik menjadi 20 juta dolar AS.

Bagi Erick Thohir, tambahan pendanaan tersebut dapat membuka peluang bagi federasi nasional untuk memperkuat program pembinaan pemain, infrastruktur, serta pengembangan kompetisi.

UEFA dan AFC Menolak Rencana FIFA

Meski mendapat dukungan dari Erick Thohir, rencana FIFA tersebut menuai banyak kritik dari berbagai pihak.

UEFA menjadi salah satu pihak yang paling vokal menentang rencana tersebut. Federasi sepak bola Eropa itu menilai nilai-nilai sepak bola dan tata kelola olahraga tidak seharusnya diperlakukan sebagai aset bisnis semata.

UEFA bahkan disebut mempertimbangkan langkah ekstrem berupa boikot terhadap kompetisi yang digelar FIFA sebagai bentuk penolakan.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin juga menunjukkan ketidakpuasan dengan tidak menghadiri final Piala Dunia 2026.

Selain UEFA, AFC dan CONCACAF juga menyampaikan keberatan. Kedua konfederasi tersebut mengaku baru mengetahui rencana FIFA melalui pemberitaan media, bukan melalui komunikasi resmi dari FIFA.

Baca Juga:  Resmi! Maarten Paes jadi WNI, Amunisi Baru Timnas Indonesia

Minimnya konsultasi sebelum pengumuman menjadi salah satu kritik utama terhadap kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Rencana FIFA Hadapi Tantangan Hukum

Selain mendapat penolakan dari sejumlah federasi, rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise juga menghadapi kemungkinan hambatan hukum.

Uni Eropa dikabarkan akan melakukan penyelidikan terkait proposal tersebut menggunakan aturan antimonopoli.

Apabila perubahan statuta FIFA diperlukan untuk menjalankan rencana tersebut, UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya berpotensi memiliki jumlah suara yang cukup untuk menghambat keputusan tersebut.

Namun, Gianni Infantino tetap membela rencana FIFA. Melalui pesan video, Infantino menyebut proses tersebut masih dalam tahap konsultasi dan memastikan transaksi tersebut tidak akan mengubah nilai dasar sepak bola.

Keputusan akhir mengenai rencana penjualan sebagian hak komersial FIFA tetap berada di tangan 211 asosiasi anggota FIFA.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

PSSI
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Insiden Memalukan di Asian Games 2026, Korea Selatan Diputarkan Lagu Korea Utara

Marc Klok hingga Beckham Putra Hilang dari Daftar, Ini Alasan John Herdman Rombak Timnas Indonesia

Xabi Alonso Kecewa Berat! Chelsea Remuk Redam Dihajar Brentford Tiga Gol Tanpa Balas

Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League

Timnas Indonesia

Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes

Pesan Haru Jay Idzes Usai Dipastikan Absen Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Terpopuler
  • Proyek Kabel Gatot Subroto Bandung Amburadul, Internet IndiHome Mati Nyaris Sepekan dan Bikin Rugi
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.